Refleksi: Mau berperang baru dirancang roket, artinya kalah perang sebelum dimulai.
http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=28898 12 Juni 2009 02:54:39 DPR Minta Menristek Rancang Roket untuk Ambalat JAKARTA-Ada yang menarik dalam rapat dengar pendapat antara Komisi VII DPR dengan Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman di gedung DPR, Senayan, Kamis (11/6). Dua anggota dewan, yakni Mohammad Najib dan Aspriani mengusulkan agar Mensristek merancang roket yang punya daya jangkau hingga ke perairan Ambalat, yang belakangan sering dimasuki kapal perang Malaysia. Pada awalnya mereka hanya mendengarkan saja paparan Kusmayanto mengenai roket buatan Indonesia yang akan segera diluncurkan. Tiba-tiba, ada anggota dewan yang menanyakan apakah daya jangkau roket Indonesia itu sudah bisa sampai ke Ambalat. Ini agar memberikan peringatan pada Malaysia agar tidak berani 'main-main' dengan Indonesia. "Kami rasa dengan roket yang dilengkapi rudal dan peluru, kita tidak perlu pakai kapal perang lagi. Biar roket yang akan menggempur mereka," kata Najib dengan nada serius. Kusmayanto sendiri menanggapinya dengan sangat serius. Kusmayanto Kadiman menjelaskan, roket buatan Indonesia bukan alat membunuh massal. Roket kedua yang rencananya diluncurkan pada 2 Juli mendatang dengan jangkauan 150 kilometer itu, kata menteri, murni untuk ilmu pengetahuan dan teknologi. "Sesuai aturan yang ada, Kementrian Ristek dibolehkan membuat roket maksimal jangkauannya 300 km. Kalau lebih dari itu tidak diperkenankan dan penggunaannya diserahkan ke Departemen Pertahanan," kata Kusmayanto. Anggota Komisi VII yang lain, Ben Binsen, lebih menyorot soal batas wilayah Ambalat yang sampai saat ini masih diperdebatkan. Dia meminta agar Kementrian Ristek merancang teknologi yang bisa membuat garis batas jelas di wilayah Ambalat. (esy/J [Non-text portions of this message have been removed]

