Sejak awal sudah tampak adanya "operasi" BIN demi mengalihkan soal PILIHAN White House dan Binnen Hof di Den Haag atas SBY sebagai presiden RI yang dipercaya Aliansi Uni Eropa+Amerika Serikat Cs, yang secara "demokratis" di panggung pentas "demokrasi" paling terpercaya di Asia Tenggara. (Mega dan Prabowo atau Kalla dan Wiranto TIDAK dapat dipercaya dari segi lintas kesejarahan yang diuarkan dalam periode Soeharto.) dari perhatian para penduduk Indonesia yang berhak pilih. Sehingga KECURANGAN SBY Cs dalam pemilu tidak dapat dilacak, terhapus.
----- Original Message ----- From: Satrio Arismunandar To: news Trans TV ; kampus tiga ; HMI Kahmi Pro Network ; jurnalisme ; AJI INDONESIA ; ppiindia ; nasional list ; technomedia ; sastra pembebasan ; Pers Indonesia ; [email protected] ; [email protected] ; naratama naratama ; Syiar Islam Sent: Tuesday, August 11, 2009 5:58 AM Subject: [ppiindia] Ya, Saya Noordin Top (yang unik dari liputan serbuan Densus 88) Di bawah ini adalah cerita yang tampaknya paling jadi perbincangan di masyarakat awam, soal pengepungan dan serbuan Densus 88 di Temanggung, yang menewaskan "Noordin M Top". Kelakuan teroris kelas kakap ini dianggap mirip maling yang bikin ribut di atap, dan ketika ditanya oleh pemilik rumah: "kamu maling atau kucing?", dijawab: "kuciinggg....!" ============================================== Ya, Saya Noordin Top <http://www.kompas. com/data/ photo/2009/ 08/09/1133139p. jpg> Senin, 10 Agustus 2009 | 14:09 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Ramai di pemberitaan media massa, saat baku tembak di sebuah rumah di tengah area persawahan Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, polisi sempat menanyakan siapa orang yang berada dalam bangunan itu. Saat itu, seorang pria menjawab, "Saya Noordin M Top" dan kebenaran hal tersebut menjadi perbincangan. Senin (10/8) siang, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Nanan Sukarna mengklarifikasi kebenarannya. Dia membenarkan ada orang yang mengaku sebagai Noordin saat ditanya oleh tim Detasemen Khusus 88 Mabes Polri. "Ada yang menyatakan 'Ya, saya Noordin Top'," ujar Nanan kepada wartawan seusai rapat di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Senin. Menurut dia, hal ini diperkuat dengan pernyataan Aris Susanto (31) dan Indra Arif Hermawan (24). Kakak beradik itu menyatakan, orang yang berada di dalam rumah milik Muhdjahri (69) adalah buronan nomor wahid di Indonesia, Noordin M Top. Mereka berdua pula yang "menitipkan" Noordin ke Muhdjahri pada Jumat (7/8) dini hari. Namun, lanjut Nanan, polisi tetap memeriksa kembali identitas jenazah yang tewas tertembak di kamar mandi tersebut. Meski dia mengaku sebagai Noordin M Top, "Tapi kan dengan itu tidak menyatakan dia benar-benar Noordin M Top," tukasnya. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

