Refleksi : Mengapa mereka ini tidak ke Iran, UAE atau Saudia Arabia yang lokasinya dekat dan juga kaya raya serta kehidupan sehari-hari tidak berbeda jauh, teteapi ke Indonesia yang rakyatnya hidup senin kemis. Kalau mau ke Puncak itu masalahnya lain lagi.
http://www.sinarharapan.co.id/cetak/detail-cetak/article/kapal-karam-16-imigran-gelap-afghanistan-tewas/ Sabtu, 30 Mei 2009 13:45 Kapal Karam, 16 Imigran Gelap Afghanistan Tewas Pekanbaru - Hasil pencarian tim SAR gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Air (Satpolair) Kepolisian Resor (Polres) dan TNI AL Rokanhilir, hingga Jumat (29/5) malam, jumlah imigran gelap asal Afghanistan yang tewas akibat kapal yang mereka tumpangi karam, menjadi 16 orang. "Kami sudah menemukan 16 mayat korban kapal karam di perairan Pulau Halang, Kecamatan Kubu. Sabtu pagi ini kami akan lanjutkan pencarian, karena berdasarkan keterangan dari korban yang selamat, masih ada empat orang lagi yang hilang," ujar Lettu Mufit, Danposal TNI AL Bagansiapiapi yang dihubungi SH, Sabtu (30/5) pagi, melalui telepon selulernya. Mufit mengatakan, pencarian dihentikan pada malam hari karena di samping sulit, juga terbatasnya penerangan. Cuaca juga tidak bersahabat. Perairan Bagansiapiapi waktu itu tengah ditutupi kabut asap dan ombak laut cukup tinggi. "Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, kami terpaksa menghentikan pencarian," ujarnya. Hal senada diungkapkan Kapolres Rokanhilir AKBP Rohmad Nursaid. Dia memastikan dengan adanya temuan sembilan mayat lagi berarti korban bertambah menjadi 16 orang. Ini karena sehari sebelumnya ditemukan tujuh mayat yang seluruhnya merupakan imigran gelap asal Afghanistan. Rohmad mengatakan, dari 16 korban meninggal, lima di antaranya sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bagan Jawa Hilir, Kecamatan Bagan Jawa, Rokanhilir. Prosesi pemakaman korban mengikuti cara Islam karena mereka memang muslim. Sebelum dikebumikan lima korban dimandikan, dikafani dan disolatkan di Masjid Raya Bagansiapiapi. Sepuluh mayat lagi sudah dievakuasi ke RSUD Bagansiapiapi untuk diidentifikasi. Satu mayat lagi masih berada di Pulau Halang dan menurut rencana Sabtu pagi ini akan dibawa ke Bagansiapiapi, ibu kota Kabupaten Rokanhilir. Kapolres Rokanhilir menyebutkan, temuan mayat akan diidentifikasi. Setelah itu, nama-nama korban yang baru ditemukan akan diserahkan kepada pihak Imigrasi Bagansiapiapi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokanhilir akan berkoordinasi dengan Imigrasi untuk prosesi pemakaman. Sementara itu, 16 korban selamat saat ini ditampung di Kantor Imigrasi Bagansiapiapi untuk proses selanjutnya. Kepala Imigrasi Kelas II Bagansiapiapi, Hari Putra Wibowo mengatakan, karena masuk ke Indonesia tidak menggunakan dokumen keimigrasian, mereka tetap diproses. Setelah berkoordinasi dengan Imigrasi Kanwil Dephukham Riau di Pekanbaru, pihaknya akan menyerahkan para imigran Afghanistan yang selamat ini kepada Badan PBB yang mengurusi pengungsi, UNHCR, yang perwakilannya ada di Jakarta. Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah kapal motor yang mengangkut 36 imigran gelap asal Afghanistan tenggelam di perairan Pulau Halang, Kecamatan Kubu karena menabrak tiang bubu (sejenis alat penangkap ikan, Red) milik nelayan. Menurut salah seorang awak kapal, mereka tidak melihat tiang bubu itu karena cuaca di perairan yang berhadapan langsung dengan Selat Melaka itu sedang ditutupi kabut asap. (denny winson) [Non-text portions of this message have been removed]

