Refleksi : Di dalam negeri dipakai  untuk kampanye merebut kursi empuk pembawa 
rejeki. Di luar negeri di Moskow dipakai untuk bedak propaganda memperindah 
muka bopeng.  Laskar Jihad Sunnah Wal Jamaah dan konco-konconya  itu siapa yang 
mengirim?  Korban  jiwa di Maluku lebih 10.000 jiwa.  Pengungsi  akibat konflik 
 500. 000 jiwa. Berapa banyak di Poso? Maluku Utara? 


http://www.sinarharapan.co.id/detail/article/konflik-poso-dan-ambon-dibahas-dalam-dialog-antaragama-di-moskow-1/

Sabtu 30. of Mei 2009 13:30 
Konflik Poso dan Ambon Dibahas dalam Dialog Antaragama di Moskow


Moskow - Indonesia dinilai berhasil dalam menghentikan dalam penyelesaian kasus 
bermotif agama seperti di Ambon dan Poso. Karenanya, dua isu ini akan menjadi 
salah satu bahasan penting dalam Dialog Antaragama (Interfaith Dialogue) antara 
Indonesia dan Rusia di KBRI Moskow, 1-2 Juni 2009.Film berdurasi sepuluh menit 
tentang asal muasal, penderitaan hingga penyelesaian konflik di Ambon dan Poso 
akan diputar mengawali kegiatan dialog yang akan digelar di Wisma Duta, Moskow.





     
"Film ini bermaksud menunjukkan kepada kalangan umum di Rusia bahwa melalui 
mediasi pemerintah bersama pemuka masyarakat, konflik yang mengerikan itu bisa 
dihentikan. Tanpa kebersamaan maka sulit dibayangkan munculnya solusi," kata 
Dubes Hamid Awaludin yang juga kebetulan sebagai salah satu mediator dalam 
konflik tersebut.


Hamid menolak anggapan bahwa kasus seperti Ambon dan Poso dapat mudah selesai 
tanpa campur tangan pemerintah, atau diserahkan sepenuhnya melalui mekanisme 
adat atau yang berlaku umum di masyarakat. Bila dibiarkan terus maka kasus 
seperti Ambon dan Poso akan mengganggu pembangunan, kestabilan dan bahkan 
keutuhan bangsa. "Konflik ini sangat serius dan pemerintah harus turut serta 
menyelesaikannya. Yang diperlukan dalam hal ini adalah pendekatan pemerintah 
harus pas dan tepat, yakni peningkatan keamanan di lapangan, negosiasi, 
rehabilitasi ekonomi serta pembauran" tambahnya.

Pelajaran
Konflik Ambon dan Poso merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi bangsa 
Indonesia yang sekaligus dapat dibagi kepada negara lain seperti Rusia. 
Meskipun berbeda, Rusia juga terdiri atas multietnik dan agama yang kadang kala 
menghadapi masalah serupa. Kasus Chechnya misalnya, adalah contoh konkret 
bagaimana kesatuan nasional nasional bisa terkoyak karena sentimen agama.
Di Rusia sendiri saat ini mayoritas rakyatnya beragama Kristen Ortodoks dengan 
berbagai kelompok minoritas seperti muslim, Hindu, Buddha dan Yahudi. Jumlah 
umat muslim di Rusia cukup besar yakni mencapai 23 juta dari 141 juta penduduk 
Rusia. Keberadaan mereka dikelola oleh Dewan Mufti Rusia yang saat ini dipimpin 
Mufti Gaynutdin. Rusia juga menjadi negara peninjau dalam Organisasi Konferensi 
Islam (OKI).


Menurut M Aji Surya, Konselor KBRI Moskow yang sekaligus Koordinator Substansi 
acara tersebut, suasana keterbukaan sengaja diciptakan dalam pertemuan di ujung 
bumi utara tersebut agar manfaat yang diraih semakin besar. Hal ini menjadi 
makin penting karena interaksi antara kedua bangsa semakin intens, baik di 
kalangan pemerintahan maupun people-to-people contact. Tahun lalu terdapat 
65.000 turis Rusia datang ke Indonesia. 


Acara dialog antaragama dihadiri para pemuka agama dari Indonesia seperti KH 
Hasyim Muzadi, Prof Dr Franz Magnis Suseno, Pendeta Natan Setiabudi, Prof Dr 
Bahtiar Effendy, Ignas Kleden dan  juga Dirjen IDP, Andri Hadi. 
Sementara dari Rusia akan hadir atau menjadi pembicara antara lain Wakil Menlu 
Aleksey N Borodavkin, Direktur Center for Arab and Islamic Studies Prof Dr 
Naumkin, Grand Mufti Rusia, Ravil Gaynutdin, Ketua Komunitas Protestan Rusia 
Riahovsky Sergey dan Wakil Kepala gereja ortodoks Pendeta Georgy Ryabykh.
(pr/nat)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke