http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/07/15/headline/krn.20090715.171135.id.html

Edisi 15 Juli 2009

Pernyataan Yudhoyono soal Korupsi Dikecam

JAKARTA - Kalangan aktivis meminta Komisi Pemberantasan Korupsi tetap berfokus 
menindak kasus-kasus korupsi. "Peran penting KPK adalah untuk melakukan represi 
terhadap koruptor agar timbul efek jera," kata Sekretaris Jenderal Transparency 
International Indonesia Teten Masduki kepada Tempo kemarin. 

Pernyataan Teten tersebut dikemukakan menanggapi imbauan Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono kepada aparat keamanan agar lebih mementingkan pencegahan 
korupsi. "Jadi pencegahan dan pencegahan. Itu semangat kita, dengan cara 
reformasi birokrasi, dengan cara pendidikan. Jangan menjebak, dicegah," ujar 
Yudhoyono dalam rapat koordinasi pencegahan dan pemberantasan korupsi, Senin 
lalu. Rapat itu diikuti KPK, kepolisian, kejaksaan, Mahkamah Agung, Badan 
Pemeriksa Keuangan, dan BPKP. 

Teten menegaskan, kegiatan pencegahan bukanlah wewenang KPK, melainkan 
pemerintah. "Reformasi birokrasi dan pendidikan masyarakat mengenai korupsi 
seharusnya dilakukan oleh pemerintah," kata Teten. Sebab, kebijakan yang rentan 
korupsi ada di pemerintahan. "Hingga saat ini pemerintah sedikit sekali 
melakukan pencegahan korupsi." 

Dia mengingatkan, peran penting KPK adalah melakukan represi terhadap koruptor 
agar timbul efek jera. Itu sebabnya, menurut Teten, penggunaan alat sadap oleh 
KPK adalah wajar. "KPK harus tetap leluasa dalam usaha menangkap koruptor," 
katanya. Teten menegaskan, berbagai cara boleh digunakan dalam menangkap 
koruptor. 

Adapun Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai pernyataan Yudhoyono itu tidak 
tepat dikeluarkan oleh pemimpin yang mengaku antikorupsi. Wakil Koordinator ICW 
Emerson Yuntho khawatir, jika ucapan Presiden itu diikuti, akhirnya berujung 
pada pengampunan terhadap koruptor. "Padahal seharusnya zero tolerance, tidak 
ada ampun," kata dia. 

Emerson sependapat dengan Teten bahwa koruptor sudah seharusnya dijebak, antara 
lain dengan penyadapan. Jika tidak dijebak, koruptor akan leluasa beraksi. 

Dia menegaskan, penindakan terhadap korupsi sudah merupakan bagian dari 
pencegahan karena dapat menimbulkan efek jera bagi orang lain. "Seharusnya 
semangat itu yang dibangun." FAMEGA SYAVIRA


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke