Assalamualaikum wr wb
 
Salam Sejahtera,semoga kita semua dapat
diselamatkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa baik di dunia maupun di akhirat
nanti.tulisan ini semoga menjadikan kita semua dewasa&matang dalam
menilai,melihat apa jua yg sdg terjadi disekitar kita termasuklah
bencana yg melanda saudara2 kita di jawa timur sana.
 
kalau kita katakan saudara berarti itu adlh bagian dr diri kita,bagian dr tubuh 
kita maka jk sakit salah satu
bagian dr tubuh kita atau bagian dr salah satu diri kita tentulah kita
akan meng "aduh" sekalipun bukan di tempat yg mengaduh td.cobalah
bayangkan kesakitan saudara2 kita telah berlarut2 shg ke hari ini.
 
mudah2
an anda mjd org pertama yg menyampaikan pesanan tulisan dr seorang ahli
zikir agung zaman ini sekaligus beliau adlh seorang ahli sufi besar
dizaman ini.artinya kedekatannya dg Tuhan Sang pencipta kita(makhluq)
semua&jg seluruh alam ini,apapun jenis
rintihan,doa&permintaanya sgtlah diperhatikan(Insya
Allah)dimakbulkan oleh Nya.
 
mhn maaf diatas segala kekurangannya dlm pengiriman artikel ini.mhn maaf lahir 
dan bathin minal aidzin wal faizin.
 
 
wassalam,
hormat saya,
 
 
 
 
 
mohamat safiri
0819 7671913



















Lumpur Panas Sidoarjo : Menyelesaikan Masalah dengan Cara Tuhan

 




 

Bubble gas dan blow out yang terjadi di sekitar Sidoarjo telah menjadi
bencana nasional yang melibatkan dan meletihkan semua penduduk Indonesia. Suka
atau tidak suka ini adalah rentetan bencana yang bertubi-tubi menimpa bangsa
Indonesia. Tsunami, gempa bumi, gunung berapi meletus, banjir, telah mengambil
korban nyawa manusia dan harta yang banyak serta membuat kita semua letih. Yang
lebih menyedihkan lagi kita sudah tidak faham hikmah dan maksud Allah memberi
peringatan melalui bencana itu kepada kita. Tidak ada satupun pemimpin atau
ulama yang berwibawa dengan tegas mengatakan semua yang terjadi ini erat 
kaitannya dengan dosa-dosa dan
kesalahan kita pada Allah. 

 

Padahal Rasulullah SAW, pernah mengungkapkan bahwa bila seorang tertusuk
duri kakinya maka ada beberapa maksud Allah kepada dia. Yang pertama sebagai
peringatan dari Allah untuk menginsyafkan dia karena selama ini dia lalai dari
Allah. Yang kedua sebagai penghapusan dosa dia dan yang ketiga untuk
meningkatkan derajat dia di sisi Allah (jika dia tidak berdosa). Sedang kepada
orang yang tidak beriman, ujian itu merupakan satu bentuk hukuman Allah kepada
dia di dunia sebelum dihukum di Akhirat kelak. Yang menyedihkan kita semua,
berbagai bencana yang telah menimpa bangsa kita tapi kita belum sungguh-sungguh
menjadikannya sebagai momentum untuk menginsyafkan kita, betapa jauhnya kita
dari kehidupan yang Allah kehendaki dan belum meningkatkan iman taqwa kita
kepada Allah. Kita khawatir berbagai bencana yang merupakan peringatan dari
Allah kepada kita akan datang lagi dalam berbagai bentuk.

 

Bukankah kejadian ini adalah sejarah yang berulang di era nabi/ rasul/
mujaddid? Lihat fenomena blow out lumpur Lapindo, yang kita semua tidak bisa
berbuat apa-apa dengan lumpur tersebut. Makhluk hidup apapun di sekitar lumpur
panas tersebut tidak mau hidup, bahkan burung pun tidak mau terbang. Kejadian
ini hampir mirip dengan kisah laut mati di Jordan di mana ikan, burung, tidak
ada yang mau hidup di laut mati karena laut mati bukan lah air laut tetapi air
dari dalam perut bumi, yang dengan kuasa Tuhan dibalikkan karena kemungkaran
umat manusia pada masa itu (kaum Sodom) yang tidak mau mengikuti kebenaran yang
dibawa oleh Nabi Luth sebagai Utusan Tuhan kepada mereka. 

 

Banyak sudah analisa, penelitian, seminar, oleh
para ahli-ahli di bidangnya yang mencoba untuk menutup lemparan liar sumur
lumpur. Tapi sudah hampir empat bulan ini, belum ada tanda-tanda sukses.
Malahan yang berkembang adalah, sebab itu yang dibesar-besarkan. Sementara 
penduduk yang kehilangan rumah dan
sawah, juga merupakan masalah sosial tersendiri apabila masing-masing tidak
redho atas ketentuan yang berlaku di luar kehendak manusia. Padahal sebab itu 
terjadi juga dengan izin
Tuhan. Kita khawatir, mereka bukan saja kehilangan harta benda dan tempat
tinggal, tetapi juga kehilangan berbagai sifat mulia yang diperintahkan Allah
seperti sabar, pemaaf, redho dengan ketentuan Allah, tawakkal dengan Allah dan
lain-lain. Yang lebih berbahaya lagi bila mereka kehilangan keyakinan dengan
Allah. Akhirnya rugi di dunia dan rugi di Akhirat.

 

Mari kita andaikan, kalau sumur lumpur ini, tidak
dapat dihentikan, oleh siapapun kecuali memang Tuhan kehendaki, apa akibat yang
akan terjadi :

-Porong akan tenggelam dengan dead area (lihat
kisah laut mati, Quran).

-Sifat asli dalam perut bumi porong berubah
(tekanan, temperature, kedalaman, dan lain lain), ini akan membawa perubahan
struktur lapisan bumi di atasnya. Inilah sunnatullah (material balance, istilah
yang dipakai dalam petroleum industry). Jalan toll (sudah terjadi), jalur
kereta api (jalur krisis), pipa-pipa transportasi gas pun akan terganggu.
Posisi yang berubah akan berdampak pada hitungan ‘pressure loss’ dalam pipa
yang berubah, sehingga ‘deliverability sales gas’ sangat mungkin berubah. Tentu
saja ini akan berdampak pada suplly dan demand dari producer dan buyer. 

-Andaikan dalam setahun tidak dapat dihentikan,
maka kalau 360 ha/4 bulan, untuk 1 tahun mungkin bisa 1000 ha++ dalam kubangan
lumpur atau paling tidak rembesan nya, selama tekanan di bawah masih cukup
untuk menendang aliran lumpur keatas. Bisa jadi Surabaya/jawa timur sebagian
menjadi daerah mati (panas, dan beruap).

-Dampak social dan accident ruhani, faktor
kejiwaan, untuk penduduk sekitar, pemimpin, ulama, tanpa pimpinan Allah akan
menjadi rawan dan sangat menakutkan. Manusia bisa kehilangan iman apabila tidak
memahami apa makna hakekat bencana ini.

 

Jelas sudah, bagi orang yang dekat dengan Allah,
ini adalah suatu bencana yang memang Allah kehendaki, karena kita selama ini
sudah lalai, agar kita semua kembali kepada Nya. Sudah sekian lama, kita lebih
membesarkan selain-Nya, padahal kita hidup di atas bumi-Nya bernapas dengan 
udara
ciptaan-Nya, tapi kita sombong dang ingkar pada-Nya. Sehingga Allah hantar
tentara-Nya, yang taat setia akan perintah Allah, untuk menghancurkan hamba-Nya
yang lalai dan ingkar kepada-Nya. Lumpur, air, gunung, tumbuh-tumbuhan adalah
makhluk Allah juga yang selalu berzikir pada Tuhannya. Dentuman ‘drilling bit’
Lapindo adalah sebab saja. Yaitu tepat mengusik /mengena pada rekahan
(fracture) lapisan bumi yang terhubung dengan sumber gas/lumpur/air. Akidah
kita, demikian rusaknya, termasuk yang Islam, bahwa sebab itulah yang
dibesarkan, bukannya lagi kuasa  Tuhan
yang menjadikan ‘sebab itu berlaku’. 

 

Demikianlah respon dari Abuya Syeikh Imam Ashaari
Muhammad At Tamimi, seorang sufi besar, Mursyid, pejuang Islam di zaman ini,
mengulas tentang tragedi Lapindo. Sebagai orang yang diberi faham akan
benda-benda tersirat oleh Allah di zaman ini, Abuya Syeikh ikut prihatin dengan
banyaknya peringatan Tuhan kepada umat Islam di seluruh dunia pada akhir-akhir
ini, seperti yang sekarang terjadi di 
Irak, Libanon, dan Indonesia yang ditimpa berbagai bencana. Beliau
sering menangis memikirkan nasib umat Islam yang terzalimi, baik yang terzalimi
secara lahiriah lebih-lebih lagi secara batiniah, karena mereka tidak
dikenalkan kepada Tuhan. Bahkan Abuya Syeikh ikut ambil bagian dalam
usaha-usaha menyelesaikan masalah manusia di zaman ini, terutama dalam
menyelamatkan rohani mereka. Seperti peristiwa Tsunami di Aceh, Abuya Syeikh
telah menerbitkan sebuah buku yang menjelaskan tentang hikmah di sebalik
Tsunami, dengan judul “Tsunami pembawa pesan dari Tuhan”. Dan untuk bencana
Lumpur Lapindo yang sudah berlarut-larut ini, Abuya Syeikh telah mengarahkan
wakilnya di Indonesia membentuk Tim khusus untuk melakukan operasi rohani
dengan usaha-usaha taqwa dan keramat orang Tuhan, sebagai bantuan secara resmi
kepada pemerintah Indonesia untuk bersama-sama mengatasi semburan lumpur
tersebut, di bawah panduan langsung Abuya Syeikh dari jauh (Malaysia). 

 

Di era Nabi Samuel, pada bangsa Israel setelah
ditinggal Nabi Musa, pernah terjadi krisis kepemimpinan, yaitu tidak adanya
pemimpin umat (ruhani) yang bisa menyatukan dan menyelesaikan masalah di
kalangan bani Israel, lantas pemuka-pemuka bani Israel meminta panduan dan
nasehat kepada orang Allah di zaman itu yaitu Nabi Samuel. Maka nabi Samuel
berdoa pada Tuhan untuk melantik seorang pemimpin kepada bani Israel sebagai
penyelamat. Ternyata Tholut, adalah pemimpin yang Tuhan pilih, walaupun
pemuka-pemuka bani Israel menolaknya karena Tholut berasal dari rakyat biasa
dan bukan dari kalangan bangsawan, tapi ia tetap berjuang akhirnya menuai
kemenangan dengan bantuan Tuhan atas karomah Tholut sebagai seorang pemimpin
yang bertaqwa. Nabi Daud adalah salah satu yang kekal bersama dalam pimpinan
Tholut di masa itu. Kisah ini diceritakan dengan jelas dalam Al Qur’an Surat Al
Baqarah : 246-247.

 

Mengapa kita tidak mengambil pelajaran dari kisah
ini? Dalam Al Qur’an Allah memerintahkan kita untuk bertanya, meminta panduan
dan nasehat kepada ahli zikir jika kita tidak mengetahui. Ayat ini tidak 
membataskan
bahwa hanya soal-soal tauhid, ibadah dan akhlak saja yang mesti kita tanyakan
kepada ahli zikir yaitu orang yang hatinya senantiasa bersama Allah.  Artinya 
dalam semua aspek kehidupan, karena
Islam itu mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, kita mesti bertanya,
merujuk dan meminta panduan kepada orang Allah.

 

Mari kita semua menanggalkan ego, jabatan, akal
sekuler, dan mencoba untuk mengambil sikap seperti rakyat Nabi Samuel di masa
itu. Artinya, untuk saling selamat dan menyelamatkan, kita cari ahli zikir di
zaman ini untuk mengetahui hikmah tersirat dari Allah kepada bangsa kita dengan
memberi bencana di antaranya Lumpur panas dan bagaimana menyelesaikannya. Abuya
Syeikh Imaam Ashaari Muhammad At Tamimi pemimpin Rufaqa’ Corporation Sdn Bhd
dari Malaysia diakui oleh banyak ulama-ulama besar dunia sebagai salah seorang
ahli zikir terbesar di zaman ini. Marilah kita minta panduan beliau untuk
menyelesaikan masalah ini. 

 

Karena secara teknis dan logik akal sudah mentok, sudah sulit dicari
struktur model rekahan mana yang harus disumbat untuk menutup aliran lumpur.
Tragedi ini sudah bukan kuota para pakar geologi dan minyak, bupati, gubernur,
menteri bahkan wapres sekalipun, tetapi sudah kuota para wali-wali Allah.
Dengan karomah Abuya Syeikh sebagai orang Allah di zaman ini maka Insya Allah,
aliran lumpur akan ditutup. Dengan doa, dan karomah yang Tuhan bagi pada beliau
sebagai pemimpin ruhani di zaman ini, Insya Allah, penduduk Sidoarjo, pemimpin,
ulama, dan kita semua akan mendapatkan iman dan kasih sayang kembali dari
Tuhan. Mari kita berdoa dan bertaubat untuk hal ini. 

 








Abuya Syeh Imam Shaari
Muhammad Attamimi :

 

Akibat Melupakan Tuhan

 

Apabila manusia ramai melupakan Tuhan

Syariat Tuhan dilanggarnya

Siang dan malam, maksiat dan kemungkaran  dilakukan di bumi Tuhan

Maka kemurkaan Tuhan pun datang

Untuk menghukum manusia yang sudah derhaka kepada
Tuhan

Maka Tuhan pun datangkan berbagai-bagai bala
bencana

Untuk mengazab manusia yang sudah durhaka dengan
Tuhan

Tuhan lakukan 
sesama manusia pergaduhan dan peperangan

Tuhan lakukan bencana alam  yang berbagai-bagai bentuknya

Untuk menyusahkan manusia  yang sudah derhaka kepada Tuhan

Bah, banjir, gunung berapi meledak

Gempa bumi terjadi, tsunami berlaku

Memusnahkan manusia, harta dan pembangunan

Berlaku kecelakaan di udara, di jalan raya, dan di
lautan

Dan perkara-perkara itu terus Tuhan lakukan

Selagi manusia tidak kembali kepada Tuhan

 

Tetapi kita heran

Sepatutnya malapetaka itu berlaku 

Disebabkan kemurkaan Tuhan

Sepatutnya para pemimpin Islam dan ulama-ulama  

Mengingatkan manusia kembali kepada Tuhan

Dan manusia bertaubat sungguh-sungguh kepada Tuhan

Agar kemurkaan Tuhan reda semula kepada insan

 

Tetapi tidak ada seorang pemimpin Islam

Dan ulama-ulama Islam membuat ingatan

Agar manusia kembali merujuk kepada Tuhan

Agar bala bencana itu yang menyusahkan manusia

Dihentikan oleh Tuhan

 

Bukankah Tuhan telah menyebut didalam Al-Quran

Umat-umat dahulu dimusnahkan Tuhan dengan berbagai-berbagai cara

Untuk menghukum mereka agar mereka kembali Tuhan

Sepatutnya pengajaran didalam Al-Quran itu

diambil oleh manusia sebagai pengajaran

Dan para pemimpin-pemimpin Islamlah 

dan ulamak-ulamak Islam

Mengingatkan manusia yang derhaka kepada Tuhan

akan Tuhan datangkan berbagai bencana 

Seperti apa yang Tuhan lakukan

Kepada umat-umat yang dahulu yang diceritakan oleh Al-Quran

 

Moga-moga dengan peringatan oleh pemimpin-pemimpin Islam

Dan ulama-ulama Islam dapat mengingatkan manusia

Terutama orang-orang Islam agar mereka kembali kepada Tuhan

Kalau tidak azab Tuhan itu akan berlaku berpanjangan

Itu azab Tuhan baru di dunia sudah tidak tahan

Kalau manusia itu terus melupakan Tuhan

Azab di akhirat sedang menunggu lebih dahsyat lagi, 

Lagi tidak tahan

Dan berkekalan lagilah tidak tahan 

 

Disini menunjukkan pemimpin-pemimpin dan
ulamk-ulama 

Ikut juga didalam kelalaian

Di waktu ummat dan rakyat 

Didalam kelalaian dan kecemasan

Mereka tidak mendapat panduan dan ajaran 

Daripada pemimpin-pemimpin dan ulamak-ulamak

Maka rakyat dan umat terbiar

Didalam kebingungan dan ketakutan

Begitulah para pemimpin-pemimpin dan ulama-ulama

Ikut lalai macam orang ramai  

 

 

 





        


        
        
_________________________________________________________________
See all the ways you can stay connected to friends and family
http://www.microsoft.com/windows/windowslive/default.aspx

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke