Jawa Timur makin menguatkan sebagai daerah yang penegakan hukumnya makin
tidak jelas.. setelah kisruh pilkada jatim, yang menelan korban (mantan)
kapolda-nya
yang menetapkan pihak KPU sebagai tersangka.. namun berakibat pengunduran
diri (mantan) kapolda tersebut, kali ini SP3 untuk Lapindo..

Apa musti ada banjir lumpur di cikeas dulu, baru nasib orang sidoarjo
dipikirkan
dengan sungguh"? :-|
CMIIW..

-- 
Wassalam,

Irwan.K

---------- Pesan terusan ----------
Dari: Agus Hamonangan
Tanggal: 7 Agustus 2009 22:31
Subjek: Kasus Lapindo Akhirnya Dibekukan

Laporan wartawan KOMPAS Aloysius Budi Kurniawan

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/08/07/20255923/Kasus.Lapindo.Akhirnya.Dibekukan.

SURABAYA, KOMPAS.com -Setelah empat kali berkas perkara kasus dugaan tindak
pidana Lapindo diajukan dan selalu dikembalikan pihak Kejaksaan Tinggi Jawa
Timur, Kepolisian Daerah Jawa Timur akhirnya menerbitkan surat perintah
penghentian penyidikan atau SP3. Kepolisian Daerah Jawa Timur menghentikan
penyidikan dan menyatakan kasus Lapindo bukan perkara pidana.

Keputusan penghentian penyidikan kasus Lapindo tertuang dalam SP3 yang
ditandatangani Direktur Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Jawa Timur
(Direskrim Polda Jatim) Komisaris Besar Polisi Edy Supriyadi tertanggal 5
Agustus 2009.

Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, empat kali berkas perkara dikirim ke
jaksa penuntut umum tapi selalu dikembalikan. Hingga saat ini kami tak mampu
memenuhi petunjuk jaksa, ucap Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris
Besar Polisi Pudji Astuti, Jumat (7/8) di Surabaya.

Petunjuk yang diminta jaksa adalah membuktikan korelasi dan sebab akibat
semburan lumpur yang keluar pada radius 150 meter dari lubang sumur
pengeboran Banjar Panji I. Menurut Pudji, sulitnya pembuktian disebabkan tak
adanya saksi saat kejadian.

Selain tak ada saksi, menurut Pudji, belum ada ahli yang bisa membuktikan
korelasi antara sebab semburan lumpur dengan keberadaan sumur pengeboran.
Belum bisa dibuktikan mata bor menyentuh lumpur yang keluar dari titik
semburan, ujarnya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke