Siaran Pers
Untuk diberitakan segera

Jupriadi Asmaradhana Menerima Anugerah Udin Award 2009

Jakarta, 6 Agustus 2009. Koordinator Koalisi Jurnalis Tolak
Kriminalisasi Pers Makassar, Jupriadi Asmaradhana, ditetapkan sebagai
penerima anugerah Udin Award 2009. Dewan Juri menilai Jupriadi
Asmaradhana layak mendapat anugerah tersebut karena mengalami
kekerasan yaitu jeratan pasal-pasal pencemaran nama, akibat
aktivitasnya dalam membela kebebasan pers di Makassar.

Jupriadi menentang kriminalisasi pers dengan membentuk Koalisi
Jurnalis Tolak Kriminalisasi Pers, yang terdiri dari Ikatan Jurnalis
Televisi Indonesia (IJTI) Makassar, Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
Makassar, dan Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Makassar. Salah
satu aktivitas koaliasi adalah memprotes pernyataan Irjen Polisi Sisno
Adiwinoto, Kepala Polda Sulawesi Selatan dan Barat waktu itu, yang
menganjurkan agar pejabat setempat tidak ragu-ragu mempidanakan
jurnalis yang mereka nilai salah. Sebagai respon atas pernyataan itu,
koalisi melakukan unjuk rasa dan mengadukan Irjen Sisno ke Markas
Besar Kepolisian. Namun, tindakan itu justru dihadapi dengan jeratan
hukum terhadap Jupriadi Asmaradhana, koordinator koalisi.

Selama menjalani proses hukum, Jupriadi terus mempertahankan
pendapatnya yang menentang kriminalisasi terhadap pers. Koalisi yang
ia pimpin terus aktif mencari dukungan publik guna menghapuskan
kriminaliasi pers.

Saat ini, Jupriadi telah menjalani persidangan di Pengadilan Makassar
dan tengah menunggu vonis.

Jupriadi Asmaradhana, akrab dipanggil Upi Asmaradhana, lahir di
Makassar pada 1 Juli 1974. Saat ini ia bekerja sebagai kontributor
Astro TV, sebuah perusahaan televisi berbayar. Sebelumnya, alumni
jurusan Ilmu Jurnalistik Universitas Hasanuddin, Makassar, ini pernah
menjadi kontributor Metro TV.

Dewan Juri Udin Award 2009 terdiri dari Imam Wahyudi (Ikatan Jurnalis
Televisi Indonesia), Ezky Suyanto (Aliansi Jurnalis Independen) dan
Bayu Wicaksono (Lembaga Bantuan Hukum Pers). Dewan juri bekerja
berdasarkan masukan publik dan melakukan penelusuran latar belakang
calon penerima.

Anugerah Udin Award adalah penghargaan tahunan dari Aliansi Jurnalis
Independen (AJI) Indonesia. Penghargaan khusus bagi jurnalis ini untuk
menghormati Muhammad Fuad Safruddin alias Udin, jurnalis harian
Bernas, Yogyakarta, yang dibunuh akibat laporannya mengenai korupsi
pada tahun 1996. Ada tiga kriteria bagi jurnalis untuk mendapat
penghargaan ini, yaitu : (1) jurnalis tersebut menjadi korban
kekerasan terkait pekerjaannya, (2) memiliki komitmen dan integritas
untuk membela kebebasan pers, dan (3) terbukti telah mendedikasikan
dirinya untuk tugas-tugas jurnalistik secara profesional dan menunjung
kode etik.
















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke