Refleksi : Kurang saja pendeta bilang  kepada umatnya bahwa Golput adalah haram 
dan bukan warga negara Indonesia.   Memilih atau tidak memilih adalah hak orang 
deasa dalam demokrasi zaman kontemporer.

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/04/13274027/Orang.Kristen.Tidak.Boleh.Golput


Orang Kristen Tidak Boleh Golput!

 
Warta Kota/Pradaningrum
Gereja Tugu
/
Artikel Terkait: 
  a.. Umat Kristen Disarankan Terlibat Politik Moral 
Sabtu, 4 Juli 2009 | 13:27 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Kalau menghendaki pemimpin yang kuat dalam moralitas 
keadilan pilihlah pasangan Megawati-Prabowo, moralitas kebersihan pilihlah 
SBY-Boediono, tapi kalau mau yang bermoralitas pelayanan silahkan pilih 
JK-Wiranto. Tapi, jangan tidak memilih (golput).

Demikian diungkap Pdt. Benyamin F. Intan, Ph.D., di hadapan ratusan umat 
Kristen. Lebih jauh salah satu pendiri Pusat Pengkajian untuk Agama dan 
Masyarakat (RCRS), memaparkan kekuatan dan kelemahan masing-masing 
capres-cawapres. "Saya tidak boleh masuk dakam politik praktis. Tapi silahkan 
Anda pilih. Saya tidak mau Anda golput. Orang Kristen tidak boleh golput," kata 
pendeta Kristen ini di dalam Seminar Politik Moral dan Kepemimpinan Nasional di 
Reformed Millenium Center of Indonesia Jakarta, Sabtu (4/7).

Megawati-Prabowo 

Kekuatan: 1. Konstitusional dan NKRI 2. Moralitas keadilan 3. Ekonomi 
kerakyatan 4. Kemandirian bangsa 5. Pertumbuhan ekonomi 10 persen 6. Banyak 
kontrak politik 7. Prabowo adalah tokoh baru dan muda

Kelemahan: 1. Era Megawati saat menjadi presiden, Indonesia tidak mengalami 
perubahan. 2. Kurang adanya komunikasi politik 3. Disinyalir KKN cukup kuat 4. 
Pelanggaran HAM yang diduga dilakukan Prabowo

SBY-Boediono 

Kekuatan: 1. Moralitas kebersihan 2. Kapabilitas, kredibilitas dan aksepbilitas 
yang cukup tinggi 3. Incumbent 4. Klaim korupsi menurun, ekonomi yang tetap 
stabil di tengah krisis dan swasembada beras 5. Pertumbuhan ekonomi 7 persen 
adalah realistis 6. Anggaran pendidikan mencapai 20 persen 7. Citra keluarga 
bahagia 8. Keduanya kompak

Kelemahan: 1. Pada era SBY banyak UU dan Perda yang diskriminatif 2. Pada era 
ini juga ada 20 juta warga negara yang kehilangan hak pilihnya 3. Isu 
neoliberalisme 4. Cacat representasi karena keduanya dari Jawa Timur 5. Kurang 
inspiratif, stagnan dan lamban 6. Terbebani utang luar negeri

JK-Wiranto

Kekuatan: 1. JK pemimpin yang paling visioner 2. Moralitas pelayanan 3. 
Inspiratif dan lugas 4. Pasangan nusantara 5. Keduanya kompak

Kelemahan: 1. Kasus HAM Wiranto 2. Image saudagar bertabrakan dengan aturan dan 
birokrasi 3. Beban politik internal Partai Golkar 4. Orang Jawa masih sulit 
menerima Non-Jawa. "Silahkan Anda pilih. Dan bertanggungjawab pada Tuhan," 
pungkasnya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke