http://www.gatra.com/artikel.php?id=128518
Ketua MPR: Jangan Kaitkan Teror dan Agama Jambi, 21 Juli 2009 15:58 Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta semua pihak agar tidak menghubungkan teror bom di Jakarta baru-baru ini, dengan agama. Karena apa pun alasannya, pelaku adalah orang yang biadab. "Agama mana pun tidak ada yang mengajarkan umatnya untuk melakukan teror dengan tujuan membunuh sesama, baik sesama agama, antaragama, sebangsa dan lain bangsa," kata Hidayat Nur Wahid usai Semiloka Pendidikan Gratis di Jambi, Selasa. Ia mengatakan, serangan bom di Hotel JW Marriots dan Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, itu murni perbuatan orang biadab yang tidak boleh disebut atau dikaitkan dengan agama. Untuk itu polisi harus serius dan transparan dalam mengungkap kasus tersebut, apabila pelaku sudah terungkap dan tertangkap sebut saja teroris atau tidak dari agama tertentu. Agama adalah simbol murni yang membina dan mengajarkan pengikutnya pada perbuatan mulia, kebaikan saling mengasihi dan tidak bermusuhan, apalagi saling bunuh. Selanjutnya pada tokoh dan pengamat, juga diimbau untuk tidak melontarkan tanggapan yang kian memperkeruh suasana atau mendiskreditkan golongan, agama, atau kelompok tertentu. Pengamat dan tokoh agama hendaknya dapat memberikan pernyataan yang menyejukkan, bukan sebaliknya menghasut bahkan memfitnah karena dapat menimbulkan rasa benci pada masyarakat terhadap kelompok, aliran bangsa, atau agama tertentu. Warga masyarakat juga harus lebih selektif menyikapi berbagai ragam tanggapan serta tidak terhasut pada isu yang belum pasti kebenarannya. Polisi dan aparat penegak hukum lainnya diberi wewenang sepenuhnya untuk mengusut dan mengungkap pelaku sesuai arahan presiden bahwa siapapun dan dari kelompok mana pun serta apa pun status dan jabatannnya. [TMA, Ant ++++ http://www.gatra.com/artikel.php?id=128510 Peringatan Isra Mi'raj Pencekalan Ba'asyir Dikecam Solo, 21 Juli 2009 14:16 Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mengecam pencekalan mantan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Ba`asyir di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (20/7). "Alasan pencekalan Abu Bakar Ba`asyir di Malang tersebut terlalu mengada-ada," kata Direktur Ponpes Al Mukmin, Wahyuddin di Sukoharjo, Selasa (21/7). Abu Bakar Ba`asyir dilarang tampil dalam acara peringatan Isra Mi'raj di Kelurahan Bumiayu, Kota Malang. Pencekalan tersebut beralasan, ceramah agama yang disampaikan Abu Bakar Ba`asyir cenderung provokatif dan dikhawatirkan memecah-belah umat Islam. "Kami sangat kecewa terhadap adanya tindakan tersebut karena menurut kami hal tersebut tidak benar," katanya. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Abu Bakar Ba`asyir adalah sesuatu yang merupakan kebenaran menurut Al Quran dan Al Hadis. "Pencekalan yang dilakukan di Malang tersebut, menurut kami adalah tindakan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak menyukai kebenaran yang diperjuangkan di dalam Islam," katanya. Menurutnya, pencekalan tersebut merupakan salah satu konsekuensi yang memungkinkan terjadi pada upaya umat Islam dalam memperjuangkan kebenaran. Selain kecaman ini, dia mengatakan, pihaknya tidak berupaya melakukan tindakan dalam menanggapi pencekalan tersebut. [TMA, Ant] [Non-text portions of this message have been removed]

