Jawa Pos [ Rabu, 08 Juli 2009 ] Bendera Bintang Kejora Berkibar, Yapen Ricuh Pelaku Menyerang dan Membakar Motor Polisi
JAYAPURA - Bendera bintang kejora dilaporkan kembali berkibar di sebuah pohon di pinggir jalan depan Gunung Auri, Kampung Nawari, Distrik Angkaisera, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, Senin (6/7) sekitar pukul 09.00 WIT. Berkibarnya bendera bintang kejora itu diketahui Bripda Mesak Decky Merani yang akan menuju Kampung Nawari, Distrik Angkaisera, Kabupaten Kepulauan Yapen, dengan menggunakan sepeda motor. Saat berada di dekat TKP, Bripda Mesak melihat sebuah bendera bintang kejora yang berkibar di atas pohon di Gunung Auri. Melihat hal itu, Bripda Mesak langsung menuju Polsek Angkaisera untuk melaporkan kejadian tersebut. Mendapat laporan itu, dua anggota Polsek Angkaisera dengan menggunakan motor Yamaha RX King milik Kapolsek Angkaisera menuju TKP untuk menurunkan bendera tersebut. Sebelum mencapai TKP, Bripda Mesak bersama dua anggota Polsek Angkaisera diserang sekelompok orang yang tidak dikenal. Bahkan, para pelaku diduga melepaskan tembakan ke arah tiga anggota Polri itu. Para polisi tersebut menyelamatkan diri dan meninggalkan dua motor yang mereka gunakan. Saat meninggalkan TKP, tiga anggota polisi itu bertemu satu mobil patroli yang membawa anggota untuk pergeseran pasukan pengamanan pilpres. Mereka kemudian menuju Polres Kepulauan Yapen. "Selanjutnya, dengan dipimpin Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Imam Setiawan, polisi kembali ke lokasi pengibaran bendera bintang kejora tersebut dan mengejar para pelaku penyerangan. Sesampainya di lokasi, ternyata, motor dinas Kapolsek Angkaisera dan motor yang digunakan oleh Bripda Decky sudah terbakar habis. Sekitar pukul 11.00 WIT, bendera bintang kejora berukuran 159 x 90 cm yang dipasang pada kayu sepanjang 6 meter dan diikat di atas pohon sudah diturunkan. Kapolda Papua Irjen Pol FX Bagus Ekodanto saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos via telepon selulernya membenarkan adanya kejadian tersebut. "Kemarin sudah dilakukan pengejaran yang dipimpin oleh Kapolres Kepuluan Yapen, namun tidak ada," ujarnya. Soal pelaku pengibaran bendera bintang kejora, Kapolda Bagus Ekodanto menyatakan belum tahu secara pasti dari kelompok mana. Ditanya apakah pelakunya merupakan kelompok Erick Manitori yang sempat dihadang 15 polisi dan 5 TNI di Poiway beberapa hari lalu, Kapolda juga belum bisa memastikan hal itu. "Kami belum tahu, apakah ada kaitannya dengan pelaku penyerangan dan penguasaan Lapter Kapeso, Kabupaten Mamberamo Raya atau tidak," katanya. Meski terjadi pengibaran bendera bintang kejora di Kabupaten Kepulauan Yapen, menurut Kapolda, hal itu tidak mengganggu situasi kamtibmas di tanah Papua. (bat/jpnn/end) [Non-text portions of this message have been removed]

