Naikkanlah gaji yang cuma 3,4 juta rupiah itu menjadi 34 juta, dan korupsi pasti masih akan ada. Karena dengan gaji sebesar itu faktor PERSAINGAN akan semakin marak. Jadi, sebenarnya korupsi bukan lantaran miskin, tapi unsur PERSAINGAN itulah masalahnya.
Maaf bicara, kunci untuk mengatasi ini ya hanya cuma STANDARISASI KESEDERHANAAN HIDUP. Yang bagaimana itu? Contoh pertama: Untuk pejabat2, mobil dinas ditiadakan. Semua harus naik kendaraan umum. Kalau pejabat saja naik kendaraan umum, yang lain pasti enggan menonjolkan mobil mewahnya. Kalau pejabat harus naik kendaraan umum, pasti sistim transportasi umum segera dibenahi sampai naik kendaraan umum itu nyaman dan aman. Buntutnya panjang sekali. Dari kemacetan jalan raya yang pasti menurun, Parking lots tidak perlu seluas yang ada sekarang, sehingga bisa dibuatkan appartment buat tempat tinggalnya si pejabat (malah mengurangi perlunya naik kendaraan buat pulang pergi kekantor sekaligus mengurangi kesempatan perselingkuhan). Itu baru contoh pertama. Begitu banyak orang pintar di Indonesia, tentunya banyak pendapat2 lain yang lebih baik. ms > >From: A Nizami <[email protected]> >To: [email protected] >Cc: [email protected] >Sent: Thursday, August 27, 2009 1:49:58 PM >Subject: [ppiindia] Bls: Korupsi karena Miskin? > > >Betul. >Meski sudah kaya juga para koruptor akan tetap korupsi karena katanya korupsi >itu sudah membudaya. > >Entah karena penegak hukum yang ada tidak efektif, dibentuklah KPK untuk >memberantas korupsi. > >Tapi ternyata sekarang pimpinan KPK juga saling tuding terima suap/komisi. > >FYI, gaji pejabat tertinggi di Indonesia yang cuma rp 3,4 juta/bulan itu >memang masih kalah dgn gaji pengantar Pizza di AS yang mencapai rp 14 >juta/bulan. Ini karena pemerintah tidak punya kemauan serius untuk mandiri dan >mensejahterakan seluruh rakyatnya. > >Padahal kalau mau, insya Allah gaji pokok tertinggi pejabat rp 14 juta/bulan >itu bisa diraih sehingga tak perlu lagi ada korupsi. > >Bagaimana ini? > >=== > >Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits > >http://media- islam.or. id > >Info untuk Indonesia lebih baik: www.infoindonesia. wordpress. com > >Belajar Islam via SMS: REG SI ke 3252 Berhenti ketik:UNREG SI Hanya dari >Telkomsel > >Milis Syiar Islam: syiar-islam- subscribe@ yahoogroups. com > >--- Pada Rab, 26/8/09, agushamonangan <agushamonangan@ yahoo.co. id> menulis: > >Dari: agushamonangan <agushamonangan@ yahoo.co. id> >Judul: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Korupsi karena Miskin? >Kepada: Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com >Tanggal: Rabu, 26 Agustus, 2009, 10:48 PM > > > >Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary > >http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/08/27/ 12255566/ Korupsi.karena. >Miskin > >JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu penyebab perilaku korup adalah karena >kemiskinan. Pendapatan aparat atau kaum birokrat yang terbatas menjadi salah >pemicu korupsi. > >"Korupsi terjadi karena adanya kemiskinan, kekurangan yang dialami. Maka, >pencegahannya adalah dengan mengatasi kemiskinan yang terjadi," ujar >Sesjampidsus Kejaksaan Agung, Himawan saat berbicara pada diskusi "Mengkaji >Modus Korupsi dan Upaya Pemberantasannya" , di Gedung DPD, Jakarta, Kamis >(27/8). > >Saat ditanya, apakah para pejabat yang melakukan korupsi dapat digolongkan >miskin? Himawan menyebutkan faktor penyebab lainnya, yaitu kerakusan. >Kerakusan ini, menurut dia, berkaitan dengan moralitas. "Tapi ancaman pidana >tidak berpikir apakah dia rakus atau tidak. Jika kebutuhan tercukupi, korupsi >tidak akan terjadi, kecuali karena kerakusan. Kejaksaan berupaya menyelesaikan >sesuai ketentuan yang berlaku dan jangan diplesetkan menjadi tebang pilih," >ujarnya. > >Peneliti Hukum Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Diansyah mengatakan, >korupsi yang disebutkan Himawan dikenal dengan corruption by need atau korupsi >yang disebabkan karena kebutuhan. "Memang bisa diobati dengan perbaikan >kesejahteraan. Kita setuju penghasilan layak bagi polisi dan jaksa. Tapi APBN >yang berasal dari uang rakyat, tidak boleh untuk membiayai aparat yang >koruptif," kata Febri. > >Ia mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2007 kinerja Kejaksaan Agung >menunjukkan bahwa aktor tersangka korupsi yang dijerat paling banyak berasal >dari lower level, diantaranya Kepala Dinas, Kepala Cabang BUMD, pengurus ormas >atau rekanan pemerintah daerah. Sementara, jeratan untuk middle dan upper >level seperti gubernur, walikota, anggota DPRD, menteri dan lain-lain masih >sangat minim. > >Direktur Pelayanan Publik KPK, Didi Rahim mengatakan, untuk menanggulangi >perilaku korup, tak cukup sekadar menaikkan gaji aparat pemerintahan. Kenaikan >gaji, menurutnya, harus diimbangi dengan penilaian kinerja. "Tidak cukup hanya >dengan menaikkan gaji, tapi harus ada penilaian kinerja termasuk manajemen SDM >yang diperbaiki," kata Didi. > > > > > > > > > > > >Berbagi foto Flickr dengan teman di dalam Messenger. Jelajahi Yahoo! Messenger >yang serba baru sekarang! http://id..messenger.yahoo.com > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]

