http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/05/28/4340.html
Kamis, 28 Mei 2009, 17:01:47 WIB
SBY Dalam Dialog Budaya di TIM
Indonesia Modern dan Maju, Tanpa Kehilangan Jati Diri Bangsa
SBY dan Boediono saat tampil dalam dialog budaya di Taman Ismail Marzuki, hari
Kamis (28/5) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2009
menjelaskan bahwa visi kebudayaannya lima tahun mendatang tiada lain adalah
ingin negara kita di masa depan memiliki jati diri, karakter, dan budaya
nasional yang menjadi pilar dan dorongan agar Indonesia menjadi negara yang
maju, bermartabat dan sejahtera. "Indonesia modern dan maju, tanpa kehilangan
jati diri dan karakternya. Itu adalah kurang lebih yang ingin kita capai," kata
SBY dalam acara dialog kebudayaan di Taman Ismail Marzuki, Kamis (28/5) sore.
Tampil pula Calon Presiden Boediono.
"Mencapai itu diperlukan strategi, aksi, langkah-langkah yang kongkrit, baik
pada tingkat nasional maupun di tingkat daerah," ujar SBY. SBY mengangkat
beberapa agenda yang harus dilanjutkan kedepan. Pertama, bagaimanapun,
karakter, jati diri dan budaya bangsa harus diperkuat dengan cara yang tentu
dapat kita pilih. Kedua, sesuai dengan UUD, iklim harus kita pelihara untuk
orang bisa berekspresi dan berkreasi dengan luas. Ketiga, ekonomi kreatif,
ekonomi berbasis budaya harus kita letakkan pada konteksnya yang benar,
tambahnya.
"Bukan komersialisasi budaya untuk tujuan yang negatif, tetapi bagaimana
keunggulan kita harus didayagunakan untuk kemakmuran rakyat dan untuk
kesejahteraan pelaku budaya itu sendiri, yang barangkali belum mendapatkan
atensi yang sungguh-sungguh," jelas SBY. Keempat, bagaimana kita memberikan
apresiasi kepada seni, ilmu, budaya, termasuk kepada seniman, ilmuwan, dan
budayawan dengan berbagai cara.
"Kita ingin bangsa kita memiliki satu karakter sebagai bangsa yang unggul. Kita
sering selalu pesimis, padahal nilai yang unggul kalau kita selalu optimis,
berpikir positif, memiliki jiwa toleransi, bersatu. Itu adalah nilai-nilai
budaya unggul yang harus kita kembangkan," SBY menjelaskan.
Di atas segalanya, SBY memberikan hormat, apresiasi, dan kekagumannya kepada
para seniman dan budayawan yang sangat gigih dan kadang-kadang tanpa pamrih
memelihara dan mengembangkan budaya kita. "Semangat para seniman dan budayawan
kita inilah yang mendorong kita untuk berbuat lebih baik lagi," lanjutnya.
Dalam dialog tersebut SBY juga mengingatkan bahwa dalam Undang-undang Dasar
amat jelas bahwa tugas negara adalah memajukan kebudayaan nasional di tengah
peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat untuk memelihara,
melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya. "Kita juga ditugaskan oleh
konstitusi untuk menghormati bahasa," tegas SBY.
Hadir dalam dialog yang akan disiarkan Metro TV nanti malam antara lain Taufik
Ismail, Taufik Abdulah, Abdul Hadi WM, Komaruddin Hidayat, Radhar Panca Dahana,
Norca M. Massardi, dan Putu Wijaya. (osa)
[Non-text portions of this message have been removed]