Kejadian Situ Gintung merupakan kesalahan manusia? Manusia yang menjadikan 
sebab bencanan tersebut melanda Ciputat. Kecorobohan manusia dalam mengelola 
Sumber Alam telah banyak merugikan dirinya sendiri.....Dan, ini adalah bagian 
dari skenario besar yang telah tercatat di blue print of the God....Maka, mari 
mencermati segala peristiwa dalam konteks spiritual (SEQ). Karena semua 
kehidupan ini, termasuk bencana adalah bagian dari spiritual.

 Abu Ahmadein
SPIRITUAL ENGINEERING QUOTIENT (SEQ)
www.seq13.tk




________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: sastra pembebasan <[email protected]>; Kana Dianto 
<[email protected]>; [email protected]; Media Klaten 
<[email protected]>
Cc: Eddy Djunaedy <[email protected]>; Setiwan 2007 
<[email protected]>; Burhan <[email protected]>; BDG Kusumo 
<[email protected]>; Ronggo <[email protected]>; [email protected]; Toton 
<[email protected]>; rak_arab <[email protected]>; K. Prawira 
<[email protected]>; I.Soedjono Chello <[email protected]>; Publishers: 
John Oei <[email protected]>; mgl 5 <[email protected]>
Terkirim: Senin, 30 Maret, 2009 00:52:32
Topik: [ppiindia] TRagedi SItu Gintung oleh Kanadianto




catatan laluta:

Bencana Tanggul Bobol 2009
Pada tanggal 27 Maret 2009 dini hari,
wilayah Situ Gintung mengalami hujan deras yang menyebabkan pihak
keamanan memberikan peringatan bahaya banjir sekitar pukul 02.00. Namun
demikian, tidak ada tindakan lanjut pengamanan,[ rujukan?] hingga
terjadi kebobolan tanggul selebar 30 m dengan ketinggian 6 m pada
sekitar pukul 04.00 WIB dan sekitar 2,1 juta meter kubik air melalui
melanda pemukiman yang terletak di bawah tanggul.

Korban hilang 100 orang serta meninggal sedikitnya 99 orang dan diperkirakan 
catatan ini masih akan berubah. 

Turut berduka...

dan

prihatin

atas musibah

Bencana Tanggul Bobol!!!
***
Today at 4:46pm

Tragedi Situ Gintung

------------ --------- --------- -

Tsunami Kecil

oleh  Kanadianto

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Subuh nan hening seketika berubah menjadi prahara,

Datang tanpa diundang dan pergi meninggalkan duka nestapa,

Bukan berarti Tuhan Murka karena Tuhan adalah kasih,

Tetapi karena manusia lengah dan serakah,

Hanya demi mencari tempat untuk bernaung,

Diserobotlah jalur air bergulung,

Situ yang dikenal sebagai tempat wisata,

Di subuh nan hening itu menjadi murka,

Karena manusia tiada lagi menyisakan lahan,

Air yang dianggapnya kawan,

Dan perlahan dirampaslah tempatnya biasa berkumpul,

Kini saatnya air kembali memukul.

Di subuh dua tujuh maret dua ribu sembilan,

Air bah bergerak tak terbendung bagai diguyurkan,

Seketika air bergolak menerjang semua perkampungan penduduk,

Hanya dalam bilangan detik manusia panik,

Semua menjadi musna hancur luluh,

Tiada lagi yang mampu berdiri kukuh,

Rumah betonpun hancur,

Pohon-pohon pun tumbang diterjang air,

Suara jerit saling bersahut,

Namun tiadalah bersambut,

Meneriakkan nama Tuhan dan meminta tolong,

Apa daya semua hanya mampu melonglong..

Sebagian selamat,

Sebagian lain menjadi cacat,

Yang hidup mulai mencari kerabat,

Sebagian bertemu selamat,

Lainnya sudah menjadi mayat,

Apakah pertanda kiamat,

Mayat bergelimpang tak menentu,

Tua muda, laki perempuan hanyut atau terimbun,

Semua mati sia sia,

Hanya meninggalkan duka nan mendalam.

Tragedi Situ Gintung,

Tsumani kecil di Tangerang Selatan.

Kana Kanadianto

------------ 27 Maret 2009 --------
Sumber: http://www.facebook .com/inbox/ ?ref=mb#/ note.php? note_id=63761658 
037&ref=mf

Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind. net/   
http://sastrapembeb asan.wordpress. com/


[Non-text portions of this message have been removed]


   


      Apa dia selingkuh? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. 
http://id..answers.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke