Agak sedih melihat tayangan televisi yang menggambarkan betapa para penonton pengunjung dan wartawan berdesak-desakan ketika Timothy, korban bom Marriott, dibawa masuk ke rumah sakit sehingga menghambat kecepatan pemberian pertolongan medis. Ajal memang di tangan Tuhan tetapi bisa saja hasilnya akan lain kalau Timothy segera mendapat pertolongan medis. Dalam keadaan darurat seperti itu setiap detik sangat berharga bagi nyawa si korban. Lain sekali dengan gambaran di negara lain yang ruang untuk lalu lintas pasien dalam keadaan darurat seperti itu benar-benar bebas dari desakan orang yang tidak perlu ada di sana. Polisi pun ikut menjaga agar wartawan tidak dapat mendekat. Di tayangan kita, malah para wartawan seolah-olah menahan korban agar dapat mengambil gambar sepuas-puasnya. Petugas medis dan polisi juga tidak tegas dan sigap. Menyedihkan dan seklaigus memalukan karena sering kita mengklaim sebagai bangsa yang berperikemanusiaan. KM
[Non-text portions of this message have been removed]

