http://www.tempointeraktif.com/hg/Pemilu2009_berita_mutakhir/2009/06/25/brk,20090625-183722,id.html


Sultan: Debat Capres Normatif Picu Golput Bertambah  
Kamis, 25 Juni 2009 | 13:19 WIB




TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Anggota Dewan Penasehat Partai Golkar Sri Sultan 
HB X menilai debat calon presiden dan calon wakil presiden yang berlangsung 
selama ini normatif. Jika debat capres dan cawapres ini tak ada perubahan, 
Sultan khawatir justru menambah angka golput tinggi. 

"Dengan melihat itu menimbulkan kesan nyoblos opo ra nyoblos to (milih atau 
tidak milih). Jangan malah membuat golputnya makin tinggi," kata Sultan di 
Kepatihan, Kamis, (25/6). 

Menurut Sultan, debat yang ditontonkan ke publik cenderung tidak memuaskan 
penonton. Apalagi, debat itu belum mampu meyakinkan publik soal harapan-harapan 
masyarakat yang harus dilayani asprasinya. "Kalau debat tidak sepakat kan tidak 
akan terjadi perdebatan. Kalau pembicaraan kesepakatannya seperti itu terus 
piye," kata Sultan. 

Raja Yogyakarta ini, lantas mempertanyakan ketentuan yang diberlakukan oleh KPU 
maupun penyelenggara debat sehingga menyebabkan debat berlangsung normatif. 
"Tapi kembali ke aturan dan kesepakatan bersama capres-cawapres kan," katanya.

Ditanya mengenai soal pilpres, Sultan enggan mengomentari. Alasannya, takut 
dinilai berpihak pada salah satu kandidat, padahal dirinya tidak memihak calon 
presiden manapun. Namun soal munculnya black campaign dalam pilpres, Sultan 
mengaku kandidat manapun tak akan bisa menghindarinya. 

Ia mencontohkan kasus mencuatnya isu istri Boediono yang non muslim pernah 
terjadi saat istri SBY juga dinyatakan non muslim lantaran namanya namanya 
Kristiani. "Black campaign pasti terjadi karena tidak proporsional dan hanya 
akan menjatuhkan citra," kata Sultan. 



BERNADA RURIT




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke