http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/07/17/4516.html
Jumat, 17 Juli 2009, 14:25:49 WIB
Presiden:
"Adili Siapa pun yang Terlibat Aksi Terorisme. Siapa pun!"
*Presiden SBY menunjukkan foto dirinya yang dijadikan sasaran tembak dalam
latihan kelompok teroris, di halaman depan Kantor Presiden, Jakarta, Jumat
(17/7) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Saat ini pemerintah telah menjalankan kegiatan tanggap darurat untuk
merawat korban dalam ledakan bom di Hotel JW. Marriott dan Hotel Ritz Carlton.
Investigasi juga tengah dilakukan. "Setelah saya menerima laporan awal dan saya
telah menginstruksikan kepada Polri, Badan Intelejen Negara, dan
lembaga-lembaga negara terkait untuk melakukan investigasi secara cepat dan
menyeluruh, serta mengadili pelaku-pelakunya sesuai ketentuan hukum yang
berlaku,” Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan hal ini saat memberikan
keterangan persnya di halaman depan Kantor Presiden, Jumat (17/7) siang.
“Saya yakin, sebagaimana yang dapat kita ungkapkan di waktu yang lalu, para
pelaku dan mereka-mereka yang menggerakkan aksi terorisme ini akan dapat kita
tangkap dan akan kita adili secara hukum. Saya juga menginstruksikan kepada
para penegak hukum untuk juga mengadili siapa saja yang terlibat dalam aksi
terorisme ini. Siapapun dia, apapun status dan latar belakang politiknya,”
Presiden menandaskan.
Presiden menjelaskan, tadi pagi banyak sekali mendengar pernyataan dari
orang-orang yang mencemaskan jika aksi teror ini berkaitan dengan hasil
pemilihan presiden sekarang ini. Tapi Presiden meminta kita tidak boleh main
tuding. "Semua teori dan spekulasi harus bisa dibuktikan secara hukum. Negara
kita adalah negara hukum dan juga negara demokrasi. Oleh karena itu norma hukum
dan norma demokrasi harus betul-betul kita tegakkan. Bila seseorang bisa
dibuktikan bersalah secara hukum, baru kita mengatakan yang bersangkutan
bersalah,” SBY menambahkan.
“Saya harus mengatakan untuk pertama kalinya kepada rakyat Indonesia, bahwa
dalam rangkaian Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden serta Wakil Presiden
tahun 2009 ini, memang ada sejumlah intelijen yang dapat dikumpulkan oleh pihak
yang berwenang. Sekali lagi ini memang tidak pernah kita buka kepada umum,
kepada publik, meskipun terus kita pantau dan ikuti. Intelegen yang saya maksud
adalah adanya kegiatan kelompok teroris yang berlatih menembak dengan foto
saya, foto SBY dijadikan sasaran. Dijadikan sasaran tembak,” ujar SBY.
Presiden SBY kemudian menunjukkan beberapa lembar foto yang menggambarkan
seseorang berpakaian hitam-hitam dengan penutup kepala sedang berlatih
menembak.. Sasaran yang digunakan penembak adalah foto SBY. Ada tanda hitam di
wajah SBY, sebagai tanda sasaran tembak.
Presiden SBY mendapatkan laporan intelijen ini beberapa saat yang lalu. Ada
rencana dari kelompok teroris untuk melakukan kekerasan dan tindakan melawan
hukum berkaitan dengan hasil Pemilu. Ada pula rencana untuk pendudukan paksa
KPU, pada saat nanti hasil pemungutan suara diumumkan. "Ada pernyataan, akan
ada revolusi jika SBY menang. Ini intelijen, bukan rumor, bukan isu, bukan
gosip. Ada pernyataan, kita bikin Indonesia seperti Iran. Dan yang terakhir ada
pernyataan, bagaimanapun juga SBY tidak boleh dan tidak bisa dilantik. Saudara
bisa menafsirkan apa arti ancaman seperti itu. Dan puluhan intelijen lagi yang
sekarang berada di pihak yang berwenang,” SBY menjelaskan.
Sesuai dengan kebiasaaan ketika terjadi bencana, Presiden SBY tadi pagi ingin
langsung datang ke lokasi. Namun Kapolri dan semua pihak menyarankan agar
Presiden jangan dulu datang, karena memang belum steril, masih dibersihkan,
masih disisir, dan ancaman setiap saat bisa datang. “Apalagi dengan contoh yang
saya sampaikan tadi. Ancaman fisik,” kata SBY.
“Tetapi tentu hidup dan mati di tangan Allah SWT. Saya tidak boleh terhalang
dalam menjalankan tugas saya untuk rakyat, untuk negara ini. Dan karena
pengamanan Presiden berada di pundak TNI, saya yakin TNI telah mengambil
langkah-langkah seperlunya. Terhadap semua intelijen itu, saudara-saudara,
apakah terkait dengan aksi pemboman hari ini atau tidak terkait, saya
menginstruksikan kepada semua jajaran penegak hukum untuk menjalankan tugasnya
dengan benar, objektif, tegas dan dapat dipertanggungjawabkan secara hokum,”
tegas SBY.
Andaikata tidak terkait dengan ancaman-ancaman yang terjadi itu, aksi pemboman
hari ini tetaplah harus dicegah, harus dihentikan karena anarkhis, melawan
hukum, dan bukan karakter demokrasi. “Sangat jelas atas semuanya ini, saya
selaku kepala negara dan kepala pemerintahan mengutuk keras aksi teror yang
keji ini. Saya juga sangat-sangat prihatin dengan kejadian ini,” seru SBY.
“Barangkali, atau biasanya dalam keadaan seperti ini banyak diantara kita yang
kurang berani menyampaikan kecaman dan kutukannya. Barangkali karena
pertimbangan politik. Saya dengan bahasa terang harus menyampaikan seperti itu,
karena demikian amanah saya sebagai kepala negara,” kata SBY. (osa)
[Non-text portions of this message have been removed]