http://www.republik a.co.id/berita/ 68089/IMF_ Kepincut_ Untuk_Terbitkan_ 
Instrumen_ Syariah


IMF Kepincut Untuk Terbitkan Instrumen Syariah

SANA'A--Industri keuangan syariah kian menunjukkan pesonanya. Sebagian besar 
negara baik muslim maupun non muslim telah mengembangkan industri tersebut dan 
melakukan beberapa revisi terhadap peraturan yang ada untuk mendukung 
pertumbuhan industri nonribawi ini.

Lembaga keuangan internasional seperti International Monetary Fund (IMF) pun 
melakukan kunjungan ke Yaman untuk mempelajari lingkungan penerbitan instrumen 
keuangan syariah. "Pemerintah Yaman mengembangkan industri keuangan syariah 
baik dengan memperluas basis pembiayaan maupun menciptakan peluang investasi 
melalui instrument keuangan Islam,” kata ketua tim kunjungan IMF, Ghiath 
Shabsigh, sebagaimana dikutip zawya.com. Dalam penerbitan instrumen keuangan 
syariah memerlukan budget yang telah terprogram agar dana yang terhimpun dari 
instrument tersebut benar-benar digunakan untuk pembiayaan proyek yang jelas.

Gubernur bank sentral Yaman, Ahmad al-Smawi, menyambut baik kunjungan tersebut. 
Pihaknya pun akan meninjau kunjungan tersebut bersama dengan pemerintah. 
”Persetujuan amandemen peraturan yang dilakukan parlemen baru-baru ini 
memungkinkan investor memiliki saham lebih besar di bank-bank syariah 
eksisting,” kata Al-Smawi. Selain itu bank-bank konvensional juga diperbolehkan 
untuk membuka kantor cabang syariah, sehingga akan meningkatkan peran perbankan 
syariah di masa mendatang.

Pertumbuhan industri perbankan syariah Yaman pun saat ini telah melebihi dari 
pertumbuhan rata-rata perbankan syariah dunia antara 10-15 persen dari segi 
aset dan dana pihak ketiga. Industri perbankan syariah di Yaman berkembang 
cukup pesat dengan pangsa pasar 30 persen dari perbankan nasional. Sementara 
dari sisi dana pihak ketiga memiliki pangsa pasar 27 persen dan untuk 
pembiayaan sebesar 40 persen. Pembiayaan tersebut sebagian besar dialokasikan 
pada proyek usaha kecil dan mikro. Hingga saat ini kantor cabang bank syariah 
telah lebih dari 44 unit. Di antara 18 bank yang ada di Yaman bank syariah 
mengalami pertumbuhan pesat dibanding bank konvensional di negara itu. Tercatat 
ada empat bank syariah di Yaman, di antaranya adalah Bank Islam Internasional 
Tadhamun dan Bank Saba.

Di Yaman total pembiayaan aktivitas swasta bank komersial dan bank syariah 
sebesar 418 miliar rial di 2008. Jumlah tersebut meningkat dibanding 2007 yang 
sebesar 359 miliar rial. Pembiayaan bank syariah juga tumbuh 22 persen, dari 
162,3 miliar rial di 2007 menjadi 198 miliar rial di 2008.

Industri keuangan syariah yang cukup tahan dari krisis ekonomi global membuat 
banyak negara melirik sistem keuangan ini. Dampak dari krisis global 
menyebabkan reaksi dan rasa panik nasabah terjadi, seperti menarik dana 
tabungan serta bangkrutnya banyak bank dan lembaga keuangan top. Hal itupun 
menyebabkan kurangnya likuiditas dan PHK sejumlah karyawan. “Namun kejadian 
buruk itu tak terjadi di perbankan syariah dan membuktikan bahwa industri ini 
tak terkena dampak besar dari krisis yang terjadi,” ujar al-Smawi.

Di akhir kunjungannya tim IMF pun menyimpulkan Yaman adalah negara yang tepat 
untuk menerbitkan instrument keuangan syariah. Bahkan IMF mulai 
merekomendasikan rencananya untuk dapat menerbitkan instrument di negara yang 
berbatasan dengan Arab Saudi ini Hal tersebut dilakukan untuk menyerap dana 
surplus yang terdapat di bank-bank syariah di Yaman untuk membiayai proyek 
perencanaan sosial dan ekonomi. gie/taq

















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke