Refleksi : Bagus, baguuuus sekali, tetapi masih  murah, keuntungannya masih 
terlalu sedikit. Ayo mas  tambah  lagi uang itu-ini agar bisa besar 
keuntungannya. Digahayu harga mati NKRI!

http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=8911

2009-06-30 
PSB Diwarnai Pungutan hingga Puluhan Juta Rupiah 



[MALANG] Penerimaan siswa baru (PSB) bagi SMA tahun ajaran 2009/2010 yang 
memiliki program rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) di Kota Malang, 
Jawa Timur tetap diwarnai pungutan dengan menetapkan sumbangan biaya masuk 
berkisar sekitar Rp 5-7,5 juta. Sedangkan untuk PSB SMP yang juga membuka 
program SBI, sumbangan biaya masuk berkisar Rp 4-5 juta. 

Bahkan, untuk SMA 78 Jakarta, uang masuk di sekolah negeri itu telah dipatok 
antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta. "Patokan angka itu merupakan musyawarah 
dari Komite Sekolah," kata Zahara, salah seorang guru SMA 78 kepada SP di 
Jakarta, belum lama ini.

Untuk siswa yang berprestasi, katanya, akan mendapatkan beasiswa. 

Untuk masuk calon siswa akan dites Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Jumlah 
siswa per kelas maksimal 24 siswa. Informasi yang diperoleh, untuk SMA 8 
Jakarta Selatan memasang tarif sekitar Rp 23 juta, SMA 21 sekitar Rp 24 juta, 
SMA 68 sekitar Rp 23 juta, SMA 70 sekitar Rp 26,5 juta, dan SMA 81 sekitar Rp 
23 juta.


SMP Rp 7 Juta

Salah satu orangtua murid, Wahyuni, yang mendaftarkan anaknya di SMP 1 
Pamulang, Tangerang Selatan mengungkapkan, pihak sekolah mematok uang masuk 
sebesar Rp 7 juta, sementara untuk iuran per bulan dikenakan Rp 450.000. 

Berdasarkan data dari Depdiknas 2005-2007, ada 749 rintisan dan SBI. 
Untuk TK/SD/MI sebanyak 141 sekolah. Untuk SMP/MTs sebanyak 170 sekolah. Untuk 
SMA/MA sebanyak 259 sekolah, dan untuk SMK sebanyak 179 sekolah. 

Menurut Kepala SMPN 1 Malang, Drs Burhanudin MPd, pihaknya belum berani 
menetapkan besaran biaya sumbangan masuk PSB tahun ini. "Belum ada pembahasan 
mengenai biaya, kami masih menunggu kebijakan Dinas Pendidikan (Disdik)," 
ujarnya Senin (29/6).

Namun, menurut dia, informasi sementara, Dindik Kota Malang memberi patokan 
sumbangan biaya masuk di bawah Rp 5 juta. SMPN 1 Kota Malang merupakan salah 
satu SMP pelopor program RSBI, sebelum kemudian diikuti SMPN 3 (sebelumnya 
status nya baru Sekolah Standar Nasional atau SSN) plus dalam persyaratan umum 
seleksi kelas RSBI meliputi tes IQ, memiliki kompetensi di lima mata pelajaran, 
yaitu Matematika, IPA, Bahasa Inggris, IPS dan Bahasa Indonesia. Selain itu, 
ada seleksi keterampilan komputer dan wawancara yang semuanya menggunakan 
Bahasa Inggris. 

Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan (Dikmen Dindik) Kota Malang Drs 
Sugiharto MPd menegaskan, di tingkat SMA jumlah sekolah SBI di Kota Malang 
semakin banyak. Jika sebelumnya hanya SMAN 1, 3 , 5, dan 10, maka tahun ini 
ditambah SMAN 2 dan SMAN 8 di samping SMAK St Albertus (SMAK Dempo), 
satu-satunya SMA swasta yang sudah berstatus SBI. 

Bertambahnya jumlah sekolah berstatus RSBI ini diharapkan bisa melayani 
kebutuhan masyarakat akan pendidikan berkualitas yang bertaraf internasional. 
Seleksi masuk SMA RSBI, ditentukan nilai ujian nasional (NUN) yang diterima 
mendaftar minimal 32,00 serta masih harus mengikuti tes psikologi, tes akademik 
dan wawancara. 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang, Dr HM Shofwan SH MSi, secara 
terpisah mengemukakan, uang yang harus dibayarkan orangtua siswa baru ini 
diistilahkannya sebagai dana investasi. "Sekolah boleh menarik dana investasi 
untuk siswa baru, khusus RSBI kalau bisa dilunasi pada awal penerimaan saja," 
ujarnya, Senin.

Patokan dana ini kata Shofwan mengacu pada penerimaan siswa tahun lalu. Untuk 
SMP, SMA dan SMK RSBI di patok seragam Rp 5 juta. Angka tersebut adalah angka 
maksimal. Sehingga tidak boleh ada sekolah yang mematok lebih dari Rp 5 juta. 
Kalau ada yang sudah terlanjur mematok di atas Rp 5 juta, ia berharap segera 
dikembalikan kepada orangtua. [070/W-12]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke