http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/06/05/03134178/obama.nukil.ayat-ayat.alquran

Obama Nukil Ayat-ayat Alquran

Jumat, 5 Juni 2009 | 03:13 WIB

KAIRO, KOMPAS.com - Presiden AS Barack Obama menukil ayat Alquran pada 
pidatonya di Universitas Kairo, Mesir, Kamis (4/6). Hal tersebut dikatakannya 
saat menjelaskan perlunya babak baru untuk membangun hubungan baik antara AS 
dan muslim di seluruh dunia.

"Seperti Kitab Suci Alquran menyatakan kepada kita, Berserahlah kepada Tuhan 
dan senatiasa katakanlah kebenaran," ujar Obama. Ia mengatakan hal itu karena 
menurutnya untuk memulai membangun hubungan baik perlu keterbukaan kedua pihak.

Obama mengakui, untuk mewujudkannya tidak cukup semalam apalagi hanya dengan 
pidatonya saja. Ia mengatakan, harus ada keterbukaan antara AS dan dunia Islam 
untuk membicarakan hal-hal yang selama ini terpendam di dalam hati 
masing-masing, saling mendengarkan, saling belajar, dan tenggang rasa, untuk 
menemukan kesamaan.

Nukilan ayat Alquran juga dikatakan Obama saat mengajak dunia Islam memerangi 
teror ektrimis dan menegakkan perdamaian. Menurutnya, tindakan kekerasan yang 
dilakukan ekstrimis tetap tak bisa dibenarkan termasuk dalam Islam.

"Kitab Suci Alquran mengajarkan kepada kita baha barang siapa membunuh 
seseorang yang tak berdosa, maka seakan-akan ia telah membunuh semua manusia; 
dan Kitab Suci Alquran juga mengajarkan barang siapa memelihara kehidupan 
seorang manusia, maka seakan-akan ia telah memelihara kehidupan semua manusia," 
ujar Obama.

Menjelang akhir pidatonya, Obama kembali menggunakan ayat Alquran untuk 
mempromosikan perdamaian antarumat beragama. Menurutnya semua agama mengajarkan 
perdamaian agar dapat hidup berdampingan.

"Kitab Suci Alquran mengatakan kepada kita, Hai manusia, sesungguhnya Kami 
menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan 
kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal," ujar 
Obama.

Sementara, lanjut Obama, Talmud menyatakan bahwa isi Taurat secara keseluruhan 
mengajarkan perdamaian. Begitu pula dengan Injil yang menyatakn bahwa pembawa 
perdamaian sebagai anak-anak Tuhan.

"Orang-orang di seleuruh dunia dapat hidup bersama dalam kedamaian. Kita tahu 
ini adalah cara pandang Tuhan. Sekarang, saatnya kita mengusahakannya di Bumi," 
tandas Obama mengakhiri pidatonya.

WAH
Sumber : AP



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke