Refleksi: Di Europa, Jepang dan Amerika dengan adanya krisis global menimbulkan lebih meningkatnya penganguran, kalau diminta tenaga kerja dari Indonesia untuk ke ngereri-negerti tsb mungkin disebabkan adanya alasan istimewa yang tidak disebutkan direktur Reyna Usaman Ahmadi. Rahasia politik perbudakan terselubung pemerintah NKRI?
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/86556/18/1/Eropa-Terbanyak-Minta-Tenaga-Kerja-Indonesia Eropa Terbanyak Minta Tenaga Kerja Indonesia Kamis, 23 Juli 2009 00:21 WIB MAKASSAR-MI: Negara-negara di Uni Eropa tercatat sebagai negara yang terbanyak menawarkan peluang kerja pada tenaga kerja Indonesia dalam tiga bulan terakhir. Permintaan tersebut terutama pada tenaga kesehatan. Direktur Pengembangan Pasar Kerja Binapentas, Depnakertrans, Reyna Usman Ahmadi, di Makassar, Rabu (22/7), mengatakan, Indonesia menerima permintaan tenaga kerja terbanyak dari negara-negara di Uni Eropa dalam tiga bulan terakhir. Selain tenaga perawat, tenaga kerja di bidang jasa pariwisata dan tenaga kerja di kapal-kapal pesiar juga dibutuhkan oleh negara-negara tersebut. Amerika, Australia, dan Jepang juga termasuk negara yang membutuhkan banyak tenaga kerja dari Indonesia. "Jepang kini tengah mengalami booming (puncak) penduduk usia nonproduktif serta kehabisan tenaga kerja di usia produktif," jelasnya. Usia produktif di negara tersebut telah mencapai puncak karirnya dan duduk sebagai pimpinan-pimpinan perusahaan, akibatnya kelas pekerja menjadi langka. Sementara itu, di Arab Saudi, pemerintahnya tengah gencar melakukan penghijauan di wilayahnya. "Arab butuh banyak tenaga kerja di bidang pemeliharaan gedung dan pertamanan," katanya. Namun, pemerintah Indonesia tidak bisa memaksimalkan permintaan tersebut karena kualifikasi yang diinginkan oleh negara tujuan tidak seluruhnya bisa dipenuhi. "Kualifikasi kompetensi negara tujuan kurang bisa dipenuhi oleh pemerintah," katanya. Meskipun pasar kerja di luar negeri terhitung luas, pihaknya lebih berharap jika potensi sumber daya manusia dalam negeri berkarya di dalam negeri sendiri. Industri kreatif dalam negeri dinilai cukup membantu menyerap tenaga kerja dalam negeri dan membantu mengurangi jumlah pengangguran setiap tahunnya. (Ant/OL-7 [Non-text portions of this message have been removed]

