Idem p', apalagi saya  yg harus Netral.
Tapi yang jelas,  sy tdk  berdiri di bawah satu Bendera apapun, Kecuali.........
MERAH PUTIH.
sy akan pilih salah satu tgl 8 Juli nanti, Bisa no satu, bisa dua, bisa tiga, 
bisa empat ( coblos semua alias blanco ), bisa juga Lima ( ga di coblos,tpi di 
lipat kecil & di bawa pulang) hehe
tpi trus terang, kalo di paksa u/ milih, Bingung euy?




--- In [email protected], "A. Marconi" <a.marc...@...> wrote:
>
> Assalammu'alaikum wr wb,
> 
> Saya sebenarnya males memberi komentar urusan perpolitikan, sebab politik 
> adalah "way to survive" dalam kehidupan manusia. Segala yang hidup 
> menggunakan politik masing-masing untuk dapat bertahan hidup dan 
> mengembangkan keturunan. 
> 
> Sehubungan berita ini yang memberikan citra "keislaman" Budiono sebagai 
> cawapres, maka perlu diperhatikan oleh siapapun yang ingin memberi kesan 
> Muslim pada dirinya. Baik statistik maupun teologis Bangsa Indonesia dikenal 
> sebagai bangsa yang berpenduduk Muslim terbanyak di dunia. Dan bagi seseorang 
> yang berkeinginan hendak menjadi pembesar bangsa harus memperoleh DUKUNGAN 
> suara dari kaum Muslimin Indonesia. Realitas sejarah Indonesia menunjukkan 
> betapa sulit dan memakan beaya tinggi ketika pemerintah kolonial Belanda 
> belum dapat menaklukkan seluruh enclave kaum Muslimin yang tersebar di 
> seluruh kepulauan Indonesia, sekalipun sudah terjadi genocide di beberapa 
> kpulauan kecil di Indonesia Timur, ketika itu. Dan jangan dilupakan bahwa 
> keberhasilan Komintern (Komunis Internasional) membentuk PKI di tahun 1920 
> adalah karena dukungan kaum Muslimin Indonesia yang telah memiliki organisasi 
> modern seperti SDI, SI, Sjarekat Rakjat (SR), Thoriqotu al-Islamiyah dll. Dan 
> ketika PKI memusuhi kaum Muslimin Indonesia sesudah 1952, maka PKI hancur 
> luluh dibabat kekutan anti-komunis Indonesia. 
> 
> Bagi siapapun yang ingin berkuasa di Indonesia harus memperoleh dukungan 
> nyata dari kaum Muslimin, tanpa dukungan kaum Muslimin siapapun bakal gagal 
> berkuasa. Inilah fakta di Indonesia.
> 
> Wassalam,
> A.M
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Satrio Arismunandar 
>   To: Forum Kompas ; news Trans TV ; kampus tiga ; Pemilu 2009 ; HMI Kahmi 
> Pro Network ; ppiindia ; PPI Belanda ; sastra pembebasan ; jurnalisme ; Syiar 
> Islam ; Pers Indonesia 
>   Sent: Saturday, June 20, 2009 12:25 PM
>   Subject: [ppiindia] Umroh Boediono, Pelengkap Citra?
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>   INILAH.COM, Jakarta â€" Dalam politik, pencitraan menjadi sangat penting. 
> Hal ini pula yang dilakukan cawapres SBY-Boediono. Sempat dirumorkan penganut 
> kejawen, tak lama menjelang hari H pencontrengan, Boediono berencana 
> beribadah umroh ke tanah suci. 
>   Umroh atau haji kecil ke tanah suci Mekkah adalah hal biasa dilakukan umat 
> muslim. Menjadi tak biasa karena yang melakukan umroh adalah cawapres SBY 
> Boediono. Seperti diberitakan sebelumnya, Boediono di awal kemunculannya 
> dituding sebagai pemeluk Islam kajawen. 
>   Tidak biasanya lagi, pelaksanaan umroh dilakukan sesaat menjelang Pilpres 8 
> Juli mendatang. Menariknya lagi, umroh Boediono atas ajakan Partai Keadilan 
> Sejahtera (PKS) yang sebelumnya sempat menggugat figur mantan Gubernur BI itu 
> tak merepresentasikan Islam di Indonesia sesaat sesudah dipilih SBY 
> mendampinginya sebagai cawapres. 
>   Kendati demikian, Presiden PKS Tifatul Sembiring membantah, rencana 
> umrohnya dengan cawapres SBY Boediono sama sekali tak terkait dengan upaya 
> memoles citra Boediono agar diterima pemilih muslim. “Nggak,umroh kita 
> untuk ibadah, jangan politisasi agama,” bantahnya, seusai debat capres di 
> gedung Trans TV, Jakarta, Kamis (18/6). 
>   Tifatul memastikan dirinya mengajak Boediono untuk melaksanakan umroh saat 
> hari tenang pemilu Presiden atau tiga hari sebelum pelaksanaan pencontrengan. 
> Pada 5 Juli 2009. “Saya memang ajak Boediono umroh,” cetusnya. 
>   Langkah Presiden PKS Tifatul Sembring mengajak cawapres SBY Boediono untuk 
> melaksanakan umroh seperti menjadi pelengkap atas pencitraan yang selama ini 
> dilakukan tim SBY-Boediono. Seperti kunjungan Boediono di sejumlah pesantren 
> dan kyai di Jawa Timur. 
>   Tidak hanya itu, sholat Jumat dengan mengundang pers juga pernah dilakukan 
> tim pencitraan SBY-Boediono. Di beberapa sudut jalan ibukota Jakarta, juga 
> terlihat spanduk bergambar SBY dan Boediono menggunakan kopiah dan baju koko 
> disebar oleh Majelis Dzikir Nurus Salam SBY, sayap pendukung SBY sejak 2004 
> dengan segmen pemilih muslim. 
>   Senada dengan Tifatul, menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Ahmad 
> Mubarok, umroh Boediono jangan dianggap politis. Menurut dia, umroh Boediomo 
> adalah hal lumrah dilaksanakan sebelum menghadapi tugas besar. 
>   “Biasa saja, orang mau menghadapi tugas besar (pilpres, red) melakukan 
> umroh,” katanya kepada INILAH.COM, Jumat (19/6) di Jakarta. Profesor 
> psikologi Islam pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut menegaskan 
> keberangkatan Boediono umroh sama sekali tak terkait dengan isu penganut 
> kejawen yang tersematkan pada diri Boediono. “Nggak benar itu. Itu hanya 
> dikait-kaitkan saja oleh orang,” bantahnya.
>   Mubarok pun berharap keberangkatan umroh Boediono dapat mendorong cawapres 
> SBY tersebut menjadi santri tulen. “Seperti Pak Harto, setelah menjadi 
> presiden dikenal menjadi santri,” ujarnya. Terhadap langkah umroh Boediono 
> ini, Mubarok tak menampik jika disebut meniru langkah Pak Harto kala itu.
>   Umrohnya Boediono ini bakal mengukuhkan pernyataan SBY bahwa mantan Menko 
> Perekonomian itu adalah sosok muslim yang taat saat deklarasi pasangan 
> capres/cawapres di Gedung Sasana Budaya Ganesha ITB Bandung, 15 Mei lalu. 
> Memang ibadah adalah urusan hamba dengan Tuhannya. Semoga saja relasi 
> vertikal tersebut tidak untuk kepentingan politik sesaat. [E1]
> 
>   Get your new Email address! 
>   Grab the Email name you've always wanted before someone else does! 
> 
>   [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
>   
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke