Pekanbaru - Empat mahasiswa asal Indonesia mengalami penyiksaan yang diduga 
dilakukan oleh kepolisian Mesir. Mereka ditelanjangi bahkan disetrum pada 
bagian tubuhnya selama 3 hari.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Faturrahman, Arjil, Ahmad Yunus, dan Tafri 
Sugandi. Mereka berasal dari Kabupaten Rokanhulu, Pekanbaru, yang sedang 
belajar di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

"Dari cerita adik saya lewat telepon dan chatting, mereka mengalami penyiksaan 
dengan ditelanjangi, disetrum dan tidak diberi makan," kata kakak korban 
Faturrahman, Sainul Muttaqin saat dihubungi detikcom di Pekanbaru, Jumat 
(3/7/2009).

Menurut Sainul, kejadian ini bermula ketika pada tanggal 28 Juni lalu tiba-tiba 
polisi mendobrak kamar kos mereka. Kedatangan polisi saat itu, sebetulnya 
mencari salah seorang mahasiswa yang berasal dari Tapanuli bernama Ismail 
Nasution.

Ismail diduga berhubungan dengan jaringan gerakan Islam radikal di Mesir. 
Pasalnya, ia membuka situs Ihwan Muslim Online, yang dipermasalahkan oleh 
polisi.

"Tapi tiba-tiba polisi menangkap adik saya dan teman-temannya juga," imbuhnya.

Polisi juga mempermasalahkan gambar tokoh pejuang Palestina Syekh Ahmad Yasin 
yang terpampang di dinding kamar mereka. Akhirnya mereka pun digelandang ke 
kepolisian bak teroris.

"Matanya ditutup, lalu pas tiba di kepolisian baru dibuka," ungkapnya.

sumber : http://www.detiknew s..com/read/ 2009/0... i-polisi- mesir


















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke