Refleksi : Menurut beberapa petinggi NKRI bahwa ledakan di Bali itu adalah 
ledakan "micro-nuke", jadi pertanyaannya ialah bagaimana dengan radio aktif 
pada benda bukti, apakah tidak berbahaya bagi kesehatan bila dipertontonkan 
kepada umum? 

http://jawapos.com/index.php?act=cetak&id=28

[ Selasa, 16 Juni 2009 ]

Mabes Polri Rencana Museumkan BB Bom Bali I 


DENPASAR - Tragedi Bom Bali I 12 Oktober 2002 benar-benar membekas pada rakyat 
Bali. Kenangan buruk dan memilukan, sepertinya, sulit dihapus begitu saja dari 
benak rakyat Pulau Dewata itu. Mabes Polri berencana memuseumkan barang bukti 
(BB) Bom Bali I yang kini masih tersimpan rapi di Kantor Kejaksaan Tinggi 
(Kejati) Bali.

Rencana Mabes Polri itu tercetus dari sebuah sumber di Kejaksaan Tinggi Bali. 
Sumber tersebut menyebutkan sejumlah barang bukti yang masih tersimpan rapi. 
Antara lain, buku jihad Al Qaidah, proposal, compact disk (CD), timbangan, 
serpihan mobil, dan peranti elektronik. 

''Barang bukti itu sudah dirapikan. Rencananya, (BB) langsung dibawa ke Jakarta 
untuk dimuseumkan,'' ujar sumber tersebut. Menurut dia, BB tersebut akan 
disimpan secara khusus di museum Mabes Polri sebagai penanda telah terjadi 
bencana kemanusiaan dalam sejarah Indonesia. 

Museum BB tindak pidana teroris itu rencananya diresmikan Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono (SBY) pada 1 Juli 2009 mendatang, tepat pada perayaan hari 
ulang tahun (HUT) Bhayangkara. ''Memang benar demikian. Mabes Polri akan 
mengambil BB Bom Bali I untuk dimuseumkan. Tapi, saya tidak bisa memberikan 
keterangan lebih lanjut mengenai rencana itu karena semua laporan memang tidak 
dilaporkan Aspidum (IB Wiswantanu) kepada saya. Melainkan, langsung ke Pak 
Kajati (Boediman Rahardjo),'' ujar Wakajati Bali AF Dharmawan.

Pantauan koran ini, sejumlah jaksa -baik dari Kejati Bali maupun Kejari 
Denpasar- terlihat sibuk menyiapkan BB Bom Bali I yang akan dimuseumkan. Mereka 
memilah beberapa BB ke dalam satu tempat. Kemudian, disimpan tersendiri sesuai 
dengan jenis barang buktinya.

Rencana pemindahan BB Bom Bali I juga diakui Kasipenkum Kejati Bali IGN 
Endrawan. Kepada wartawan, Endrawan mengatakan bahwa pada Jumat 15 Mei 2009, 
ada lima tamu dari Jakarta. Dengan berbekal peralatan syuting, mereka 
mendatangi Kejati Bali. Dua di antara lima tamu itu merupakan utusan Polri, 
sedangkan tiga orang lainnya dari PT National Price Club Indonesia (NPCI). 

Menurut Endrawan, para tamu dari Jakarta itu datang tidak untuk membuat film 
dokumentasi tentang peran Polri dalam mengusut kasus Bom Bali I. ''Mereka 
sedang mendokumentasikan kejadian Bom Bali I. Jadi, mereka datang ke sini 
(kejati) untuk mengambil BB yang masih tersimpan di sini,'' tandasnya. 

Untuk apa dokumentasi itu? Menurut dia, berdasar penuturan kru, dokumentasi 
tersebut akan menjadi salah satu bahan koleksi museum Polri sebagai pengingat 
sejarah bagi generasi mendatang. Diakui, setelah mengambil beberapa scene di 
Kejati Bali, mereka langsung meninjau lokasi bekas ledakan, Ground Zero, Jalan 
Legian, Kuta. Mereka juga melakukan wawancara khusus dengan dua saksi korban 
dan relawan Bom Bali I, Haji Bambang Sutrisno.

Sebagaimana diketahui, beberapa BB Bom Bali I sudah dimusnahkan. Karena itu, 
masih ada yang tersimpan. Sebagian BB yang tersimpan di kejati dan Rubasan 
Denpasar tersebut belum dimusnahkan karena masih berkaitan dengan perkara lain. 
Kebetulan, masih ada beberapa gembong Bom Bali I yang belum tertangkap. Di 
antaranya, Noerdin M. Top. (mus/jpnn/ruk)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke