http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/07/17/4515.html
Jumat, 17 Juli 2009, 14:14:14 WIB
Presiden SBY Kecam Aksi Peledakkan Bom
*Presiden SBY, didampingi Menko Polhukkam, Panglima TNI, dan Kapolri
menyampaikan keterangan pers soal ledakkan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz
Carlton, di halaman depan Kantor Presiden, Jumat (17/7) siang. (foto:
abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengecam keras aksi peledakkan bom
di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan Jakarta,
Jumat (17/7) pagi. “Hari ini adalah titik hitam dalam sejarah kita. Terjadi
lagi serangan atau pengeboman yang dilakukan oleh kaum teroris di Jakarta. Aksi
teror ini diperkirakan dilakukan oleh kelompok terorisme, meskipun belum tentu
jaringan terorisme yang kita kenal selama ini,” kata Presiden SBY dalam
keterangan persnya di halaman depan Kantor Presiden, Jumat (17/7) siang.
“Aksi yang tidak berperikemanusian ini juga menimbulkan korban jiwa dan
luka-luka bagi mereka yang tidak berdosa. Oleh karena itu, pada kesempatan ini,
atas nama negara dan pemerintah, dan selaku pribadi, kepada para keluarga saya
mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga saudra-saudara kita
yang menjadi korban hidup tenang di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar SBY..
Aksi pemboman yang keji, tidak berperikemanusiaan serta tidak bertanggungjawab
itu, terjadi ketika bangsa Indonesia baru saja selesai melakukan pemungutan
suara dalam rangka pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, dan ketika KPU sedang
menghitung hasil pemungutan suara itu. “Kejadian yang sangat merusak keamanan
dan kedamaian di negeri ini juga terjadi ketika rakyat sungguh menginginkan
suasana yang tetap aman, tenang, dan damai. Dan justru rakyat ingin agar
selesainya pemilihan umum 2009 ini, kita semua segera bersatu membangun kembali
negara kita untuk kepentingan rakyat Indonesia,” SBY menjelaskan.
“Terus terang juga, aksi pengeboman ini terjadi ketika rakyat merasa prihatin
atas kegaduhan politik di tingkat elite, disertai --sebagaimana yang saya ikuti
tiap hari-- ucapan-ucapan yang bernada menghasut dan terus memelihara suhu yang
panas dan penuh dengan permusuhan. Itu sesungguhnya bukan menjadi harapan
rakyat setelah mereka semua melaksanakan kewajiban demokrasinya beberapa saat
yang lalu,” ujar SBY.
Presiden SBY yakin, hampir semua merasa prihatin, berduka, dan menangis dalam
hati. “Seperti juga yang saya rasakan. Memang ada segelintir orang di negeri
ini yang sekarang tertawa puas, bersorak dalam hati, disertai nafsu amarah dan
keangkaramurkaan. Mereka, segelintir orang itu tidak memiliki rasa kemanusiaan,
tidak peduli dengan kehancuran negara kita akibat aksi teror ini yang dampaknya
luas bagi ekonomi kita, iklim usaha kita, kepariwisataan kita, citra kita di
mata dunia dan lain-lain lagi,” SBY menandaskan.
Mendampingi Presiden SBY saat memberikan keterangan pers, antara lain, Menko
Polhukkam Widodo AS, Kapolri Bambang Hendarso Danuri, Panglima TNI Djoko
Santoso, Menkominfo M. Nuh, Mensesneg Hatta Rajasa, dan Seskab Sudi Silalahi.
(osa)
[Non-text portions of this message have been removed]