http://www.antaranews.com/view/?i=1243866481&c=TEK&s=SAI

LIPI Kembangkan Baterai Lithium Keramik Mobil Hibrida

Senin, 1 Juni 2009 21:28 WIB 

Jakarta (ANTARA News) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan 
baterai lithium berbahan keramik padat yang lebih tahan panas untuk digunakan 
pada kendaraan masa depan berbahan bakar listrik fuel cell.

"Baru LIPI yang sudah berhasil mengembangkan baterai lithium dari komposit 
material gelas keramik di dunia ini, seperti dari pecahan kaca. Dengan demikian 
sistem fuel cell tidak lagi memerlukan sistem pendingin," kata Peneliti 
Material dan Komposit Pusat Penelitian Fisika LIPI, Dr Bambang Prihandoko di 
Jakarta, Senin.

Dunia mobil hibrida sampai saat ini, lanjut Bambang, masih menggunakan baterai 
lithium dari polimer padat yang kekurangannya tidak tahan panas, sementara 
baterai lithium dari keramik mampu menahan panas sampai 200 derajat Celcius 
sehingga tidak diperlukan sistem pendingin.

"Sistem pendingin masih membutuhkan tempat lagi dan biaya lagi di kendaraan," 
katanya.

Sel baterai lithium dari keramik dengan 3,3 volt dan 200 mili ampere itu 
nantinya akan diserikan dan diparalelkan sehingga kemampuannya meningkat untuk 
mengganti listrik fuel cell selama dua jam bagi kecepatan kendaraan 100 km per 
jam.

Baterai yang dikembangkan pihaknya itu, jelasnya, sudah dalam bentuk prototipe 
dan sudah dipatenkan sehingga sudah bisa diproduksi secara massal.

Ia mengakui, baterai lithium masih belum diujicobakan pada kendaraan listrik 
fuel cell buatan LIPI (Marmut LIPI) yang masih menggunakan aki konvensional 
(lead acid).

"Berat baterai lithium hanya seperlima berat aki. Tahun depan akan kita ganti 
aki di Marlip dengan baterai lithium ini sehingga Marlip menjadi jauh lebih 
ringan," katanya.

Tanpa baterai lithium, urainya, kendaraan listrik dengan sistem fuel cell tidak 
bekerja sebagaimana mestinya di mana kecepatan konstan, tidak bisa bergerak 
lebih cepat.

Mobil hibrida yang dilengkapi sistem fuel cell ramah lingkungan, sejak dua 
dekade belakangan mulai banyak diperkenalkan. Hampir seluruh produsen kendaraan 
bermotor juga meluncurkan jenis mobil hibrida yang selain menggunakan sumber 
energi premium, juga menggunakan energi listrik.

Saat ini para produsen mobil hibrid sedang berlomba-lomba menciptakan baterai 
yang aman, bertenaga, tahan lama, ringan, dan cepat diisi ulang sambil 
memaksimalkan kemampuan baterai lithium-ionnya.

Prinsip kerja sistem fuel cell yakni menggunakan proses elektrokimia di mana 
hidrogen dan oksigen digunakan sebagai bahan bakar. Komponen utama fuel cell 
terdiri dari elektrolit berupa lapisan khusus yang diletakkan di antara dua 
buah elektroda.

Proses kimia yang disebut pertukaran ion terjadi di dalam elektrolit ini dan 
menghasilkan listrik serta air panas, sehingga fuel cell menghasilkan energi 
listrik tanpa adanya pembakaran dan tidak ada polusi. (*)



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke