http://hariansib.com/?p=82917

Borneo Tribune Dipukul Pengawal Boediono 
Posted in Berita Utama by Redaksi on Juli 4th, 2009 

KAMPANYE BOEDIONO. Cawapres Boediono (kiri) menyapa sejumlah warga usai Sholat 
Jumat di Masjid Mujahidin, Pontianak, Kalbar, Jumat (3/7). Boediono menjanjikan 
pemerintahan yang bersih dan terus konsisten dalam meberantas Korupsi Kolusi 
Nepotisme jika pasangan Capres-Cawapres, Soesilo Bambang Yudhoyono - Boediono, 
terpilih dalam Pilpres 2009 nanti. (FOTO ANTARA/Jessica Wuysang)

Pontianak (SIB)
Kasus kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi dalam rangkaian acara 
kampanye SBY-Boediono. Di Pontianak, Kalbar, wartawati Borneo Tribune, Rizky 
Wahyuni dipukul oleh salah seorang pengawal Boediono. Peristiwa ini bermula 
saat Rizky dan rekan-rekannya ingin mewawancarai Boediono di ruang istirahat di 
Masjid Mujahiddin, Pontianak, Jumat (3/7) siang. "Saya ditinju di pipi sebelah 
kiri, tepatya di tulang pipi," kata Rizky saat dihubungi detikcom.


Rizky bercerita, awalnya dia ingin mengikuti teman-temannya untuk mewawancarai 
Boediono sambil berjalan di seputar Masjid usai salat Jumat. Namun karena 
situasi berdesak-desakan dan tidak memungkinkan untuk wawancara, seorang 
pengawal berbaju hitam meminta para wartawan menemui Boediono di ruang 
istirahat di Masjid Mujahiddin."Kalau mau wawancara di ruang istirahat saja," 
kata pengawal.


Namun setibanya di ruang istirahat, Rizky dan rekannya juga menemui ruangan 
tersebut telah dipenuhi oleh pengawal berbaju hitam di depan pintu masuk. 
Setelah mencoba berdesakan masuk, wartawan akhirnya diperbolehkan 
masuk."Wartawan boleh masuk tapi terbatas," kata seorang pengawal.
Karena terbatas, para wartawan sepakat Rizky dan seorang wartawan RRI-lah yang 
masuk ke ruangan dan mewawancarai Boediono. Sedangkan wartawan lain menitip 
tape recorder kepada keduanya.


"Saya mau masuk, tapi saya masih menunggu satu titipan recorder lagi dari 
teman. Setelah dapat, saya masuk. Namun tiba-tiba saya ditarik keluar dengan 
kasar. Lalu tiba-tiba saya ditinju di pipi sebelah kiri, tepatya di tulang 
pipi," kisahnya. Rizky tidak memperhatikan siapa yang memukulnya karena kondisi 
yang terlalu sesak. "Pengawal baju hitam, tapi saya tidak sempat memperhatikan 
nama (yang tertera di baju) dan wajahnya," ungkapnya.
Usai kejadian itu, Boediono sempat menghampiri ke depan pintu. Namun, ia hanya 
terlihat berbicara sebentar dengan seorang ajudannya yang berbaju coklat dan 
tak mengeluarkan sepatah kata pun.


Setelah itu, ajudan tersebut menemui Rizky untuk berbicara. "Setelah itu 
ajudannya menemui saya dan mengajak ke mobil untuk ke airport," ujarnya.
Namun, karena terlanjur kesal Rizky menolak ajakan tersebut. Rekan-rekannya 
yang lain pun memintanya demikian.
Saat ini, Rizky yang masih merasa sakit karena memar di pipinya itu sudah 
melaporkan kasusnya ke Poltabes Pontianak. Ia pun mengaku sudah divisum dan 
mintai keterangan pihak kepolisian. (Detikcom/x)

This entry was posted on Sabtu, Juli 4th, 2009 at 09:16 and is filed under 
Berita Utama. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 
feed. Both comments and pings are currently closed. 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke