Koalisi Merak (MEngutamakan RAKyat)Resmi Usung Jendral Nagabonar (Dedy Mizwar)& 
Jendral Kancil (Saurip Kadi) menjadi Presiden RI
 
SURABAYA � Aktor, sutradara, dan produser film, Deddy Mizwar, 
benar-benar serius maju sebagai calon presiden (capres). Pemeran Jenderal 
Nagabonar ini pun siap melawan sejumlah jenderal TNI yang juga maju dalam 
pilpres Juli mendatang.

Menggandeng Mayor Jenderal TNI (purn) Saurip Kadi, Deddy yang dikenal dalam 
komedi situasi (sitcom) �Para Pencari Tuhan� ini berhasil menarik 
simpati 15 partai politik gurem. Dan meski belum ada kepastian bakal lolos 
parliamentary treshold (PT), namun 15 parpol ini yakin mampu mengantar pasangan 
Si Nagabonar dan Saurip Kadi meraih kursi RI 1. Parpol-parpol yang berhimpun 
dalam koalisi Desa Merak (Deddy-Saurip Mengutamakan Rakyat, Red.) itu antara 
lain Partai Merdeka, PDI, Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kedaulatan 
Rakyat, PPRN, Partai Pelopor, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia 
(PPNUI), Partai Pengusaha Indonesia (PPI), Partai Pengusaha dan Pekerja 
Indonesia (PPPI), PNI Marhaen, Partai Indonesia Sejahtera (PIS), PMB, PPDI, 
Partai Kedaulatan, dan Partai Buruh. Koalisi Desa Merak ini mendeklarasikan 
dukungan terhadap dwitunggal itu dalam pertemuan di RM Taman Apsari, Surabaya, 
Kamis (26/3) kemarin.

�Rakyat kini tidak berdaulat. Padahal kedaulatan seharusnya kembali ke 
tangan rakyat. Namun saat ini, kondisi rakyat banyak dimanfaatkan hanya untuk 
kepentingan kekuasaan. Dasar negara yang demokratis dan kesejahteraan yang adil 
dan merata sampai kini belum dirasakan. Pemerintah harus bertanggungjawab 
terhadap rakyat langsung,� ujar Deddy Mizwar dalam orasinya di pertemuan 
dengan 15 parpol tersebut.

�Niatan saya maju (capres), bukan karena ingin popularitas dan 
kekuasaan. Tetapi mengembalikan kedaulatan dan kesejahteraan rakyat,� 
lanjutnya. 

Dia juga mengkritisi penerapan PT yang disebutnya sebagai upaya sistematis 
merampok suara rakyat. Sejauh ini, katanya, partai koalisi non parlemen selalu 
merasakan ketidakadilan, di mana perampasan kedaulatan suara rakyat diambil 
partai politik besar di parlemen.

Sementara itu, Saurip Kadi dalam orasinya mengkritisi kondisi di mana rakyat 
sampai saat ini selalu menjadi korban pemodal besar yang justru didukung 
pemerintah. Rakyat selalu dibiarkan terkapar menderita.

�Sekarang ada 36 ribu rakyat Porong terkena lumpur Lapindo, tapi tidak 
ada penyelesaian konkret. Presiden hanya sebagai kepala pemerintahan, yang 
ketika ada musibah kemanusiaan seperti itu, tak bisa bertindak apa-apa. 
Presiden kita hari ini bukan presiden pemberani,� katanya. 

Figur Baru

Dalam kesempatan yang sama, Tony Suryadi Wijaya, Wakil Ketua Pelaksana 
Sekretaris Wilayah Partai Merdeka Propinsi Jatim menyatakan, parpol kini sudah 
jemu mentokoh status quo. Karena itu selama beberapa hari melakukan koordinasi 
dengan 15 parpol, pihaknya sepakat mencari figur baru. 

�Kami mengusung koalisi Desa Merak (Deddy-Saurip Kadi Mengutamakan 
Rakyat), harus bisa membuktikan kita mampu mengawal demokrasi di negeri 
ini,� katanya. 

Siti Rohani, selaku Ketua Panitia Deklarasi Koalisi Merak, menambahkan, 
pihaknya berharap koalisi ini bisa memenuhi parliamentary threshold (ambang 
batas perolehan kursi di DPR) sebanyak 2,5 persen, sehingga pasangan 
Deddy-Saurip bisa diajukan sebagai capres-cawapres. Menurut dia, kalau saja 
Mahkamah Konstitusi (MK) tidak memutuskan parliamentary threshold sebesar 2,5 
persen mungkin partai-partai itu tidak perlu mengadakan koalisi. 
�Seharusnya semua parpol berhak mengajukan calon sendiri-sendiri, 
apalagi ke-15 parpol ini tidak memiliki cacat dan tidak pernah menyakiti hati 
masyarakat. Beda dengan partai-partai besar yang kadernya duduk di lembaga 
legislatif,� kata Rohani. 
 

CATATAN KETUA DEWAN PAKAR DESA MERAK  
 
Dengan keputusan MK tetap 2,5% dan pencapresan tetap 20% kursi DPR atau 25% 
suara sah pemilu, ada peluang baik buat partai-partai pejuang. 
 
Sementara partai kroni sibuk mengakali proses pemilu untuk mempertahankan 
kekuasaan, dan partai-partai lirak lirik sibuk memasang gambar-gambar capres 
berderet-deret sehingga membingungkan rakyat, maka kami para partai pejuang 
bersatu untuk merebut kemenanganan bersama, bersatu dalam KOALISI PARTAI MERAK 
(terlampir).
 
Partai pejuang tampil BEDA. Jangan membingungkan rakyat. Yang diusung harus 
jelas. PROGRAM dan PASANGAN PEMIMPIN. 
 
Jenderal Nagabonar dan Jenderal Saurip kadi TIDAK PERLU KAMPANYE karena tiap 
saat sudah muncul dibiayai oleh Yamaha, sosis, promag, sinetron, dll. Bayangkan 
Gerindra sudah habis berapa ratus Milyar saja?
 
Maka, DESA MERAK diusung oleh partai-partai pejuang, DIJAMIN pada PILPRES 
MENANG MUTLAK hanya dengan satu putaran saja. Demikian kata mama lauren 
didukung oleh rakyat jelata...... .
 
Maka, segera ajak ketua-ketua partai propinsi/ kab/ kota untuk membentuk 
KOALISI PARTAI MERAK seperti kami di Jawa Timur. Dengan KOALISI ini saksi di 
TPS bisa gotong-royong, tanggung-renteng.
 
Selamat Berjuang. Rakyat Pasti Menang.

Salam, 
Justiani (0815 90 51 630)
Ketua Dewan Pakar DESA MERAK
Sekretariat Tentara Bela Rakyat 
Jl.Ridwan I/4 Patal Senayan 
Jakarta Selatan, 12210 INDONESIA 
Tel   :+622157992767  Fax  :+622157992664 
Web :www.mengutamakanra kyat.org

 
Balai DESA MERAK
Jalan Bukit Duri Raya 29, Tebet,
Jakarta Selatan 12840 INDONESIA
Telp/ Fax: +62 21 8379 0657
 
Kontrak Sosial
Kirim ke:
email: tentarabelarakyat@ yahoo.com
SMS: +62 815 186 5758
www.mengutamakanrak yat.org
PO Box 1330 JKT 13013






Kirim email ke