http://www.antaranews.com/view/?i=1247903703&c=NAS&s=HUK


Satpam Sempat Tegur Pelaku Bom Bunuh Diri

Sabtu, 18 Juli 2009 14:55 WIB 

*Sejumlah petugas mengevakuasi jenazah korban ledakan di Hotel JW Marriott , 
Jakarta, Jumat (17/7). ( ANTARA/ Ujang Zaelani)

Jakarta (ANTARA News) -
Supervisor Satuan Pengamanan (Satpam) Hotel JW Marriot, Didik Achmad
Taufik (39) yang menjadi korban, sempat berkomunikasi dengan seseorang
yang diduga tersangka peledakan bom.

Di RS Jakarta, Sabtu, Didik yang menderita luka di bawah telinga, kaki,
tangan dan muka mengaku sempat menegur tersangka peledakan bom beberapa
menit sebelum tempatnya bekerja diledakkan.

Didampingi istrinya Yaya (33) dan anaknya Rafi Ansyah, Didik
mengungkapkan, sekitar pukul 07:30 WIB atau beberapa menit sebelum
terdengar suara ledakan dia menegur seseorang yang membawa travel bag
sedang berjalan menuju lounge hotel.

Melihat tamu yang tampak kebingungan dan menghampiri dirinya, Didik
yang baru memulai shift pagi itu menanyakan sesuatu kepada pria dengan
jaket hitam dan bertopi tersebut.

"Ada yang bisa saya bantu," tanya Didik. Pria berkulit sawo matang tersebut, 
"Saya mau ketemu bos saya."

Kemudian Didik melanjutkan pertanyaannya, "Siapa bosnya dan dimana?,"
kemudian dijawab, "Ini saya mau mengantar pesanan bos saya".

Selanjutnya, karena tamu tersebut mau mengantar pesanan, kata Didik
yang tampak masih lemah terbaring di ruang Krisan kamar 351 lantai III
RS Jakarta, tidak berani bertanya lebih lanjut.

Sesuai prosedur pelayanan hotel, Didik meminta temannya bernama Dadang untuk 
mengantar tamu tersebut ke tempat bosnya.

Sebelum mengantar, Dadang sempat menanyakan kepada Didik siapa tamu itu
dan diantar kemana. Setelah itu ketiganya berpisah. Didik pergi
mengontrol ke lokasi lain.

"Beberapa menit kemudian, ada suara ledakan, dan saya telah tertimpa plafon 
serta serpihan debu," kata dia.

Dalam kondisi belum menyadari sepenuhnya bila itu bom, Didik berlari ke
arah belakang dan sempat membunyikan alaram tanda bahaya.

"Menurut informasi kini Dadang menderita luka cukup parah," kata dia.

Dia juga yakin kalau bom tersebut dirakit di dalam kamar, karena setiap
tamu yang masuk akan diperiksa secara seksama oleh satuan keamanan yang
dia pimpin.

Didik memperkirakan, tamu yang menginap di kamar 1508 tersebut, membawa
bom yang siap diledakkan dari kamar turun dengan lift menuju ke arah
lounge.

"Saya baru sadar kalau itu diduga tersangka bom bunuh diri setelah
melihat kamera CCTV," kata Didik sambil mengatakan ciri-ciri fisik yang
diduga pelaku adalah berkulit sawo matang, tinggi sekitar 172
sentimeter dan umur sekitar 25-28 tahun.

Selain Didik, Andri yang juga bekerja di Marriot sejak tiga tahun lalu,
juga mengaku melihat secara langsung orang yang diduga sebagai
tersangka.

Sayang, Andri yang dirawat di ruang Yasmin tidak bisa ditanya lebih
banyak karena kondisi pendengarannya belum normal sehingga tim dokter
melarang wartawan mewawancarainya. (*)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke