Ya semoga itu jadi pelajaran kita semua.
Selain itu ada pelajaran lebih penting lagi:
==
Namun,
Karpman tetap mengambil lowongan itu. Dia rela kini digaji US$7,29 atau
sekitar lebih dari Rp.85.000,- per jam - belum termasuk tips.
===

Artinya jika Karpman sebagai pengantar Pizza gajinya Rp 85.000/jam, sementara 
dalam seminggu dia kerja 40 jam atau sebulan 171 jam, maka gajinya sekitar Rp 
14,5 juta/bulan. Yah cukuplah untuk hidup cukup, makan, sewa rumah, pakai 
mobil, segala macam.

Bandingkan dengan mayoritas rakyat kita yang gajinya di bawah Rp 1 juta/bulan.

Mudah2an para pemimpin kita mau mandiri dan tidak bergantung pada investor 
asing atau hutang luar negeri sehingga Rp 2000 trilyun/tahun dari hasil 
kekayaan alam yang saat ini dinikmati oleh asing, bisa dinikmati sendiri oleh 
bangsa Indonesia.


===

Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits

http://media-islam.or.id

--- Pada Sen, 25/5/09, si dharta <[email protected]> menulis:

Dari: si dharta <[email protected]>
Topik: Re: [Manager-Indonesia] FW: Eksekutif bergaji Rp 8,8 M bangkrut, kini  
jadi pengantar pizza
Kepada: [email protected], "HRGA group" 
<[email protected]>, [email protected]
Tanggal: Senin, 25 Mei, 2009, 5:55 PM











    
            
            


      
      Ungkapan yang bagus.  Sekali lagi menyadarkan para PEKERJA apapun 
PANGKATNYA agar selalu mawas diri, ingat nanti.  PHK itu bisa muncul kapan 
saja, maka jangan terlena dengan fasilitas yang saat ini MASIH Anda pinjam.


VIVA news
- Selama 45 tahun, hidup Ken Karpman tampaknya nyaris sempurna. Lulus
dengan gelar sarjana S-1 dan MBA (Master of Business Administration)
dari universitas bergengsi UCLA ( University of California ), Karpman
langsung mendapat kerjaan dengan gaji yang menggiurkan sebagai pialang
saham. 

Dia pun bisa menikahi perempuan idamannya, Stephanie
dan dikarunai dua anak. Mereka pun rutin berlibur ke tempat-tempat
mahal di penjuru dunia. 

Setelah 20 tahun meniti karir sebagai
pialang, Karpman pun naik jabatan menjadi eksekutif perusahaan. Gajinya
pun naik menjadi US$750.000 (sekitar lebih dari Rp 8,8 miliar) per
tahun. 

"Saat itu hidup begitu indah. Kami bisa cetak banyak
uang. Entah mengapa situasi itu kok tidak berlanjut?" kata Karpman
dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi ABC.

Dari segala sisi, Karpman dan keluarga saat itu
hidup dalam "Impian Amerika" (American Dream). Mereka tinggal di sebuah
rumah besar di kota Tampa , Florida . Rumah mereka pun dilengkapi
lapangan golf. 

"Saat itu saya sudah tidak tahu berapa harga
barang-barang di toko. Pokoknya, tinggal bawa troli dan ambil saja,"
kata Karpman.   

      

Dia
pun begitu percaya diri dengan kemampuannya mencetak banyak uang. Maka,
tahun 2005 dia meninggalkan perusahaan tempat dia bekerja dan membuat
usaha sendiri yang sejenis.

Untuk mendirikan perusahaan sendiri
sekaligus meningkatkan taraf hidup, dia Karpman dengan enteng
mengeluarkan dana US$500.000 dari tabungannya. . Seperti kebiasaan
orang-orang Amerika, Karpman juga mengajukan kredit dalam jumlah besar
dengan jaminan rumah. 

Namun, badai krisis keuangan menerpa Amerika Serikat (AS). Karpman tak mampu 
menarik investor, sehingga perusahaannya bubar. 

Sejak saat itu, dia menjadi penganggur dan sulit mendapat kerja. Padahal, di 
masa lalu, Karpman tak perlu pusing mencari kerja.

 
"Dulu,
saat menjalani tes wawancara kerja, saya bisa jadi bersikap kurang
ajar, karena justru sayalah yang sering menanyai si pewawancara, apakah
perusahaannya cukup layak mempekerjakan saya," kata Karpman dalam
wawancara yang ditayangkan di laman stasiun televisi ABC. 

"Sekarang, justru saya yang kini berharap-harap minta kerja sambil memegang 
topi di tangan," lanjut Karpman.   

Saat
dia susah mendapat kerja, tabungannya ludes untuk keperluan hidup
sehari-hari dia dan keluarga. Bahkan, keluarga Karpman kini harus
menanggung utang ratusan ribu dolar dan rumah mewah terancam disita pihak 
kreditur.. 

Mereka pun tak mampu menanggung biaya pendidikan anak-anak di sekolah swasta
yang mencapai US$30.000 (Rp 352,3 juta). Namun mereka bersyukur ada
seorang dermawan yang membantu membiayai uang sekolah anak-anak mereka
hingga tahun depan.  

Maka, Karpman sudah bertekad, kerja
apapun akan dia lakukan, asalkan mendapat uang. Dia pun bersedia turun
derajat. Karpman tak lagi mencari posisi-posisi yang tinggi, maka dia
sempat melamar sebagai bartender (peramu minuman), namun ditolak.
Istrinya, Stephanie, kini juga akan menjual baju-bajunya yang
bertumpuk-tumpuk di lemari pakaian di toko-toko loak.  

Akhirnya Karpman mendapat kerjaan baru. Namun, bukan lagi sebagai eksekutif, 
melainkan sebagai pengantar
 pizza (roti isi khas Italia) di restoran Mike's Pizza & Deli di kota 
Clearwater.

Pemilik restoran, Mike Dodaro, bingung saat melihat Karpman datang ke tempatnya 
untuk wawancara kerja dengan mengendarai mobil mewah Mercedes Benz. Dodaro pun 
terkejut saat membaca CV (riwayat pendidikan dan pekerjaan) Karpman. 


Untuk
menjadi pengantar pizza dari rumah ke rumah tak perlu harus bergelar
MBA dan berpengalaman sebagai manajer pialang saham. Dengan kata lain,
Karpman tergolong over-qualified (bobot pendidikan dan pengalaman kerja
terlalu tinggi untuk posisi kerja yang dia lamar).
 
Namun,
Karpman tetap mengambil lowongan itu. Dia rela kini digaji US$7,29 atau
sekitar lebih dari Rp.85.000,- per jam - belum termasuk tips. Karpman
pun tak peduli dengan reaksi istrinya yang kaget dengan profesi
suaminya saat ini. 

"Menurut saya, yang paling buruk adalah saat datang ke teman sambil berkata, 
'boleh pinjam uangmu?' Menjadi pengantar pizza pun sudah kemajuan," lanjut 
Karpman. 


Pada 25 Mei 2009 21:52, arie prawiro <arieprawiro@ yahoo.com> menulis:


















    
            
            


      
      



        Get your new Email address!  

Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
 

      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke