http://sains.kompas.com/read/xml/2009/07/18/07062551/40.kura-kura.berleher.ular.dilepas
40 Kura-kura Berleher Ular Dilepas
Sabtu, 18 Juli 2009 | 07:06 WIB
KUPANG, KOMPAS.com — Sebanyak 40 kura-kura berleher ular dilepas Menteri
Kehutanan MS Kaban ke habitat semula di Danau Peto, Kabupaten Rote Ndao, Nusa
Tenggara Timur, Kamis (16/7). Satwa langka endemik di Kabupaten Rote Ndao ini
sudah terancam punah.
Penurunan populasi kura-kura leher ular ini karena pengambilan langsung dari
alam guna memenuhi permintaan perdagangan internasional, terutama di pasar
Eropa, Amerika, dan Jepang, pengurangan lahan basah, kebutuhan konsumsi, serta
tak adanya perlindungan bagi habitat.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT Luhut Sihombing di Kupang,
Jumat (17/7), mengatakan, pelepasan kura-kura berleher ular (Chelodina mccordi)
ini merupakan upaya mempertahankan kura-kura langka ini di NTT.
”Kura-kura leher ular Pulau Rote awalnya dianggap satu spesies dengan kura-kura
leher New Guinea (Chelodina novaguinea). Namun, nama mccordi diberikan oleh
William P Mccordi, peneliti dari New York, 1994. Tahun 2004, kura-kura ini
masuk kategori satwa terlindungi karena populasinya terus menurun,” kata
Sihombing.
Kura-kura ini memiliki bentuk unik karena kecil, leher dan kepala menyerupai
ular, serta sisi karapas melengkung ke atas. Panjang leher sama dengan karapas
sehingga untuk menyembunyikan kepala, lehernya harus dilipat melingkari karapas.
Kura-kura yang dilepas Menteri Kehutanan di habitat semula adalah hasil
penangkaran dari PT Alam Nusantara Jayatama, yang sebelumnya diambil dari Danau
Peto. Lokasi pelepasan kura-kura ini adalah Danau Peto, Dusun Peto, Desa
Maubesi, Kecamatan Rote Tengah, Rote Ndao.
Sampai tahun 1970-an, masyarakat setempat meyakini kura-kura ini sebagai
perwujudan arwah leluhur di Danau Peto dan tidak pernah diperdagangkan. Namun,
memasuki 1980-an, kura-kura ini mulai diperdagangkan oleh para pedagang yang
datang dari luar Rote.
Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Kehutanan NTT Hengki Manesi mengatakan,
kura-kura ini dijual di luar negeri dengan harga sampai 15.000 dollar AS per
ekor, sementara di Rote Ndao Rp 30.000-Rp 50.000 per ekor. (KOR)
Sumber : KOMPAS
[Non-text portions of this message have been removed]