http://www.pos-kupang.com/read/artikel/29628


Pendidikan Seks Remaja Harus Disikapi Kritis


Senin, 29 Juni 2009 | 09:01 WITA
POS KUPANG.Com--MASYARAKAT harus bersikap kritis terhadap muatan yang 
dirumuskan lembaga-lembaga tertentu baik pemerintah maupun swadaya masyarakat 
dalam memberikan materi pendidikan seks bagi remaja karena dapat menyemarakkan 
pergaulan bebas di kalangan anak muda. Hal tersebut diungkapkan Praktisi 
Kesehatan, Davina Chairunnisa,S.Kep,Ners di Jayapura, Minggu (28/6/2009)

Menurutnya, hal tersebut disebabkan program pendidikan seksual saat ini tidak 
hanya mencakup fakta-fakta biologis, tapi juga menyuguhkan informasi dan 
keterampilan praktis kepada para remaja mengenai berkencan, pengenalan alat 
kontrasepsi serta penggunaannya dalam melakukan hubungan seksual yang sehat dan 
aman.

Di Indonesia  pemerintah melalui BKKBN mengeluarkan kebijakan pendidikan 
kesehatan reproduksi melalui penyuluhan, seminar, buku saku dan dirumuskan 
dalam kurikulum formal maupun non formal. "Hal yang harus diwaspadai, dari segi 
muatan, materi  yang disampaikan berisi  gambar dan penjelasan yang vulgar dan 
provokatif sehinggga malah menimbulkan keinginan para remaja untuk mencoba 
melakukan hubungan seksual," tandas Davina yang juga merupakan aktivis Muslimah 
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

 Lebih lanjut dia mengatakan, kebanyakan materi pendidikan seks yang saat ini 
sering digunakan untuk sosialisasi di kalangan remaja bersifat tidak tepat 
sasaran. "Seharusnya muatan pendidikan seperti itu lebih tepat untuk pasangan 
suami istri atau pasangan yang hendak menikah," ujarnya.
Davina mencontohkan, dampak dari pendidikan seks remaja yang keliru menyebabkan 
kaum remaja di banyak negara yang belum menikah malah menjadi kelompok yang 
lebih aktif melakukan kegiatan seks di luar nikah  dengan menggunakan alat 
kontrasepsi.  

Fenomena pergaulan bebas di kalangan remaja tentu akan memunculkan permasalahan 
sosial dan moral lainnya. Seperti jika terjadi kehamilan yang tidak diinginkan, 
maka kemungkinan akan ada "pembunnuhan" terhadap jiwa-jiwa yang tidak berdosa 
melalui aborsi.

Oleh karena itu, Davina menghimbau agar masyarakat, khususnya orang tua mampu 
menjalankan perannya sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anak mereka 
tentang seks yang benar. Selain itu, sinergi antara orang tua, sekolah, 
masyarakat dan pemerintah juga harus dilakukan untuk menghindari segala bentuk 
kegiatan yang mengarahkan generasi muda terjerumus ke  dalam pergaulan bebas.

Sebuah survei yang dilakukan di 33 provinsi pada pertengahan tahun 2008 
melaporkan bahwa 63 persen remaja di Indonesia usia sekolah SMP dan SMA sudah 
melakukan hubungan seksual di luar nikah, sementara 21 persen di antaranya 
"Membatasi penyelidikan ke keluhan-keluhan mengenai ketidakberesan hingga 
penghitungan kembali 10 persen kotak suara tidak dapat menarik kepercayaan 
rakyat dan meyakinkan pendapat umum mengenai hasil itu," Mouzavi mengatakan.

 Abbasali Kakhodai, jurubicara Dewan Wali, mengatakan pada kantor berita Mehr 
Jumat malam bahwa para calon memiliki 24 jam untuk menunjuk wakil-wakil mereka 
untuk panel tersebut. Calon di tempat ketiga Mohsen Rezai mengatakan Sabtu 
bahwa ia siap untuk meladeni panel itu dan minta rekan-rekannya yang kalah, 
Mousavi dan pembaru Mehdi Karroubi, untuk bergabung dengannya. Badan arbitrasi 
politik penting Iran, Dewan Kebijaksanaan, minta semua calon untuk 
bekerjasama.(kompas.com)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke