http://www.sinarharapan.co.id/cetak/detail-cetak/article/kapal-feri-perlu-langkah-penyelamatan/

Jumat, 26 Juni 2009 13:54 
Pascaberoperasi Suramadu 

Kapal Feri Perlu "Langkah Penyelamatan" 
OLEH: CHUSNUN HADI



SURABAYA - Pemprov Jatim terus melakukan upaya untuk menentukan nasib kapal 
feri penyeberangan Ujung (Surabaya)-Kamal (Bangkalan) setelah beroperasinya 
Jembatan Suramadu. 



     
Saat ini penumpang feri turun drastis sehingga harus ada langkah-langkah 
penyelamatan. Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub 
dan LLAJ) Provinsi Jatim, Binsar Tua Siregar, memastikan ada pengurangan kapal 
yang melayani penyeberangan Ujung-Kamal. Masalahnya, harus dikemanakan kapal 
yang tidak lagi melayani operasional Ujung-Kamal. "Kami siapkan beberapa 
solusinya," kata Binsar ditemui di kantornya, Kamis (25/6) petang.


Ia menambahkan, sebelumnya 18 kapal yang melayani penyeberangan Suramadu, dan 
17 yang aktif beroperasi melayani selama 24 jam. "Nantinya, kami prediksikan 
hanya tersisa 8-9 kapal saja. Solusi pertama, kapal yang tidak beroperasi di 
Suramadu, kami alihkan untuk melayani rute penyeberangan lain, seperti 
Ketapang-Gilimanuk, Batulicin, dan lain-lain," ungkapnya.


Menurutnya, Dishub dan LLAJ Jatim telah melakukan rapat koordinasi bersama 
Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Jatim 
dan lima operator perusahaan pelayaran yang melayani penyeberangan Ujung-Kamal. 
Tetapi, dalam rapat koordinasi tersebut, belum bisa diambil keputusan kapal 
milik operator mana yang harus dikurangi. "Kami akan membahasnya lagi pada 
rapat lanjutan yang akan kami laksanakan Sabtu (27/6) besok," jelasnya.


Selama ini, lima operator yang melayani penyeberangan Ujung-Kamal. Mereka 
adalah PT ASDP mengoperasikan dua kapal, PT Dharma Lautan Utama lima kapal, PT 
Jembatan Madura Ferry tujuh kapal, PT Pewete Bahtera Kencana dua kapal dan PT 
Sindhu Bahari satu kapal. Binsar menegaskan, sampai saat ini baru PT Pewete 
Bahtera Kencana yang setuju pengurangan satu kapalnya. Bahkan, operator itu 
siap mengalihkan kapalnya menjadi kapal wisata di sekitar Suramadu. Empat 
operator lainnya masih mengkaji pengalihan jalur kapal. 

Turun 80 Persen
Sementara itu, setelah beroperasinya Jembatan Suramadu, terjadi penurunan 
penumpang dan kendaraan hingga 80 persen di penyeberangan Ujung-Kamal. Operator 
penyeberangan pun harus mengubah pola operasionalnya. Menurut Prasetyo, Kepala 
Pelabuhan ASDP Surabaya, penurunan jumlah penumpang orang antara 30-40 persen, 
sepeda motor 41 persen, dan roda empat sekitar 80 persen. Sedangkan pola 
operasional kapal antara pukul 08.00 sampai 22.00 WIB kapal yang beroperasi 
8-12 unit. Antara pukul 22.00-07.00 kapal yang dioperasikan 4-6 unit. "Kami 
menyerahkan nasib kapal-kapal ini pada Dishub dan LLAJ Jawa Timur. Yang pasti 
akan dilihat unsur keadilannya dan tidak merugikan pihak lain," tandasnya. 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke