Membaca Kembali Peristiwa Madiun (Madiun Affairs) 1948
Siapa yang musti memproklamasikan dan menjadi Presiden Republik Indonesia pertama? Pertama kali yang dicalonkan adalah Amir Sjarifuddin. Semua pemuda menerima. Cuma Soekarni tanya, ‘Bung Amir dimana?’ Dia sebenarnya tahu Bung Amir ditawan Jepang di Lowokwaru, Malang … Umpamanya dia diketahui Jepang, lalu dibunuh. Nah kita mempunyai presiden pertama sudah dibunuh. Bagaimana bisa? Saya ini pelaku, saya saksi. Bahwa sampai kapan pun Peristiwa Madiun itu bukan suatu pemberontakan, tetapi penindasan dari satu pemerintahyang melaksanakan Red Drive Proposal dari Amerika Serikat, mau membasmi kaum kiri dan kami melakukan perlawanan. Lha Berontak Madiun! Berontak apa? Buktinya apa? Soemarsono, pejuang kemerdekaan Indonesia, penulis buku Revolusi Agustus (Hasta Mitra 2008) Atas kerjasama Pantau dan TUK bulan Juli lalu telah diselenggarakan diskusi Madiun Affairs 1948 bersama Soemarsono, seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Dalam diskusi tersebut sejarawan Baskara T Wardaya dan Wilson bertindak sebagai penanggap/pembahas dengan moderator Andreas Harsono. Berikut adalah paper yang disampaikan di dalam diskusi tersebut Beberapa Catatan Untuk Diskusi Peristiwa Madiun 1948 (Wilson) Membaca buku Revolusi Agustus karya Soemarsono (Baskara T Wardaya) Pengakuan Seorang Anak tentang Siapa Ayahnya unduh paper selengkapnya http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/08/revolusi-agustus-kesaksian-seorang.html [Non-text portions of this message have been removed]

