Refleksi : Bukan saja kotoran kucing, tetapi semua kotoran!

http://www.antaranews.com/view/?i=1248101690&c=TEK&s=TKN

Kotoran Kucing Dapat Gugurkan Kehamilan
Senin, 20 Juli 2009 21:54 WIB | Iptek | Teknologi | Dibaca 495 kali

Karimun, Kepri (ANTARA News) - Punya peliharaan kucing sudah jadi kelaziman di 
tengah masyarakat, namun tanpa memperhatikan kebersihannya malah bisa 
membahayakan karena kotoran kucing penyebar toxoplasma dapat berakibat gugurnya 
kandungan ibu hamil.

"Toxoplasma adalah sejenis protozoa yang bisa menular dari kotoran kucing ke 
manusia atau hewan lainnya,"` kata Kepala Kantor Karantina Pertanian Tanjung 
Balai Karimun (TBK), Provinsi Kepulauan Riau, drh Yoeyoen Marrahayoeni, di TBK, 
Senin.

Pakar karantina hewan itu mengatakan, seekor kucing yang terserang 
toxoplasmosis akan mengeluarkan jutaan telur (ookista) toxoplasma melalui 
kotorannya. Ookista pada kotoran kucing yang mengering akan terbang tertiup 
angin kemudian menempel pada tempat-tempat tertentu.

Dia mengatakan, kucing penyebar toxoplasma hanya kucing sakit setelah memangsa 
tikus, burung, daging mentah atau lainnya yang tercemar parasit toxoplasma 
gondii (sejenis protozoa atau hewan bersel satu), anak kucing dapat pula 
tertular sejak lahir dari induk yang terinfeksi.

"Cara penularannya pada manusia bisa melalui plasenta ibu hamil pada janin yang 
dikandungnya atau menular secara langsung akibat ootista yang termakan tak 
sengaja maupun secara tidak langsung karena memakan daging hewan seperti sapi, 
kambing dan lainnya yang terinfeksi jika tidak dimasak secara sempurna," 
tuturnya.

Ookista yang menular pada manusia berubah bentuk menjadi kista yang mampu 
"bertapa" dalam jaringan tubuh, jika tertular pada wanita hamil dapat 
mengakibatkan keguguran atau cacat pada janin, seperti hydrocephalus (jadi 
kepala si bayi membesar dan berisi cairan), microcephali (otak bayi mengecil), 
dan masih banyak lagi yang kemungkinan besar berhubungan dengan syaraf otak, 
kata dia.

Seseorang yang tertular penyakit itu bukan hanya bisa dialami bagi mereka yang 
memelihara kucing, tapi orang lain pun bisa terkena, sehingga upaya 
pencegahannya berkaitan dengan pola hidup dan kebersihan lingkungan, lanjut dia.

"Jika kebersihan rumah tidak diperhatikan, maka ookista pada kotoran kucing 
dapat menempel pada peralatan rumah dan mampu bertahan hidup hingga 
berbulan-bulan," jelasnya.

Sedangkan terhadap ibu hamil yang telah terinfeksi, segera periksakan ke dokter 
untuk dilakukan imunisasi TORCH.

Seseorang yang menderita toxoplasma akut pada umumnya tidak merasakan sakit 
yang tidak menarik perhatiannya sehingga tidak terdeteksi. 

Gejalanya mirip dengan penyakit infeksi lainnya, yaitu demam, pembesaran 
kelenjar limfa di leher bagian belakang tanpa rasa sakit, sakit kepala, rasa 
sakit otot, lesu atau lemas. Gejala ini biasanya sembuh secara spontan.

"Bukan berarti tak boleh memelihara kucing tapi perhatikan kebersihannya, dan 
biasakan pola hidup sehat," katanya.(*)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke