Refleksi : Apa bedanya dengan kontrak gas Tangguh berharga murah?

http://www.detiknews.com/read/2009/06/30/204530/1156786/727/prabowo-gelora-bung-karno-digadaikan-dimana-harga-diri-bangsa

Selasa, 30/06/2009 20:45 WIB
Warta No. 1

Prabowo: Gelora Bung Karno Digadaikan, Dimana Harga Diri Bangsa?
Adv - detikNews


Jakarta - Cawapres Prabowo Subianto merasa prihatin dengan kebijakan pemerintah 
yang menggadaikan Gelora Bung Karno (GBK) ke pihak asing. Kebijakan itu kian 
menjadikan Indonesia kehilangan harga diri.

"Gelora Bung Karno, tempat kita berkumpul sekarang - yang dibangun oleh Bung 
Karno dalam keadaan susah - bukan milik bangsa Indonesia lagi.. Sudah 
digadaikan ke bangsa asing," kata Prabowo saat memberi orasi dalam kampanye 
akbar di GBK, Selasa (30/6).

Kebijakan itu, lanjut Prabowo, menjadikan bangsa Indonesia semakin tidak 
memiliki harga diri lagi. "Luar biasa pemerintah ini. Gelora Bung Karno 
digadaikan, elit diam. Rakyat tak diberi tahu. Neolib tapi tak ngaku neolib," 
tegasnya disambut tepuk gemuruh.

Karena itulah, di depan puluhan ribu massa yang memadati stadion termegah di 
Indonesia tersebut, Prabowo mengajak seluruh rakyat - dengan sepenuh kekuatan - 
untuk menyelamatkan bangsa ini. Sehingga, Indonesia tidak saja kembali memiliki 
harga diri, tapi tidak terus menerus menjadi bangsa miskin.

"Saya khawatir (setelah Gelora Bung Karno digadaikan), Monas juga digadaikan. 
Karena itu, sebelum Monas digadaikan, mari kita selamatkan bangsa ini. Jangan 
sampai kita divonis sebagai bangsa miskin abadi," tegas putra begawan ekonomi 
Soemitro Djojohadikusumo tersebut. 

Momen untuk menyelamatkan bangsa Indonesia, tak lain adalah dengan menggunakan 
hak pilih pada Pilpres 8 Juli mendatang. Prabowo berharap suara rakyat tak 
diselewengkan alias dimanipulasi. 

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data dari Direktorat Pembiayaan Syariah 
Depkeu, GBK telah digadaikan ke Qatar senilai Rp 25,9 triliun. Penggadaian 
dikemas dalam bentuk surat berharga berbasis syariah atau sukuk ritel.
(adv/adv) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke