http://sains.kompas.com/read/xml/2009/06/01/23301448/mekarsari.kuasai.teknologi.budidaya.melon.kotak
Mekarsari Kuasai Teknologi Budidaya Melon Kotak
JAKARTA, KOMPAS.com - Taman Wisata Mekarsari, yang merupakan taman wisata
dengan koleksi buah tropis berhasil menemukan teknologi budi daya melon kotak
(Cucumis melo). General Manager Taman Wisata Mekar Sari, Hari Tanjung,
mengatakan, temuan ini merupakan simbol bahwa Mekarsari sebagai pusat
penelitian buah tropis akan terus menghasilkan temuan-temuan barunya di bidang
pertanian.
"Tamansari juga siap membagikan temuanya yang baru itu kepada masyarakat luas,"
kata Hari kepada 33 finalis Miss Indonesia 2009, di Tamansari, Senin (1/6).
Selain itu, tim ahli tanaman di Taman Mekarsari sebelumnya juga telah menemukan
banyak temuan-temuan baru di bidang tanaman dan buah-buahan.
Di antaranya, berhasil membidani temuan baru seperti nangkadak silangan antara
nangka dan cempedak, jambu air citra, dan jambu biji tanpa biji.
Kepala Divisi Pengembangan Proyek Khusus, PT Mekar Sari, DR. Moh Reza
Tirtawinata, mengatakan, keberhasilan ahli-ahli Mekarsari membidani melon kotak
itu lebih baik dari semangka kotak yang dikembangkan Jepang.
"Karena semangka tersebut kurang manis, tidak seperti aslinya, sehingga ada
sifat semangka yang hilang," katanya. Sedangkan melon kotak tetap memiliki rasa
manis dan renyah seperti aslinya.
Harga buah melon kotak juga punya nilai ekonomi tinggi. Untuk melon biasa
seharga Rp 15.000/kg, tetapi melon kotak harganya mencapai Rp150.000 per buah.
Menurut dia, teknologi merubah bentuk melon tersebut akan disampaikan kepada
masyarakat, terutama petani agar dapat meningkatkan kesejahteraannya.
"Dalam merubah satu melon berbentuk kotak, diperlukan dua sampai tiga kali
pergantian kotak untuk menyesuaikan berat dan besar melon, tidak langsung
berhasil," katanya.
WAH
Sumber : Antara
[Non-text portions of this message have been removed]