Bismillah.

HTI = Hizbut Tahrir Indonesia.

Wassalam.

(Seno Pradono)


On 3/5/09, iyen nugraha <[email protected]> wrote:
>
> tulisan yang bagus.. tapi ngomong-ngomong... HTI.. FUI.. itu apa yah...?
>
>
>
> --- On Wed, 3/4/09, N Dewanto <[email protected]> wrote:
>
> From: N Dewanto <[email protected]>
> Subject: [ppiindia] khathath alias gatot dipecat dari hti
> To: [email protected], [email protected]
> Date: Wednesday, March 4, 2009, 9:29 PM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>             http://osolihin. wordpress. com/2008/ 10/20/m-al- khaththat-
> dikeluarkan- dari-hti- kenapa-ditutup- tutupi/
>
>
>
> M. Al-Khaththat dikeluarkan dari HTI, kenapa ditutup-tutupi?
>
> Senén, 20 Oktober 2008 ku osolihin
>
>
>
> Assalaamu'alaikum wr wb
>
>
>
> Berikut ini adalah surat dari seorang pengurus di HTI yang dikirim ke e-mail
> saya. Beliau meminta untuk di-publish di blog saya. Saya insya Allah tidak
> keberatan karena faktanya memang demikian adanya. Saya tulis judul posting
> ini sesuai dengan judul dalam suratnya ke saya. Selamat membaca dengan hati
> yang tenang dan pikiran yang jernih (terutama bagi ketua dan para pengurus
> DPP HTI, karena memang yang bertanggung jawab atas semua ini).
>
>
>
> Salam,
>
>
>
> O. Solihin
>
>
>
> ====
>
>
>
> Assalamu'alaikum wr wb
>
>
>
> Berita mengenai keluarnya/dikeluark annya (beritanya terlalu simpang siur
> dan banyak klaim) M. Al-Khathath beredar di kalangan syabab HTI dan para
> wartawan beberapa minggu terakhir. Masalah ini dimulai dengan dikeluarkannya
> keputusan dari HT Pusat yang menyatakan bahwa HTI keluar dari FUI dan tidak
> boleh berkoalisi dengan organisasi/lembaga/ pergerakan lain, dan juga
> anggota HTI dilarang terlibat dalam kepengurusan di organisasi/lembaga/
> pergerakan lain termasuk FUI (lihat thread sebelumnya). Bagi banyak orang
> keputusan ini mengejutkan, tapi bagi beberapa orang yang mengetahui tentunya
> akan menganggap keputusan ini amat wajar dan seharusnya sudah dikeluarkan
> dari awal terbentuknya FUI, sama seperti beberapa tahun yang lalu dibentuk
> FPU yang usianya sangat singkat karena langsung dilarang oleh utusan dari HT
> Pusat setelah dilaporkan oleh Arifin (syabab yang terkena hukuman bersama
> dengan Ust. Oleh Solihin dan Ust. Umar Abdullah).
>
>
>
> Ada kebijakan yang mengelitik memang, karena entah dengan pertimbangan apa
> semua pengurus HTI tidak pernah menyampaikannya secara gamblang kepada para
> syababnya secara umum (hingga ditulisnya surat ini), apalagi kepada orang di
> luar organisasinya (baik dari kalangan teman-teman seperjuangan di FUI dan
> luar FUI apalagi kepada media. Dan bahkan mencoba membuat skenario dengan
> judul "exit strategy" yang tujuannya adalah menutupi alasan yang sebenarnya
> mengapa HTI keluar dari FUI. Dalam "exit strategy" tersebut bahkan
> diskenariokan untuk mencari dan mengkait-kaitkan alasan kenapa HTI keluar
> dari FUI, yang menurut mereka "exit strategy" ini hanya untuk menjaga
> hubungan baik. Memang kita tidak berbohong, akan tetapi kejujuran dan
> keterbukaan kita terhadap teman-teman yang sama-sama berjuang untuk Islam
> tentunya akan lebih indah. Bagaimana hubungan baik dapat terbentuk kalau
> semuanya ditutupi dengan berbagai tipu daya dan penyesatan informasi, dan
> tentunya akan
>  lebih menyakitkan lagi kalo teman-teman seperjuangan ini tahu kalau mereka
> diperdaya dengan alasan palsu. Tentu akan jauh lebih mudah ketika HTI keluar
> dari FUI dengan alasan: HTI merupakan bagian dari HT Internasional yang
> memiliki kebijakan terstruktur, dan HT Pusat meminta HTI keluar dari FUI.
> Tanpa perlu HTI memberikan penjelasan lebih lanjut tentunya hal ini akan
> sangat dimaklumi oleh teman-teman seperjuangan lainnya.
>
>
>
> Berawal dari kejadian ini tentunya ada konskuensi logis bahwa syabab HTI
> yang tergabung di FUI harus memilih: mereka mundur dari kepengurusan/
> keanggotaan di FUI atau mereka mundur (keluar/dikeluarkan ) dari HTI. Memang
> terjadi tarik-menarik dan perdebatan cukup alot sebelum keputusan ini
> dikeluarkan oleh HT Pusat karena para pengurus HTI memang melindungi
> "mati-matian" teman-temannya yang ada di FUI, meskipun dari HT Pusat sudah
> memberikan berbagai arahan hingga teguran keras. Semuanya sampai kepada
> ujungnya ketika HT Pusat mengeluarkan keputusan untuk menarik HTI keluar
> dari FUI. Masalah ini cukup teredam dengan baik sehubungan dengan vakumnya
> berbagai kegiatan pada akhir bulan Ramadhan hingga setelah Idul Fitri.
> Sekarang masalah ini kembali muncul ke permukaan di kalangan gerakan Islam
> termasuk syabab HT, yang mempertanyakan ketegaskan atas keputusan dari HT
> Pusat terhadap orang-orang yang masih tergabung dengan FUI. Lalu muncul
> kabar yang mengejutkan
>  bahwa M. Al-Khathath keluar (ada juga pernyataan yang menyebutkan
> dikeluarkan) dari HTI, berita simpang siur ini bahkan tidak diketahui oleh
> kebanyakan syabab HTI sendiri. Lucu dan menggelikan memang
> ketidak-proporsiona lan dari para pengurus HTI yang langsung mengumumkan ke
> semua syabab HTI tentang hukuman terhadap Ust. Oleh Solihin dan teman-teman-
> akan tetapi dengan sangat kuat mencoba menutupi keluarnya M. Al-Khathath
> dari HTI. Bagi kebanyakan orang memang masih belum yakin dan mungkin belum
> dapat menerima bahwa M. Al-Khathath generasi awal HTI dan orang yang cukup
> keras suaranya di HTI sampai keluar dari HTI dan memilih FUI. Saya memang
> tidak pernah memanggil M. Al-Khathath sebagai ustad karena bagi saya ada
> hal-hal pada diri beliau yang membuatnya sama sekali tidak pantas menyandang
> gelar ustad.  Ada beberapa petunjuk bagi yang memperhatikan kondisi terakhir
> ini, misalnya:
>
>
>
> 1.. M. Al-Khathath dengan mengatasnamakan FUI mendatangi pansus RUU
> Pornografi padahal sudah jelas semua syabab dilarang bergabung apalagi
> berbicara atasnama FUI.
>
>   2.. Di beberapa daerah ada syabab HTI yang mendapatkan pengumuman bahwa M.
> Al-Khathath dikeluarkan dari HTI karena keterlibatannya dengan FUI.
>
>   3.. Dan yang paling jelas sekarang ini M. Al-Khathath sedang mencari
> dukungan dan merekrut orang yang dia kenal untuk ikut dan bersama
> membesarkan gerakannya. Semua orang yang dikenalnya diajak mulai dari
> eks-syabab hingga syabab yang masih aktif dari tingkat yang paling rendah
> hingga yang paling tinggi.
>
>   4.. Di Majalah AL-WA'IE mulai edisi Oktober 2008 nama, foto dan tulisannya
> sudah di-REPLACE. Termasuk tidak dicantumkan nama dirinya sebagai Pemimpin
> Umum di majalah resmi HTI tersebut. Sudah 'disingkirkan' .
>
> Dengan jelasnya hal-hal ini anehnya pengurus HTI belum membuat pernyataan
> resmi baik kepada para syababnya atau kepada media/umum. Bahkan dibuat
> seolah-olah tidak ada masalah apa-apa dengan M. Al-Khathath hingga para
> syabab yang ditanya oleh orang lain baik sesama syabab atau selain syabab
> kebingungan dan semakin bertanya-tanya. Faktanya hingga saat ini tetap saja
> pengurus HTI diam seribu bahasa dan membiarkan para syabab termakan oleh isu
> dan fitnah yang muncul akibat tidak ada pernyataan resmi dari HTI sendiri.
>
>
>
> Ada apa dengan HTI?
>
>
>
> Kenapa pengurus HTI benar-benar menutupi kejadian ini?
>
>
>
> Kenapa M. Al-Khathath lebih memilih FUI?
>
>
>
> Siapa di HTI yang seharusnya bertanggung jawab terhadap kejadian ini
> (mengapa Ketua DPP HTI diam saja, padahal dirinya yang paling bertanggung
> jawab untuk menyelesaikan persoalan)?
>
>
>
> Abu Aish
>
>
>
> Seorang Pengurus
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>       
>       
>       
>       
>
>
>
>
>
>
>
>
>       
>
>
>       
>       
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>

Kirim email ke