(dikutip dari milis Kahmi):
=========================
Karena debat capres-cawapres sudah usai, mungkin perlu sedikit diungkap secara
singkat bagaimana kegiatan polling di TV One dan Metro TV.
Saya sedih dan geli, ketika para pakar dan juru bicara Tim Kampanye Nasional
dengan "serius" membahas hasil polling tsb, termasuk our newly crowned as
Professor yg pada debat cawapres ke-1 jadi komentator di Metro TV. Padahal,
bersama Ami Geis, Dian, dan Tatat di OhLaLa (belakangan datang Medrial, Ami
Hamid, dan IJP) saya kirim ribuan sms dari laptop saya untuk menyodok suara
dukungan sms utk Prabowo hingga 32%. Saya geli saat pengamat kita membahas
hasil polling tsb dg segala argumennya :))
***
Saat debat capres pertama usai, paginya Mega-Prabowo Media Center membahas soal
perolehan suara Mega pada polling sms kedua TV tsb yg sangat rendah. Mereka
mengeluh krn kesulitan mengirimkan sms dukungan ke 3030 (TV One) maupun 6876
(Metro TV).
Sebagai orang yg menggeluti bisnis content provider, saya mengerti betul bgmana
teknis yang ada di belakang mesin 3030 dan 6876 bekerja. Lalu saya sampaikan
kpd kawan-kawan, sediakan saya pulsa senilai 10 juta rupiah, saya akan bekerja
menaikkan angkanya :)
Singkat kata, seusai debat cawapres 1, suara Prabowo di Metro TV mencapai 32,
Boediono 45, dan Wiranto 20. Itu berkat 2 buah modem dan pulsa senilai Rp 10
juta.
Mungkin merasa kecolongan (Boediono di bawah 50%), pada debat capres ke-2, atau
seri debat ke-3 dari serial debat itu, pengiriman memakai modem dipersulit.
Puji Tuhan, ada orang Metro TV yg teledor kirim sms ke nomor yg dipakai utk
"menggempur" berbunyi:
"Tolong jangan jadi spammers -metrotv".
I got you! Rupanya aliran sms yg masuk ke mesin 6876 diplototin sama mereka
sehingga nomor yg berkali-kali masuk bisa ketahuan. Sms itu adalah bukti bahwa
aliran sms yg masuk "dikontrol" oleh mereka. Pikiran kotor saya berpendapat,
mereka mau mengontrol agar suara SBY-Boediono tetap di atas 50% :((
Ini jelas tdk fair. Pertama, sms yg saya kirim isinya sesuai dg petunjuk.
Kedua, jumlah sms yg saya kirim tdk melanggar aturan krn presenter bilang:
kirim sebanyak-banyaknya !
Malam itu hasilnya mengecewakan. Paginya Media Center mengadakan jumpa pers
untuk sedikit menyentil praktek tersebut.
Pada seri ke-4 atau debat cawapres ke-2, saya sediakan 5 modem dan pulsa
senilai 3p 20 juta. Hasilnya, suara Prabowo di TV One merangsek hingga 36%
(Boediono 48). Hanya di Metro TV yg saya dapati masih "dipermainkan". Sejak
pukul 18 hingga 21, seluruh sms berisi "Cawapres 1" yg dikirim ke 6876 mental
dan dpt jawaban "layanan tidak tersedia". Anehnya, jam 21.00 Metro TV tetap
mengumumkan hasil pollingnya.
Seri debat terakhir saya pulang kampung jadi tidak ikutan polling. Hasilnya
Mega mendapat 14% di TV One dan 9% di Metro TV.
Tahukah Saudara bgmana SBY-Boediono menangani polling ini? Mereka membayar
sebuah perusahaan content provider (namanya saya rahasiakan) dan menyiapkan
seluruhnya 50 modem.
:))
XXXX (nama didelete)