Pers
Boikot Kampanye Boediono

Wartawati
“SH” Dianiaya Tim SBY-Boediono

Jayapura- Wartawati Harian Sinar
Harapandi Jayapura, Odeodata Hermina Julia Vanduk, ditendang dari belakang
hingga terjungkal dan pingsan, oleh oknum Tim Sukses Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY)-Boediono, Jumat (26/6) pagi, di Jayapura. Peristiwa
itu terjadi saat Odeodata hendak meliput kampanye politik calon wakil
presiden (cawapres) Boediono. 
Menurut
penuturan Ode--demikian dia biasa dipanggil--dalam pembicaraan
telepon dengan redaksi, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 09.30
WIT, saat para wartawan hendak menuju Papua Trade Center (PTC) di
Jayapura, yang akan dikunjungi Boediono. 
Pada
saat itu, Ode dimintai tolong untuk mengkoordinasi rombongan wartawan
dari Jayapura untuk meliput kegiatan ini, karena kendaraan telah
disiapkan. Setelah mobil disiapkan, Ode sempat bertegur sapa dengan
wartawan dari TVRI, Denny,
dan mengajaknya ke PTC karena di mobil yang disediakan masih banyak
tempat kosong. 
Tetapi
seseorang dengan mengenakan seragam Partai Demokrat bernama Rudolf
mencegah dengan berkata, “Denny ikut saya,” sambil terus
berkata-kata tidak jelas. Oleh Ode oknum tersebut diminta
menghentikan ocehannya. 
Lalu
terjadi ketegangan antara Ode dengan Rudolf yang berbuntut pada
ditendangnya wartawati SH itu
pada bagian
bokong. Menurut Ode, setelah menendang, Rudolf juga berusaha
memukulnya, namun berhasil dihalangi para wartawan lainnya. Akibat
tendangan tersebut, Ode sempat tak sadarkan diri dan dibawa ke RSU
Dok II, Jayapura. Setelah sadarkan diri dan divisum, Ode kemudian
pergi ke Polresta untuk mengadukan penganiayaan yang dialaminya itu.
Namun,
hingga berita ini diturunkan, pelaku hingga saat ini masih dalam
pengejaran polisi, sedangkan Boediono sendiri dijadwalkan akan ke
Pasar Tradisional Yotefa dan PTC. 
Terkait
insiden ini, kelompok wartawan di Jayapura yang tergabung dalam
Solidaritas Wartawan Anti-Teror (SWAT) mendesak Kepolisian Daerah
Papua agar segera membekuk kader Partai Demokrat yang menganiaya
wartawan ini. 
“Kami
mendesak agar Polisi menindak tegas pelaku penganiayaan. Ini masuk
dalam ranah pidana,” kata Wakil Ketua SWAT yang juga Ketua Ikatan
Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Papua, Andre. 
Menurut
Andre, pihaknya akan mengirim surat protes keras kepada Ketua Tim
Sukses Nasional SBY- Boediono atas sikap yang sudah di luar batas
kepatutan, sampai menendang wartawati. ”Kami akan melayangkan surat
protes keras terhadap Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono,” tambah
Andre.
Hal
senada dikemukakan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Papua
Cunding Levi yang meminta Polisi segera menangkap pelaku penganiayaan
wartawan dan menjeratnya dengan pasal berlapis.
"Oknum
tersebut harus dikenakan Pasal 8 Undang-Undang No 40 Tahun 1999
tentang Kebebasan Pers, karena telah menghalangi kerja wartawan,
serta Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, " kata Cunding.

Minta
Maaf
Salah
satu anggota Tim Kampanye SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng, seperti
dilaporkan Antara,
telah meminta maaf kepada wartawan di Jayapura atas ulah oknum kader
Partai Demokrat itu. 
"Jika
benar oknum itu adalah kader Partai Demokrat, yang bersangkutan akan
kami pecat dari keanggotaan, " kata Rizal kepada para wartawan
yang sedang berada di Mapolresta Jayapura untuk melaporkan kasus ini. 
Ode
juga sudah menyusul para wartawan ke Polresta Jayapura dan memberikan
keterangan kepada polisi.
Rizal
mengungkapkan, insiden tersebut sangat memalukan dan telah menodai
rencana safari Boediono di Jayapura. "Padahal Boediono datang ke
Jayapura untuk melihat langsung dan berdialog dengan masyarakat di
sini," ujarnya. 
Atas
kejadian ini, sejumlah wartawan di Jayapura menyerukan boikot
terhadap kampanye Boediono ini sebagai bentuk dukungan moral dan
protes atas penganiayaan terhadap wartawan ini. (rafael
sebayang/ant) 




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke