Setiap tanggal 17 Agustus rakyat Indonesia bergembira merayakan hari Kemerdekaan RI. Berbagai lomba diadakan. Mulai dari anak-anak hingga orang tua turut berlomba. Dari lomba makan kerupuk, panjat pinang, hingga balap karung.
Tentu saja ini patut kita syukuri. Sudah 64 tahun Indonesia merdeka. Namun di sisi lain kita masih melihat korupsi yang merajalela, kemiskinan di mana-mana, kriminalitas yang kian meningkat, penggusuran, serta dikuasainya 90% kekayaan alam Indonesia oleh perusahaan-perusahaan asing dan juga monopoli pasar dan perekonomian Indonesia oleh asing. Sebanyak 85% saham BUMN yang go public di BEI dikuasai oleh asing! Sebagai contoh kita melihat Freeport yang mendapat kebebasan mendapat lahan yang sangat luas seukuran propinsi di Papua untuk mendapatkan emas, perak, tembaga, dan sebagainya. Namun rakyat Papua justru tidak bebas untuk mendapatkan emas meski hanya sekedar ampasnya. Segelintir karyawan Freeport hidup makmur. Direksi dan Pemilik Freeport di AS jauh lebih makmur lagi. Namun mayoritas rakyat Papua justru terbelenggu dalam kemiskinan. Akibatnya timbul kecemburuan dan keinginan berpisah di hati sebagian rakyat Papua. Kenapa pihak asing bebas menikmati kekayaan alam Indonesia, sementara rakyat Indonesia tidak mendapat kesempatan yang sama? Pasar Retail Modern milik asing berdiri di mana-mana dan menguasai pasar di Indonesia sehingga para pedagang pasar tradisional atau pun para pemilik toko banyak yang bangkrut. Sekali lagi saya tidak ingin menghembuskan angin pesimisme. Tapi ini harus diungkap agar kita bisa mencapai kemerdekaan yang hakiki. Bukan ilusi atau fatamorgana! Jika keadaan satu bangsa tidak lebih baik dari yang kemarin, maka sesungguhnya bangsa itu dalam kemunduran. Jika kita kaji keadaan Indonesia, maka situasinya ternyata tidak jauh berbeda. Bahkan ternyata menurut seorang saksi sejarah, pada zaman Belanda justru lebih mudah untuk mendapatkan uang. Sebagai contoh, ketika dia menaruh sepatu di berbagai toko, dalam seminggu dagangannya sudah terjual dan dia dapat pembayaran. Puluhan tahun setelah merdeka justru sulit. Dalam sebulan, belum tentu dia mendapat uangnya. Hingga akhirnya kini dia berhenti membuat dan menjual sepatu. Oleh karena itu mungkin zaman Belanda oleh orang tua kita dulu disebut zaman “Normal.” Sekali lagi, ini bukan untuk menyatakan bahwa Zaman Belanda lebih baik, dan tidak bermaksud agar kita dijajah Belanda lagi. Tapi agar keadaan kita di masa depan lebih baik lagi daripada zaman sekarang dan juga zaman Belanda! Pada zaman Belanda, sebetulnya Indonesia sudah “merdeka” seperti sekarang. Dulu rajanya bukan raja Belanda. Tapi raja-raja di Indonesia. Ada Sultan Yogya, ada Sultan Surakarta, ada Sultan Melayu, dan sebagainya. Begitu pula dengan para bupati, dan para pejabat lainnya. Ini tidak jauh beda dengan sekarang di mana presiden dan juga para pejabatnya juga orang Indonesia. Penjajah kita dulu juga sebetulnya bukan pemerintah Belanda. Tapi perusahaan. Namanya Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) yang biasa disebut “Kompeni.” Kompeni ini dengan bekerjasama dengan penguasa lokal, menguasai perkebunan rempah-rempah di Indonesia. Untuk pekerjanya, mereka memakai “Kuli Kontrak” yang mayoritas adalah pekerja dari Indonesia. Ini tak beda dengan para “Investor Asing” yang berusaha di sini dan membuka lapangan pekerjaan. Nah sekarang pun Kompeni-kompeni gaya baru berupa Multi National Company (MNC) menguasai perekonomian Indonesia. Bahkan kondisinya jauh lebih buruk. Jika dulu VOC menggarap perkebunan yang ramah lingkungan, sekarang justru para Kompeni baru ini bukan cuma menggarap perkebunan. Tapi juga pertambangan dengan menguras isi bumi, mengolahnya dengan zat kimia, dan membuang limbah beracunnya di sekitarnya. Akibatnya sawah dan perkebunan rakyat di sekitarnya jadi mati. Sungai-sungai yang dicemari akhirnya tidak bisa menghasilkan ikan yang jadi sumber makanan dan nafkah warga di sekitarnya. Sementara di beberapa tempat ditengarai laut juga tercemar sehingga warga yang makan ikan terkena penyakit aneh. Menurut PENA, sekitar Rp 2.000 trilyun/tahun hasil kekayaan alam Indonesia dinikmati oleh asing. Bukan rakyat Indonesia. Karena itulah mayoritas rakyat kita hidup miskin. Sebab itulah pemerintah tidak punya cukup uang untuk menggaji pegawainya dengan pantas. Gaji pengantar Pizza di AS Rp 14 juta/bulan. Sementara menurut seorang staf BAPPENAS, gaji pokok PNS tertinggi di negeri ini hanya Rp 3 juta/bulan. Tak heran jika korupsi merajalela di negeri ini. Banyak masalah yang timbul di Indonesia yang jika kita teliti, ternyata sumbernya adalah dikuasainya kekayaan alam Indonesia dan juga pasar di Indonesia oleh Kompeni gaya baru. Akibatnya bangsa Indonesia tidak punya cukup uang untuk mengadakan sekolah dan kesehatan gratis untuk semua rakyat, pembaruan Alutsista, perbaikan jalan, dan sebagainya. Segelintir dari kita jika “beruntung” bisa makmur dengan jadi kuli kontrak atau pun kaki tangan yang membela kepentingan mereka baik dengan kekuasaan atau pun pemikiran. Dengan dalih “Privatisasi” atau mengundang “Investor Asing” mereka berusaha memperkuat dan mempertahankan keberadaan Kompeni baru ini di Indonesia. Kita semua seolah-olah dicuci otaknya sehingga tidak menyadari hal ini. Kita di-brain-washed! Adakah bangsa Indonesia tidak bisa bangkit dari keterpurukan itu? Pada tahun 1945, dengan persatuan bangsa Indonesia bisa memerdekakan dirinya meski dengan perjuangan yang sangat berat. Sekarang pun Indonesia nantinya bisa juga memerdekakan diri dari penguasaan kekayaan alam dan perekonomian oleh Kompeni gaya baru jika niat dan kemauan kita sangat kuat. Cuma memang hal ini akan jauh lebih sulit karena “penjajahan” saat ini begitu halus dan tidak terasa. Mayoritas rakyat Indonesia belum menyadari hal ini. Mereka larut dalam euphoria bahwa Indonesia sudah merdeka di setiap tanggal 17 Agustus. Para siswa dan siswi Indonesia berulangkali merenggut medali emas di perlombaan Olimpiade Sains dan Matematika Dunia. Itu sudah membuktikan bahwa bangsa Indonesia sebetulnya merupakan bangsa yang unggul. PT PINDAD berhasil membuat Panser yang harganya hanya separuh dari yang dibuat negara Perancis. PT INKA berhasil membuat mobil Kancil dan juga mobil GEA. LAPAN berhasil membuat dan meluncurkan Rudal. IPTN bisa membuat pesawat terbang. Pertamina sudah mengelola 10% migas di Indonesia. Indonesia bisa mengelola PLTN Kartini tanpa kebocoran sedikitpun. Padahal negara Uni Soviet yang merupakan satu super power dunia saja pernah mengalami kebocoran pada reaktor nuklir Chernobyl Itu semua membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang unggul dan bisa mandiri mengelola kekayaan alam dan perekonomian Indonesia. Tinggal bagaimana pemerintah yang saat ini mengelola uang rakyat sebesar Rp 1.037 trilyun lebih per tahun menggerakkan BUMN agar kekayaan alam Indonesia dan juga segala kebutuhan rakyat Indonesia bisa dipenuhi oleh BUMN bekerjasama dengan pengusaha lokal, koperasi, dan rakyat Indonesia lainnya. Jika kita lihat negara-negara maju atau makmur, maka kita akan tahu bahwa mereka bisa begitu karena mereka mandiri. Lihat AS, Jepang, Inggris, Perancis, Jerman, dan Norwegia. Mereka maju karena mereka mengelola sendiri kekayaan alamnya dan berusaha memenuhi kebutuhan rakyat mereka sendiri. Lihat juga Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Venezuela, dan Iran. Meski SDMnya sebagian malah ada yang kalah dibanding Indonesia, namun mereka mengelola sendiri kekayaan alam mereka lewat BUMN yang mereka bangun sehingga hasil kekayaan alamnya tidak bocor ke pihak asing. Sebagai contoh, sejak menasionalisasi perusahaan Migas Aramco di tahun 1974, pendapatan Arab Saudi naik secara tajam sehingga bisa memakmurkan negaranya. Pendidikan dari SD hingga Universitas bukan hanya gratis. Tapi juga siswa diberi uang saku. Listrik dan Rumah Sakit gratis! Baca selanjutnya dan berikan komentar/masukan anda di: http://infoindonesia.blogdetik.com/2009/08/10/menggapai-kemerdekaan-yang-hakiki === Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id Info untuk Indonesia lebih baik: www.infoindonesia.wordpress.com Belajar Islam via SMS: REG SI ke 3252 Berhenti ketik:UNREG SI Hanya dari Telkomsel Milis Syiar Islam: [email protected] Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

