CATATAN: Dalam tulisan saya bertanggal: August 02, dengan judul "Tauhidullah" , Sebuah catatan dari mempelajari kuliah umum J. Robert Oppenheimer di bidang Fisika yang dibacakan oleh Prof. DR. S.W. Hawking dan disampaikan pada 13 Maret 2007, professor Lucasian matematika pada Cambridge University di Zellerbach Hall kampus University of California, Berkeley - USA pada alinea terahir keterangan teknis-matematisnya terlalu padat dan singkat. Hal ini menyebabkan beberapa teman dari penggemar matematika teori merasa tertutup jalan untuk ikut berjalan di "path integral" gagasan R. Feyneman. Untuk keperluan ini saya tambahkan keterangan yang saya selipkan ke dalam alinea terahir.
Wassalam, A.M (alinea terahir) " Realitas ini jangan didorong ke filosofi materialis atau filosofi Marxis yang menolak keberadaan "super natural" (kata super natural adalah pengertian yang terdefinisikan). Prof S.W. Hawking hanya menunjukkan bahwa alam semesta itu bermula buka, punya kesejarahan dan tidak demikian saja muncul. Apabila kita lihat ke penjabaran matematisnya akan dapat kita temukan apa yang secara teknis dinamakan geometri Eucledian-Einstein, suatu model geometri Platonik (lihat Roger Penrose "The ROAD TO REALITY" , 2004) yang dapat menjadi argumentasi rasional, logis dan dialektis dalam menjelaskan kemunculan satuan ruang-waktu (space-time continum) dari kondisi nul (0) informasi, kondisi ghoib, ke kondisi ada (n) informasi, kondisi berada. Di mana waktu yang kita alami digantikan (to be rotated) oleh waktu imaginair atau waktu semu (bagi kita yang diliputi satuan ruang-waktu) sebagai modifikasi ide Gian Carlo Wick dalam membangun suatu teori medan quantum-relativistis melalui penggantian ruang Minkovski dengan ruang Euclidean 4-ruang E pangkat 4 (E^4). Secara teknis matematis ini adalah lompatan keluar dari jerat ketidak berhinggaan (infinity) yang menjengkelkan pada metriks Lorentzian dan dengan demikian paradox kosmogoni dapat diatasi dengan mulus (ingat QS.36:82)." [Non-text portions of this message have been removed]

