Lebih tidak mengherankan lagi 
kalau Satrio Arsmunandar yang menyebarkannya...


dimas

--- In [email protected], "sunny" <am...@...> wrote:
>
> Tidak mengherankan kalau Alatas adalah penulis artikel.
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Satrio Arismunandar 
>   To: AJI INDONESIA ; news Trans TV ; kampus tiga ; ppiindia ; HMI Kahmi Pro 
> Network ; nasional list ; [email protected] 
>   Sent: Monday, June 29, 2009 11:07 AM
>   Subject: [ppiindia] Di balik kematian Neda (skenario perkeruh Iran?)
> 
> 
> 
> 
> 
>   Posted by: "ali reza" alireza_ala...@...   alireza_alatas 
>   Sun Jun 28, 2009 5:10 pm (PDT) 
> 
>   Di Balik Kematian Neda
> 
>   Neda Agha Soltan adalah sosok kontroverasial karena
>   kematiannya yang mengundang pertanyaan besar. Kematian Neda tiba-tiba 
> menjadi
>   santapan media-media Barat untuk menyudutkan Republik Islam Iran dalam
>   kerusuhan beberapa hari terakhir ini. Kronologi kematian Neda, kemarin malam
>   ditayangkan televisi nasional Iran yang melibatkan kesaksian seorang supir 
> dan
>   guru musik Neda. 
> 
>   Kronologi Kematian Neda; 
> 
>   Seorang sopir taksi yang mengangkut Neda di tempat kejadian,
>   mengatakan, "Hari Sabtu, tepatnya pukul 19:20, saya tengah melewati jalan
>   Salehi ke arah atas. Di depan gang Khasravi, saya dikejutkan pada
>   kerumunan warga. Saat melewati kerumunan tersebut, saya melihat
>   seorang perempuan terlentang di atas jalan. Dari mulutnya dan hidungnya 
> keluar
>   darah. Saat itu, tidak ada pilihan lain bagi saya, kecuali turun dari
>   mobil dan menaikkan perempuan malang tersebut ke atas mobil. Saya segera
>   mengarahkan mobil ke arah rumah sakit. Ternyata, gang setelahnya adalah
>   gang buntu. Satu-satunya jalan yang harus di tempuh adalah menurunkan 
> perempuan
>   tersebut dan menaikkan mobil lain untuk lebih cepat menuju rumah sakit.
> 
>   Saksi lain adalah Guru musik Neda. Jika memperhatikan
>   rekaman video kematian Neda, anda menyaksikan di dalam rekaman video
>   tersebut seorang tua yang rambutnya sudah putih. Dia adalah guru musik Neda.
>   Dalam kesaksiannya, guru musik Neda mengatakan, "Saat kejadian, ada sebuah
>   mobil peugeot yang kemudian mengangkat Neda. Setelah itu, saya baru 
> mengetahui
>   bahwa pemilik mobil peugeot bernama Pouya.�
> 
>   Kematian Neda sangat disesalkan. Namun penyelidikan lebih jauh
>   kasus ini mengundang kesangsian tersendiri atas kematian tersebut. Ada
>   beberapa poin yang meragukan;
> 
>   1. Rekaman video kematian Neda yang dipublikasikan media-media
>   Barat menunjukkan bahwa Neda sudah disorot sejak lama. Sebab, rekaman video
>   yang menayangkan Neda sebelum kematian adalah gambar 45 menit sebelum 
> kejadian.
>   Bisa jadi, hal itu bersifat kebetulan saja. Namun tempat kejadian yang jauh
>   dari tempat kerusuhan yang saat itu terjadi di Jalan Azadi dan minimal 
> adanya
>   dua handycam yang merekam kejadian tersebut menunjukkan skenario di balik
>   kejadian tersebut.
> 
>   2. Tempat kematian Neda jauh dari tempat kerusuhan. Namun Basij
>   dan polisi yang merupakan pihak tertuding dalam kasus kematian Neda, sudah
>   semestinya ditempatkan di tempat kerusuhan, bukan wilayah yang jauh dari
>   kerusuhan. Terkait hal ini, guru musik Neda sambil menunjuk tempat kejadian,
>   mengatakan, "Ini adalah tempat warga berkerumun saat itu. Saat itu, tidak
>   ada demonstrasi di sini. Kami menyeberang dari samping jalan untuk naik 
> mobil.
>   Ketika sampai di belokan jalan, terdengar suara tembakan…"
> 
>   3. Berdasarkan laporan hasil forensik, peluru yang
>   ditembakkan ke Neda sejenis kaliber kecil dari sebuah pistol, yang 
> ditembakkan
>   dari jarak dekat saat Neda berjalan kaki. Masalah ini tentunya menjadi
>   perhatian tersendiri karena polisi dan Basij tidak menggunakan pistol dalam
>   menghadapi para perusuh.
>    
>    Lebih lanjut guru musik Neda mengatakan, "Suara 
>   tembakan peluru yang dimuntahkan mirip suara petasan…." Lebih dari 
> itu,
>   sopir taksi juga memberikan kesaksian bahwa saat keajdian, pihaknya tak 
> melihat
>   basij dan polisi di sekitar. Guru musik Neda juga mengatakan, "Saat itu,
>   tidak ada konflik senjata, yakni tidak ada aparat keamanan yang bersiaga di
>   wilayah tersebut. Di sana hanya ada sejumlah warga saat suara peluru 
> terdengar
>   yang kemudian mengenai Neda."
> 
>   Mempertimbangkan poin-poin diatas, dapat disimpulkan bahwa
>   kematian Neda adalah skenario yang sengaja dibuat untuk memperkeruh suasana 
> di
>   Iran. 
> 
>   Alireza Alatas, Tehran.
> 
>   [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
>   
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke