http://www.antaranews.com/view/?i=1243781430&c=SBH&s=BUK
Penulis Jerry Gray Mualaf yang Cinta Indonesia
Minggu, 31 Mei 2009 21:50 WIB
Bekasi (ANTARA News) - Jerry D Gray, penulis sejumlah buku laris, ternyata
seorang mualaf yang sangat mencintai Indonesia dengan mengurus naturalisasinya
dari warga AS ke WNI, menikah dengan orang Indonesia dan menetap di Jakarta.
"Bagi saya Indonesia itu ibarat surga. Saya sudah ke banyak negara dan di sini
saya mendapatkan kedamaian bergaul dan berinteraksi sosial dengan komunitas
Muslim terbesar di dunia," ujar Jerry, di Bekasi, Minggu.
Beristrikan seorang perempuan Tasikmalaya dan dikaruniai seorang anak laki,
Jerry menyatakan memiliki banyak kegiatan di Indonesia yang membuat dia makin
betah yaitu memberikan pengajian, berbagi pengalaman dan menulis buku.
Tidak banyak orang yang menyangka Jerry D. Gray, warga AS yang pernah menjadi
prajurit angkatan udara negara adidaya itu, ternyata seorang mualaf yang tekun
beribadah.
Jerry mengatakan, menjalankan ajaran Islam secara kaffah sebagaimana diajarkan
dalam kitab suci Al`Quran. Semua itu baru terlaksana setelah berproses dalam
waktu cukup lama.
Bagi penulis sejumlah buku di antaranya "Deadly Mist", "Demokrasi Barbar ala
AS` dan "Dosa-dosa Media Amerika" itu, ketertarikan terhadap Islam dimulai
justru dari tanah Arab tempat ajaran Islam itu sendiri pertama kali diturunkan
kepada Rasul Allah SWT.
Sebagai AU yang ditugaskan di Arab Saudi, ia melihat betapa khusyuk dan
ikhlasnya orang menjalankan shalat hingga mau meninggalkan segala aktivitas
mereka termasuk berkaitan dengan uang sekalipun.
"Ketika mengalun suara adzan, dipinggir jalan orang pada shalat, karyawan toko
dan mall semua shalat dan barang dibiarkan begitu saja namun tidak ada yang
hilang. Semua melaksanakan shalat dengan khusuk," ujar Jerry, yang pernah
selama 2,5 tahun menjadi wartawan di sebuah TV swasta di Indonesia itu.
Ia menjadi bingung sekaligus takjub. Setelahnya kesadaran untuk mengenal ajaran
Islam langsung tak tertahankan. Ia melihat cahaya iman justru setelah melihat
orang-orang melaksanakan Shalat.
Jerry mengaku ketika pertama kali memegang kitab suci Al Qur`an badannya
langsung merinding, ketika akan membaca hatinya bergetar dan sejurus kemudian
suara tangis mengiringinya membaca terpatah-patah ayat Al Qur`an.
Setelah hatinya merasa mantap ia kemudian memilih menjadi mualaf di Arab Saudi.
Keislamannya belum serta merta jadi mantap. Ia pertama kali hanya melaksanakan
shalat dua kali dalam seminggu.
"Ketika tertimpa musibah saya bawa shalat, ternyata saya dapatkan ketenangan
dan musibah hilang. Setelah itu saya makin rajin shalat," ujar Jerry yang kini
berisitrikan wanita asal Tasikmalaya Jabar itu.
Kini dalam kesehariannya, Jerry seringkali dimintai pandangan-pandangannya
tentang Islam, demokrasi, dan terorisme. "Islam itu agama rahmatan lil alamin
dan orang Islam bukanlah teroris," ujar ayah satu anak itu.
Bagi mantan wartawan CNBC itu, Indonesia sebagai negara dengan populasi Islam
terbesar di dunia merupakan surga yang ada di dunia. Ia pun kini tengah
mengurus naturalisasi dengan menjadi WNI sebagai ranah perjuangannya terhadap
Islam.
(*)
[Non-text portions of this message have been removed]