Posted by: "ali reza" [email protected] alireza_alatas
Sun Jun 28, 2009 5:10 pm (PDT)
Di Balik Kematian Neda
Neda Agha Soltan adalah sosok kontroverasial karena
kematiannya yang mengundang pertanyaan besar. Kematian Neda tiba-tiba menjadi
santapan media-media Barat untuk menyudutkan Republik Islam Iran dalam
kerusuhan beberapa hari terakhir ini. Kronologi kematian Neda, kemarin malam
ditayangkan televisi nasional Iran yang melibatkan kesaksian seorang supir dan
guru musik Neda.
Kronologi Kematian Neda;
Seorang sopir taksi yang mengangkut Neda di tempat kejadian,
mengatakan, "Hari Sabtu, tepatnya pukul 19:20, saya tengah melewati jalan
Salehi ke arah atas. Di depan gang Khasravi, saya dikejutkan pada
kerumunan warga. Saat melewati kerumunan tersebut, saya melihat
seorang perempuan terlentang di atas jalan. Dari mulutnya dan hidungnya keluar
darah. Saat itu, tidak ada pilihan lain bagi saya, kecuali turun dari
mobil dan menaikkan perempuan malang tersebut ke atas mobil. Saya segera
mengarahkan mobil ke arah rumah sakit. Ternyata, gang setelahnya adalah
gang buntu. Satu-satunya jalan yang harus di tempuh adalah menurunkan perempuan
tersebut dan menaikkan mobil lain untuk lebih cepat menuju rumah sakit.
Saksi lain adalah Guru musik Neda. Jika memperhatikan
rekaman video kematian Neda, anda menyaksikan di dalam rekaman video
tersebut seorang tua yang rambutnya sudah putih. Dia adalah guru musik Neda.
Dalam kesaksiannya, guru musik Neda mengatakan, "Saat kejadian, ada sebuah
mobil peugeot yang kemudian mengangkat Neda. Setelah itu, saya baru mengetahui
bahwa pemilik mobil peugeot bernama Pouya.�
Kematian Neda sangat disesalkan. Namun penyelidikan lebih jauh
kasus ini mengundang kesangsian tersendiri atas kematian tersebut. Ada
beberapa poin yang meragukan;
1. Rekaman video kematian Neda yang dipublikasikan media-media
Barat menunjukkan bahwa Neda sudah disorot sejak lama. Sebab, rekaman video
yang menayangkan Neda sebelum kematian adalah gambar 45 menit sebelum kejadian.
Bisa jadi, hal itu bersifat kebetulan saja. Namun tempat kejadian yang jauh
dari tempat kerusuhan yang saat itu terjadi di Jalan Azadi dan minimal adanya
dua handycam yang merekam kejadian tersebut menunjukkan skenario di balik
kejadian tersebut.
2. Tempat kematian Neda jauh dari tempat kerusuhan. Namun Basij
dan polisi yang merupakan pihak tertuding dalam kasus kematian Neda, sudah
semestinya ditempatkan di tempat kerusuhan, bukan wilayah yang jauh dari
kerusuhan. Terkait hal ini, guru musik Neda sambil menunjuk tempat kejadian,
mengatakan, "Ini adalah tempat warga berkerumun saat itu. Saat itu, tidak
ada demonstrasi di sini. Kami menyeberang dari samping jalan untuk naik mobil.
Ketika sampai di belokan jalan, terdengar suara tembakan…"
3. Berdasarkan laporan hasil forensik, peluru yang
ditembakkan ke Neda sejenis kaliber kecil dari sebuah pistol, yang ditembakkan
dari jarak dekat saat Neda berjalan kaki. Masalah ini tentunya menjadi
perhatian tersendiri karena polisi dan Basij tidak menggunakan pistol dalam
menghadapi para perusuh.
Lebih lanjut guru musik Neda mengatakan, "Suara
tembakan peluru yang dimuntahkan mirip suara petasan…." Lebih dari itu,
sopir taksi juga memberikan kesaksian bahwa saat keajdian, pihaknya tak melihat
basij dan polisi di sekitar. Guru musik Neda juga mengatakan, "Saat itu,
tidak ada konflik senjata, yakni tidak ada aparat keamanan yang bersiaga di
wilayah tersebut. Di sana hanya ada sejumlah warga saat suara peluru terdengar
yang kemudian mengenai Neda."
Mempertimbangkan poin-poin diatas, dapat disimpulkan bahwa
kematian Neda adalah skenario yang sengaja dibuat untuk memperkeruh suasana di
Iran.
Alireza Alatas, Tehran.
[Non-text portions of this message have been removed]