Refleksi: Reaksi Menteri Luarnegeri sangat bagus sekali.  

Belum lama berselang seorang mahasiswa  meninggal di Singapura. Sebab musabab 
kematian tidak begitu jeslas. Reaksi terhadap kematian mahasiswa ini  dari 
pihak pemerintah NKRI tidak diberikan seperti kepada mahasiswa di Mesir. 
Mengapa demikian?

http://www.antaranews.com/view/?i=1246865182&c=INT&s=ASP

Penahanan Mahasiswa Indonesia di Mesir Jangan Terulang
Senin, 6 Juli 2009 14:26 WIB | Mancanegara | Asia/Pasifik | Dibaca 94 kali

Hassan Wirajuda (ANTARA/Jo Seng Bie)

Jakarta,(ANTARA News) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda 
mengharapkan peristiwa penahanan empat mahasiswa Indonesia di Mesir jangan 
sampai terulang kembali.

"Pemerintah Indonesia telah melakukan nota protes kepada Pemerintah Mesir 
terkait kasus penahanan terhadap mahasiswa Indonesia tersebut," katanya usai 
membuka kegiatan "Indonesia Election Visitor Program (EVP), diTangerang Banten, 
Senin.

Menlu Hassan menyebutkan, Pemerintah Indonesia telah melakukan penelusuran 
fakta dan kronologi peristiwa tersebut melalui KBRI di Kairo, Mesir.

"Sistem pemerintahan di negara kita dengan Mesir jelas berbeda," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan mahasiswa itu yakni Fathurrahman mahasiswa tingkat IV 
asal Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah,Riau.

Tiga korban lainnya adalah Ahmad Yunus yang juga mahasiswa tingkat IV asal 
Kecamatan Bangun Purba, Azril mahasiswa tingkat I asal Rokan IV Koto dan Tasrih 
Sugandi mahasiswa tingkat I asal daerah transmigrasi SP4, Provinsi Riau .

Penahanan empat mahasiswa tersebut dilakukan "Amni Daulah" (polisi Mesir) pada 
28 Juni 2009 hingga dibebaskan 1 Juli 2009. Mereka dijemput paksa dari sebuah 
rumah kost di Kairo.

Dalam proses introgasi para mahasiswa mengaku sempat dianiaya seperti 
ditelanjangi, dipukuli dan disetrum. Bahkan, Fatturahman mengaku sempat 
disetrum di kemaluannya dan meninggalkan bekas luka-luka.(*)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke