apa yang menyebabkan orang sampai hati mencongkel mata orang lain, atau 
mematahkan kaki orang, atau apa saja tindakan yang keji seperti demikian ya ?

apakah perbuatan demikian bisa dihapus dari muka bumi tidak ya ?
kalau bisa bagaimana caranya ?
kalau tidak bisa, mengapa demikian ?





--- In [email protected], "N Dewanto" <ndewa...@...> wrote:
>
> 
> 
> 
> Dari milis sebelah. 
> Salam, Bismo DG
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: danarhadi2000 
> To: [email protected] 
> Sent: Friday, March 27, 2009 2:32 PM
> Subject: [nasional-list] Mata Dicongkel, Kaki Dipatahkan, TKW Disiksa Keji di 
> Kuwait
> 
> 
> *** Mungkin kalau TKI yang rata rata Muslim itu mau memilih negara yang 
> kafir, tak akan terjadi hal ini: Swiss, Austria, Denmark,....
> 
> Mata Dicongkel, Kaki Dipatahkan, TKW Disiksa Keji di Kuwait
> Posted in Berita Utama by Redaksi on Maret 27th, 2009 
> Jakarta (SIB)
> 
> Lepas dari mulut buaya, masuk ke mulut macan. Begitulah nasib naas yang 
> dialami salah satu Pahlawan Devisa Ria Nasrini. Gadis berusia 21 berkulit 
> putih asal Cirebon ini berpindah majikan guna menghindari siksaan fisik yang 
> kerap dialaminya dari majikan pertama. Sialnya, ia malah mendapat siksaan 
> fisik yang jauh lebih keji di majikan keduanya di Kuwait.
> 
> "Saya kabur dari majikan pertama, karena dia kejam. Tapi saat kerja di 
> majikan kedua, ternyata lebih kejam lagi. Kedua mata saya buram, akibat 
> dicongkel hingga berdarah oleh kuku majikan perempuan dan tanpa alasan jelas, 
> kedua kaki saya dipatahkan sang majikan lelaki sehingga kini saya tak bisa 
> berdiri tegak," ungkap Rini sambil terisak.
> 
> Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa TKI (Apjati) Rusjdi 
> Basalamah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/3), Isak tangis dari 
> ratusan tenaga kerja wanita tak tertahankan saat Ria mengatakan, majikan 
> mencederai matanya dan mematahkan kakinya.
> "Hal itu diungkap Rini di ruang Mushalla KBRI Kuwait, Senin (23/3). Saat 
> itupun, selain saya, hadir Ketua Himpunan Pengusaha Jasa TKI (Himsataki) 
> Yunus M Yamani, Ketua Bidang Organisasi Indonesia Employment Agencies 
> Asociation (Idea) Aminullah serta Konsul KBRI Kuwait serta Konsul I KBRI 
> Kuwait Dino Nurwahyudin, dan 339 TKW lainnya," papar Rusjdi di Kuwait.
> 
> Ia menambahkan, untuk menyelamatkan diri dari kekejaman majikan keduanya, Ria 
> Nasrini yang baru enam bulan bekerja namun belum diketahui siapa pengusaha 
> PJTKI yang mengirimnya ke salah satu negara Teluk tersebut, dia pun 
> berlindung di penampungan agen Ashkanani, tenaga kerja asing (TKA) di 
> Salmiah, Kuwait.
> 
> "Namun bukan perlindungan di sana dia malah disekap selama sebulan. Wajahnya 
> diguyur air dingin tiga ember dan tangannya diikat, lalu dipukuli dan 
> disetrum di ruang bawah tanah di penampungan Ashkanani tersebut. Menurut 
> pengakuan, Ria di saat pertemuan itu bukan hanya dia, TKW lainnya juga 
> diperlakukan kasar, malah ada yang hingga diperkosa di sana, selayaknya agen 
> yang memfasilitasinya menolong dari tindakan kasar majikan tetapi sebaliknya 
> malah dia disiksa," ungkap Rusjdi.
> 
> Rusjdi menyatakan, keberatan Ria saat pertemuan itu sangat kebetulan. Sebab, 
> sehari sebelum mereka datang ke Salmiah, Minggu (22/3). Ria sudah diajak 
> untuk meninggalkan penampungan KBRI Kuwait, Sabtu (21/3) bersama 76 TKW yang 
> menggunakan jasa agen Ashkanani. Tapi Ria menolak, sehingga dia bisa bersaksi 
> tentang nasib dirinya dan rekan-rekan di penampungan di hadapan sekitar 300 
> rekan di mushalla KBRI Kuwait.
> 
> Terkait hasil temuan saat kunjungan pengurus teras tiga asosiasi perusahaan 
> jasa TKI yakni Apjeti, Himsataki dan Idea, Rusjdi mendesak KBRI Kuwait untuk 
> menghentikan kerja sama dengan agen TKA Ashkanani, karena bukan melindungi 
> tapi sebaliknya merugikan TKI bermasalah. Sebab sudah cukup bukti bagi KBRI 
> untuk menghentikan kerja sama tersebut.
> 
> "Yang pasti, Konsul KBRI Dino Nurwahyudin hadir pada pertemuan itu dan sudah 
> menyaksikan sendiri, sebagian besar TKI bermasalah adalah TKW yang 
> ditempatkan Ashkanani. Bahkan, tak sedikit di antara mereka yang disiksa di 
> penampungannya," tegas Rusjdi.
> Yunus menambahkan, sudah seharusnya KBRI menghentikan kerja sama dengan 
> Kuwait Union of Domestic Labor Offices (KUDLO) yang dipimpin agen TKA 
> Ashkanani yang memonopoli pengajuan perjanjian kerja (PK) di KBRI Kuwait itu, 
> "Ini agen TKA brengsek," kata Yunus.
> Dari informasi yang berhasil dikumpulkan Yunus, saat ini hanya 13 agen yang 
> tergabung dalam KUDLO. Semuanya adalah perusahaan sanak saudara Ashkanani. Di 
> Kuwait, agen TKA biasanya menggunakan nama pemilik sebagai nama perusahaan. 
> Sementara ratusan agen lainnya tak diizinkan bergabung dengan KUDLO.
> 
> Dampaknya, bukan hanya perlindungan dan penyelesaian permasalahan tak 
> berjalan di KBRI, di Indonesia sekitar 1.900 TKW menanti di penampungan. 
> Kondisi ini ironis. Sebab di saat Indonesia menerima ribuan TKI yang pulang 
> ke Tanah Air karena izin kerja tak diperpanjang di sejumlah negara 
> penempatan, di sisi lain TKW yang ingin kerja ke Kuwait tak bisa berangkat 
> akibat belum adanya legalisasi PK. "Terkait dengan kondisi itu, kami berharap 
> pemerintah, khusus Depnakertrans legalisasi PK di Jakarta, karena kondisinya 
> mendesak," tegas Yunus. (BK/u)
> 
> This entry was posted on Jumat, Maret 27th, 2009 at 12:26 and is filed under 
> Berita Utama. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 
> feed. Both comments and pings are currently closed. 
> 
> 
> 
> 
> 
> --------------------------------------------------------------------------------
> 
> 
> 
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG - www.avg.com 
> Version: 8.0.238 / Virus Database: 270.11.30/2025 - Release Date: 03/26/09 
> 20:05:00
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke