Posted by: "radithwisang" [email protected]   radithwisang 
Sat Aug 29, 2009 4:35 am (PDT) 
(dikutip dari milis jurnalisme)

Pada siaran Metro Hari ini di Metro TV, hari Rabu lalu, ditampilkan seorang 
reporter Metro TV masuk ke ruang ATM sebuah bank swasta nasional (reporternya 
memang tidak menyebutkan nama banknya), di sana dia memasukkan sebuah kartu ATM 
ke dalam mesin dan memencet password kartu ATM tersebut, sambil menyebutkan 
nomornya satu per satu. 

Lalu, kamera menyorot ke layar mesin ATM di situ keluar nama pemilik ATM 
Muhammad Jibril ADR. Di layar keluar tertera saldo rekening sebesar Rp50 ribu. 

Yang jadi pertanyaan saya, apakah dibenarkan media menembus privasi orang 
sedalam itu, demi sebuah tayangan eksklusif? meski yang bersangkutan diduga 
terlibat tindak kejahatan. Bukankah itu merisaukan orang-orang yang punya 
rekening di bank?

Kita menghargai kepiawaian si wartawan bisa menembus dan melobi narasumber, 
sehingga bisa mendapatkan data sevalid itu. Tapi, apakah itu satu-satunya 
ukuran kehebatan peliputan di media?




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke