Tulisan yang ada di link ini menurut saya adalah benar



http://politikana. com/baca/ 2009/07/04/ rahasia-di- balik-polling- sms-tv-one- 
dan-metro- tv.html



Secara etika kita selaku CP tidak bisa melakukan ini untuk nomor yang kita

kelola sendiri. Tapi di cerita di atas CP yang bercerita melakukan "bom"

untuk nomor lain dari CP lainnya.



Mudah-mudahan masih terkait TI sehingga tidak OOT






Rahasia
di Balik Polling SMS TV One dan Metro TV


Penting +10 Dwiki Setiyawan 

Sabtu, 4 Jul '09 21:37 

 

Di milis Kahmi Pro Network, rekan saya Fami Fachrudin yang mantan
caleg DPR-RI dari Partai Gerindra, menulis catatan ringan mengenai kegiatan 
polling
short message servive (sms) saat berlangsung acara Debat Capres dan
Cawapres beberapa waktu lalu.

Dari penuturannya, barulah saya tahu, "Oh begini tho
'pertempuran'  yang terjadi dibalik kegiatan polling sms untuk
saling dongkrak-mendongkrak perolehan hasil akhir yang selama ini tidak
diketahui publik."

Rekan Fami Fachrudin ini pendapatnya saya kutip untuk tulisan ini, karena
dia punya kapasitas untuk bicara soal polling sms dimaksud. Saat ini
ia Presiden Direktur PT ASMINDO. Sebuah perusahaan berkantor di Jakarta yang 
bergerak di
bidang content provider, telekomunikasi dan teknologi informasi.
Pembaca yang ingin tahu banyak soal sosok satu ini, silakan klik situsnya di 
http://www.masfami.com.

Di milis tersebut, Fami yang asli Bumiayu Jawa Tengah itu menuturkan bahwa
ia menggunakan SMSCaster untuk 'membom' empat digit nomor tujuan
pengiriman sms. Program SMSCaster ini, katanya pula  bisa dicari
di internet lewat Mesin Pencari Google.

Berikut catatan Fami Fachrudin mengenai sepak terjang dibalik kegiatan Polling
SMS Debat Capres dan Cawapres selengkapnya:

Karena debat capres-cawapres sudah usai, mungkin perlu sedikit diungkap
secara singkat bagaimana kegiatan polling di TV One dan Metro
TV.

Saya sedih dan geli, ketika para pakar dan juru bicara Tim Kampanye Nasional
dengan "serius" membahas hasil polling tersebut, termasuk our newly
crowned as professor yang pada debat cawapres ke-1 jadi komentator di Metro
TV. Padahal, bersama Ami Geis, Dian, dan Tatat di OhLaLa (belakangan
datang Medrial, Hamid, dan IJP) saya kirim ribuan sms dari laptop saya untuk
menyodok suara dukungan sms utk Prabowo hingga 32%. Saya geli saat pengamat
kita membahas hasil polling tersebut dengan segala argumennya.

***

Saat debat capres pertama usai, paginya Mega-Prabowo Media
 Center membahas soal
perolehan suara Mega pada polling sms kedua TV tersebut yang sangat
rendah. Mereka mengeluh karena kesulitan mengirimkan sms dukungan ke 3030 (TV
One) maupun 6876 (Metro TV).

Sebagai orang yang menggeluti bisnis content provider, saya
mengerti betul bagaimana teknis yang ada di belakang mesin 3030 dan 6876
bekerja. Lalu saya sampaikan kepada kawan-kawan (di Tim Sukses Mega-Prabowo),
sediakan saya pulsa senilai 10 juta rupiah, saya akan bekerja menaikkan
angkanya.

Singkat kata, seusai debat cawapres 1, suara Prabowo di Metro TV
mencapai 32, Boediono 45, dan Wiranto 20. Itu berkat 2 buah modem dan pulsa
senilai Rp 10 juta.

Mungkin merasa kecolongan (Boediono di bawah 50%), pada debat capres ke-2,
atau seri debat ke-3 dari serial debat itu, pengiriman memakai modem
dipersulit. Puji Tuhan, ada orang Metro TV yang teledor kirim sms ke nomor yang
dipakai untuk "menggempur" berbunyi:

"Tolong jangan jadi spammers -Metro TV".

I got you! Rupanya aliran sms yang masuk ke mesin 6876 'diplototin'
sama mereka sehingga nomor yang berkali-kali masuk bisa ketahuan. Sms itu
adalah bukti bahwa aliran sms yang masuk "dikontrol" oleh mereka.
Pikiran kotor saya berpendapat, mereka mau mengontrol agar suara SBY-Boediono
tetap di atas 50%.

Ini jelas tidak fair. Pertama, sms yang saya kirim isinya sesuai
dengan petunjuk. Kedua, jumlah sms yg saya kirim tidak melanggar
aturan karena presenter bilang: kirim sebanyak-banyaknya !

Malam itu hasilnya mengecewakan. Paginya
 Media Center
mengadakan jumpa pers untuk sedikit menyentil praktek tersebut.

Pada seri ke-4 atau debat cawapres ke-2, saya sediakan 5 modem dan pulsa
senilai 3p 20 juta. Hasilnya, suara Prabowo di TV One merangsek hingga
36% (Boediono 48). Hanya di Metro TV yang saya dapati masih
"dipermainkan". Sejak pukul 18.00 hingga 21.00 wib, seluruh sms
berisi "Cawapres 1″ yg dikirim ke 6876 mental dan dapat jawaban
"layanan tidak tersedia". Anehnya, jam 21.00 Metro TV tetap
mengumumkan hasil pollingnya.

Seri debat terakhir saya pulang kampung jadi tidak ikutan polling.
Hasilnya Mega mendapat 14% di TV One dan 9% di Metro TV.

Tahukah Saudara bagamana SBY-Boediono menangani polling ini? Mereka
membayar sebuah perusahaan content provider (namanya saya rahasiakan)
dan menyiapkan seluruhnya 50 modem.





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke