Ia seorang Petapa dan Propherel Head Sejati
Posted in Religius on 8 Agustus 2009 by nasrullmb
Ia seorang petapa yang suka menyendiri di dalam ruang kamar.
“Berbekal tasbih, sejadah dan kitab suci”. Ia mulai menata hidupnya
kembali yang memang berantakan. Karena memang ia mempunyai kehidpan
yang buruk sebelumnya. Namun setahap demi setahap ia mulai memperbaiki
kondisi itu dan mengalihkan hal itu dengan kelembutan Rabbani.
Kesederhanaan hidup yang ia pilih dan memutuskan didalam menata
kehidupan untuk mulai menanggalkan keinginan segala sesuatunya dari
selain Allah yang bersemayam di hati. Berselendangkan hall keanggunan
yang menutup kemenangan bagi dirinya sendiri untuk orang yang dekat
dengannya. Seiring itu pula sebuah konsekuensi terhadap motivasi diri
kepada Allah sang pencipta alam semesta terbangun hingga selalu melatih
diri menutup hati dan pikiran serta keinginan dari selain Allah.SWT.
Jadwal hari-hari tertulis rapi pada sebuah catatan harian di
sepanjang siang dan malam. Hal itu berjalan dilakukannya selama kurang
lebih lima tahun, hingga berakar menjadi sebuah kebiasaan yang bernilai
positif, seiring itu pula cinta pun tumbuh dalam hati. “cinta yang
segala sesuatunya disandarkan karena allah, hingga bangun komitmen pada
bertemu karena allah berpisah pun karena allah”.
Hari-harinya di isi dengan aktifitas sholat dan berzikir serta yang
tak pernah terlewatkan melalui malam dengan memohon ampunan illahi.
Namun ia tak lepas pula mengisi kehidupan duniawi dengan berlaku zuhud.
Hingga suatu malam didalam aktifitas yang sudah terbiasa baginya,
keadaan hallikhwal (keadaan hati) pun memenuhi sanubarinya dan
merasakan suatu hall yang berbeda baginya. Hati semakin menunduk akan
semakin keras bagaikan batu, namun batu itu semakin lama akan rapuh
apabila selalu tercurah setitik air hingga mengalirlah bagaikan
sungai-sungai didalamnya. Perumpaan seperti itu, setitik air bagaikan
zikir menyebut asma allah yang membasahi lisan serta menyerap kedalam
hati dan hati semakin lama akan semakin mengeras hingga akhirnya pecah
diiringi rasa takjub terhadap ciptaan illahi diantaranya seperti petir
yang menggelegar keras memekik telinga, hujan yang memberikan tanda
kebesarannya, angin yang berhembus. Rasa takjubnya membuat ia percaya
hingga ia yakin terhadap sang maha pencipta alam semesta lantas
timbulah rasa khauf (takut) akan azabnya. “Berlarilah, menuju tuhanmu
saat itu dan hempaskanlah segala sesuatunya demi tujuanmu. Bak figur
garandali yang menempuh jalan gurur , sebuah jalan yang tak mudah
baginya. Tutuplah hati dan pikiran dari selain allah.SWT lihatlah sosok
nabi Ibrahim.As dikala mencari tuhannya dimana Ibrahim yang mempunyai
keutamaan yang mampu mentauhidkan Allah.SWT dari pada segala
sesuatunya. “Bukankah hati badal dan abdal bagaikan hati nabi
Ibrahim.As di dalam mencari Allah.SWT, bagaimana jika empat puluh orang
yang tidak mensekutukan allah dari segala sesuatunya lagi mensholatkan
jenazah, maka allah tentunya akan mengampuni orang yang mati itu” Ada
hadistnya dan cari sendiri.
Allah.SWT pencemburu terhadap orang seperti itu, ia cemburu kepada
hambanya jika memandang dari pada selain Allah. “karena menurutnya
kembali kepada konsekuensi yang diucapkannya dalam zikirnya bahwa tiada
tuhan selain Allah”. Ketika, orang itu berhajat dari pada selain allah
seperti ingin rezeki, ingin makan, ingin harta, ingin pahala, ingin dan
ingin selain dari pada Allah.SWT. Maka gugurlah ia, karena hal itu
dikatakan sebuah syirik kecil. “Bertuhan rezeki, bertuhan harta,
bertuhan pahala, bertuhan imbalan atas berbuat baik dan bertuhan
keinginan yang lebih buruk lagi bertuhan berhala” dan keinginan inilah
yang membuat seseorang itu terhijab dari Allah.SWT dan allah cemburu
saat itu. “Bukankah Allah sudah menjanjikan bahwa segala kebaikan akan
dibalas berlipat-lipat, lantas untuk apa dipandang lagi dari segala
sesuatu selain Allah.SWT. Alhamdullilah, Allah Maha kasih dan sayang
terhadap setiap insan karena Allah cemburu dengan rahmatnya (kasih
sayangnya). “Engkau masuk surga bukan karena amal kebaikan yang engkau
kerjakan, melainkan engkau masuk surga hanya semata-mata karena rahmat
Allah.SWT, sehingga kalau engkau mengetahui demikian niscaya
menangislah engkau”. Jika dipandang melalui sudut keikhlasan tentunya
hal itu akan sangat terasa. “karena diriku selalu berusaha menjadi
tempat persinggahan Allah setiap nafas yang terlantun dalam zikirku
kepada Allah dan menutup segala sesuatunya dari selain Allah di dihati
dan pikiranku dan itu tertanam pada basic tujuan kepada illahi. Karena,
segala sesuatu kebaikan itu berasal dari Allah, seperti zikir, ibadah,
ilmu itu semua hadiah darinya dimana kita hanya menjaga hati agar
selalu menjadi persinggahannya dan selalu dalam curahan asuhannya.
“Maka kuatkanlah azam (tekad) kepadanya, hempaskanlah daya dan upaya
dan ingat selalu dalam curahan asuhannya, kuatkan rindu dalam hal
keanggunan, singkirkan dasar sangka, ingatlah ia selalu dalam setiap
nafas lalu duduklah dalam wilayah Rabbaniatul il’m (pengetahuan
ketuhanan) dan ketika ingin bersandar pada peraturan duduklah pada
rabaniatul hukm. Maka tanggalkanlah selendang kebesarannya dan salinlah
dengan pakaian syara untuk zahir, Hati-hati akan tipu daya setan
sungguh mengenal tipu daya setan itu sesungguhnya fardhu ain.
[Non-text portions of this message have been removed]